Warga Buta Huruf di Ledokdawan Grobogan Dilatih Wirausaha

Warga buta aksara diajari menulis oleh fasilitator di Desa Ledokdawan, Kecamatan Geyer, Grobogan, Jumat (4/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kegiatan pelatihan wirausaha yang beda dari biasanya digelar di Balaidesa Ledokdawan, Kecamatan Geyer, Grobogan, Jumat (4/8/2017). Disebut beda karena peserta pelatihan adalah warga yang selama ini masih mengalami buta huruf atau buta aksara.

Pelatihan wirausaha yang pesertanya didominasi kaum perempuan ini diselenggarakan oleh Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Dinas Pendidikan Grobogan. Dalam pelatihan itu, digelar juga acara pengobatan gratis dari RS Panti Rahayu Purwodadi.

Kepala SKB Yuni Astutik menyatakan, program yang dijalankan berasal dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Program tersebut bagian dari pengentasan buta aksara dengan strategi multi keaksaraan. Warga yang mengikuti program itu berumur di atas 21 tahun.

“Metode pembelajaran menggunakan pelatihan wirausaha. Kalau sekadar diajari membaca dan menulis biasanya tidak akan bertahan lama,” jelasnya pada wartawan.

Dalam pelatihan wirausaha itu, warga belajar diajari untuk menulis dan membaca melalui resep-resep yang ada. Pelatihan kali ini, difokuskan pada pembuatan kripik pisang.

“Jadi, peserta pelatihan nanti diminta untuk menulis ulang mengenai resep dan mencatat hasil penjualan keripik pisang. Dengan cara seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan aksaranya,” kata Yuni.

Selama kurun tiga bulan, selain pelatihan wirausaha, mereka juga diajak untuk senam bersama, belajar keaksaraan dasar yang meliputi baca, tulis dan berhitung. Nantinya juga ada ujian untuk mengukur tingkat kemampuan yang didapat. 

Editor : Ali Muntoha