Kisah Hebat Anak Nelayan Karimunjawa jadi Paskibra Jepara 2017

Dua anak nelayan Karimunjawa yang jadi anggota paskibra di Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sebanyak 29 pasukan pengibar bendera (Paskibra) Kabupaten Jepara dikukuhkan, Rabu (16/8/2017) sore. Dua di antaranya adalah anak nelayan dari Pulau Karimunjawa. Adalah Dewi Fatmawati (16) dan Romi Ardyansyah (16), mereka tergabung dalam pasukan delapan, sebagai pembawa baki dan pengibar bendera. 

Mereka mengatakan, tak menyangka bisa menjadi bagian dari Paskibra Jepara 2017. Namun demikian, mereka tetap memanggul tugas tersebut dengan kebanggaan tersendiri. “Saya bangga sekali bisa menjadi pasukan pengibar bendera. Dan ketika diumumkan terpilih sebagai paskibra rasanya kaget,” ujar Romi, siswa SMKN I Karimunjawa itu. 

Sementara itu Slamet ayah Romi, mengakui hal serupa. Ia merasa bangga anak pertamanya itu, bisa menjadi bagian dari paskibra. “Ya bangga sekali, berbunga-bunga bisa melihat anak saya menjadi pasukan pengibar bendera,” kata Slamet yang bekerja sebagai nelayan itu. 

Romi menambahkan, tidak ada halangan berarti selama masa karantina 10 hari sebagai calon Paskibra. Namun demikian, ia mengaku sempat rindu dengan ayahnya.”Siap, saya sempat rindu (dengan ayah) namun tidak bisa berbuat banyak karena tak boleh membawa handphone,” katanya. 

Sementara itu Dewi berkata hal serupa. Menurutnya gemblengan menjadi Paskibra memang berat, namun hal itu dimaknainya sebagai cobaan untuk menggapai cita-citanya sebagai tentara.  “Iya bangga, kaget agak tegang juga sih,” ujarnya. 

Ayah Dewi, Muhammad Ma’ruf berkata capaian anaknya itu merupakan kebanggaan untuknya. “Bangga sekali, kok anak nelayan yang jaraknya jauh dari Jepara bisa terpilih sebagai paskibra. Mungkin ini adalah jembatan bagi cita-cita anak saya yang ingin menjadi tentara,” tuturnya.

Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Jepara Dedi Irawan mengatakan, Paskibra yang kini dikukuhkan dipilih dari 80 sekolah yang ada di Jepara. Mereka dikarantina selama 10 hari, sebelum akhirnya diserahi tugas sebagai pasukan pengibar bendera.

“Ada perbedaan dari tahun lalu, kalau kemarin hanya dikarantina selama 4 hari, maka tahun ini dikarantina selama 10 hari. Tujuannya untuk lebih memantapkan mental dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” urai dia.

Ia menambahkan, sebelumnya Calon Paskibra Jepara berjumlah 30 orang. Namun satu diantaranya mengundurkan diri. “Jadi dalam paskibra, sebelum dikukuhkan mereka adalah calon. Pagi tadi ada yang mengundurkan diri satu orang, karena alasan tidak kuat mental. Namun ya sebenarnya dia kuat. Akan tetapi itu sudah menjadi pilihannya,” tutup Dedi.  

Editor : Akrom Hazami