Usai Tempat Karaoke Dinasty Kudus Digrebek, Satpol PP Merasakan …

Petugas Satpol PP melakukan pendataan saat penggrebekan tempat karaoke Dinasty di Jati Wetan, Kabupaten Kudus. (Facebook Djati Solechah)

MuriaNewsCom, Kudus – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kabupaten Kudus menduga masih ada tempat karaoke yang masih beroperasi. Padahal itu telah dilarang. Karena melanggar Perda Nomor 10 Tahun 2015 tentang Usaha Hiburan Diskotik, Kelab Malam, Pub, dan Penataan Hiburan Karaoke.

Berdasarkan isi Perda tentang Usaha Hiburan Diskotik, Kelab Malam, Pub, dan Penataan Hiburan Karaoke, terutama pada Bab II Pasal 2 dijelaskan bahwa orang pribadi atau badan dilarang melakukan kegiatan usaha hiburan diskotik, kelab malam, pub, dan usaha karaoke di wilayah Kudus. Ancaman atas pelanggaran ketentuan Pasal 2 dipidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp50 juta.

Kepala Satpol PP Kudus Djati Solechah mengatakan, usai pihaknya menggrebek karaoke Dinasty di Desa Jati wetan, Jati, pihaknya akan melakukan giat lebih gencar lagi. “Soal kafe lain yang masih buka, kemungkinan masih ada yang buka lagi. Kami akan terus melakukan penindakan terkait hal tersebut,” kata Djati kepada MuriaNewsCom, di Kudus, Selasa (8/8/2017).

Menurut dia, sebenarnya para pengusaha kafe dan karaoke sudah mengetahui mengenai larangan. Tapi mereka tetap membandel. Mereka malah melakukan aksi kucing-kucingan dengan pemkab. Seperti yang dilakukan pemilik Dinasty.

Pihaknya akan tetap menggelar penertiban. Apalagi, saat ini tidak sedikit masyarakat yang aktif melapor ke Satpol PP. Kendati demikian, Satpol PP berharap pemilik kafe dan karaoke menghormati aturan.

“Terima kasih kepada masyarakat yang sudah memberikan laporan terkait peredarnya kafe karaoke. Kami harap masyarakat dapat rutin melakukan laporan kepada kami agar bisa ditindaklanjuti,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami