Bahan Baku Langka, Produsen Garam di Pati Terpaksa Impor

Seorang pekerja tengah mengemas produksi garam di kawasan Batangan, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sejumlah produsen garam di Kabupaten Pati terpaksa memilih untuk impor bahan baku garam di tengah kondisi garam yang langka. Pasalnya, produsen butuh produksi garam konsumsi sebanyak 50 ton per bulan untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Sementara pasokan bahan baku garam dari petani lokal diakui sangat terbatas. Tak ada pilihan lain, beberapa produsen akhirnya memutuskan untuk mengimpor bahan baku garam.

Sri Lestari, salah satu produsen garam asal Batangan membenarkan kondisi tersebut. Cuaca yang kurang mendukung disebut-sebut menjadi penyebab kelangkaan garam lokal.

“Cuaca kurang mendukung, akhirnya para petani belum bisa menghasilkan garam secara maksimal. Stok garam yang langka berpengaruh pada harga garam di pasaran yang melonjak tinggi,” tuturnya, Rabu (9/8/2017).

Kendati demikian, Sri tetap memprioritaskan penggunaan bahan baku garam yang dipasok dari petani. Berhubung jumlahnya tidak memenuhi jumlah permintaan pasar, ia mencampurnya dengan garam impor.

Impor bahan baku garam akan dilakukan selama pasokan dari petani lokal belum mencukupi untuk kebutuhan pasar. Bila kondisinya sudah normal, dia akan menghentikan impor.

“Bahan baku garam dari petani lokal berkisar Rp 3 ribu sampai Rp 4 ribu per kilogram, sedangkan impor cuma Rp 2.250. Meski begitu, kami tetap memprioritaskan pasokan dari petani lokal,” ucap Sri.

Dari pantauan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Pati, garam beryodium yang semula Rp 6 ribu menjadi Rp 10 ribu hingga Rp 11 ribu. Sementara pedagang kelontong menjualnya kepada warga sekitar Rp 11 ribu sampai Rp 12 ribu.

Kusni, salah satu pedagang kelontong mengaku tidak mau membeli garam, lantaran mahal. Sebab, pembeli dari masyarakat kecil sempat kaget dengan harga yang melambung tinggi.

“Saya belinya dari distributor Rp 10 ribu, tidak bisa ditawar lagi. Harga segitu, saya jual lagi ke masyarakat Rp 11 ribu. Tapi sebagian besar memilih kemasan garam ukuran kecil dengan harga Rp 3 ribu sampai Rp 5 ribu,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha