Cuaca Mendukung, Harga Tembakau di Grobogan Menguntungkan Petani

Petani di Desa Mangin, Kecamatan Karangrayung, sedang menjemur tembakau yang sudah dirajang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Petani tembakau tradisional di Grobogan sejak beberapa hari terakhir mulai memanen tanamannya. Adapun lokasi tembakau yang mulai dipanen berada di beberapa kecamatan. Antara lain, Kecamatan Tanggungharjo, Tegowanu, Kedungjati, dan Karangrayung.

Beberapa petani yang ditemui menyatakan, harga jual tembakau saat ini dirasa cukup bagus. Di mana, pada petik kepelan atau daun pertama laku sekitar Rp 20 ribu per kilogram. Harga ini untuk kondisi tembakau yang sudah dirajang dan dijemur kering.

“Dibandingkan tahun lalu, ada kenaikan harga. Tahun kemarin, harga kepelan hanya Rp 9 ribu per kilonya,” kata Hartono, petani tembakau di Desa Mangin, Kecamatan Karangrayung, Selasa (15/8/2017).

Menurut petani, bagusnya harga tembakau salah satunya disebabkan kondisi cuaca cukup mendukung. Curah hujan sejak awal tanam hingga menjelang panen tidak begitu tinggi. Kondisi cuaca seperti ini sangat berpengaruh dengan pertumbuhan tanaman dan harga jualnya.

“Cuaca memang sangat mendukung. Menjelang panen tidak begitu banyak hujan sehingga daun tembakau tidak rusak kena air,” jelasnya.

Kepala Desa Mangin Budiono menyatakan, harga petik kedua dan ketiga diperkirakan bisa sampai Rp 40 ribu. Hal ini mengacu pada harga kepelan yang sudah menembus angka Rp 20 ribu. Untuk diketahui, daun petik awal tersebut adalah kualitas paling rendah dari pohon tembakau.

Bagusnya harga tembakau di sisi lain juga disebabkan berkurangnya jumlah penanam. Pada tahun ini, areal tembakau di desanya hanya berkisar 50 hektar. Tahun-tahun sebelumnya, areal tanam tembakau bisa sampai 3 kali lipatnya.

“Beberapa tahun lalu, harga tembakau anjlok. Oleh sebab itu, orang yang menanam tembakau berkurang tahun ini. Ternyata, kali ini harganya malah bagus,” ujar Budiono yang mengaku juga memiliki lahan tembakau itu.

Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Grobogan Tri Wahono menambahkan, tahun ini, luasan areal tembakau sekitar 1.600 hektar yang tersebar di beberapa kecamatan. Antara lain, Kecamatan Toroh, Purwodadi, Pulokulon, Tegowanu, Karangrayung, Kedungjati, dan Tanggungharjo.

 

Editor : Akrom Hazami