Jalur Grobogan jadi Alternatif Pemudik Saat Lebaran

Polisi tampak menyiapkan rambu lalu lintas di jalan Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Jumlah kendaraan yang melintas wilayah Grobogan diperkirakan bakal bertambah dalam momen Lebaran ini. Ada beberapa kondisi yang menjadi penyebab naiknya jumlah kendaraan, khususnya para pemudik tersebut.

Antara lain, makin mulusnya kondisi jalan utama yang statusnya milik Provinsi Jateng tersebut. Makin bagusnya kondisi jalan ini menyusul adanya banyak perbaikan yang dilakukan Pemprov Jateng maupun Pemkab Grobogan dalam beberapa tahun terakhir.

Di samping itu, melintasi jalur Grobogan dinilai lebih pendek dan mempersingkat waktu. Misalnya, dari arah Semarang menuju Surabaya atau sebaliknya dirasakan lebih cepat beberapa jam dibandingkan lewat jalur pantura atau jalur selatan.

“Sejak setahun terakhir, saya selalu lewat jalur tengah (Grobogan) dari Semarang menuju Surabaya. Selain lebih cepat juga hemat bahan bakar. Apalagi, sekarang jalannya sudah mulus,” kata Ariyono, sopir truk ekspedisi yang biasa mengirim barang ke Surabaya.

Selain itu, dipilihnya jalur Grobogan karena sangat strategis dan berada ditengah. Wilayah ini, punya banyak akses menuju kabupaten sekitar. Seperti, Semarang, Demak, Solo, Blora, Pati, Kudus, Boyolali, Salatiga dan Sragen.

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa mengakui jika jalur tengah ini akan makin padat saat Lebaran. Untuk itu, sejak jauh hari, pihaknya sudah melakukan berbagai antisipasi untuk mengatasi meningkatnya kendaraan yang masuk wilayah Grobogan.

“Jalur Grobogan ini memang sangat strategis sehingga jadi pilihan jika jalur pantura dan selatan padat. Hal ini sudah kita antisipasi supaya para pemudik bisa lancar saat melintasi wilayah Grobogan,” tegasnya.

Selain menyiapkan banyak personel, upaya yang dilakukan untuk memperlancar arus mudik dan balik Lebaran adalah memperbanyak pemasangan rambu bekerjasama dengan pihak Dinas Perhubungan Grobogan. Dengan rambu ini diharapkan bisa memudahkan pemudik yang akan melintas menuju tempat tujuan.

Di samping itu, sebanyak delapan posko pengamanan (Pospam) juga disiapkan Polres Grobogan untuk mengantisipasi arus mudik dan arus balik Lebaran. Pospam yang disiapkan tersebut tersebar di sejumlah titik di sepanjang jalur mudik dan balik.

Yakni, di Terminal Bus Purwodadi, Pasar Induk Purwodadi, Gubug, Godong, Wirosari, pertigaan Monggot Geyer, Simpanglima Purwodadi, dan Bundaran Getasrejo. Selain itu ada satu pos terpadu di depan kantor bus PO Zentrum di daerah Putat.

“Kelancaran arus dan keselamatan pemudik jadi piroritas kami. Kita berharap, dalam momen Lebaran semuanya berjalan lancar,” jelasnya. 

Editor : Akrom Hazami

 

Destinasi Wisata di Pati yang Bisa Kamu Kunjungi Selama Liburan Lebaran

Seorang pengunjung tengah berjalan di salah satu spot kawasan wisata Bukit Pandang Ki Santamulya, Durensawit, Kayen, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kabupaten Pati punya sejumlah destinasi wisata menarik yang bisa dikunjungi selama liburan Lebaran, baik wisata alam, religi maupun buatan.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Pati Sigit Hartoko mengatakan, tempat wisata di Pati bukan hanya menyuguhkan satu destinasi yang menarik, tetapi juga sangat terjangkau.

Karena itu, dia menyarankan kepada warga Pati maupun perantauan yang tengah pulang ke Pati untuk mengagendakan liburan di Pati. Ada beragam objek wisata yang bisa dinikmati di Pati.

Waduk Gunungrowo
Makan ikan bersama lalapan ditemani es kelapa muda di pinggiran waduk menjadi agenda paling digemari di Waduk Gunungrowo. Dengan view gunung Muria dan danau buatan yang indah membuat Anda takjub.

Pengendara sepeda motor dikenai tiket masuk Rp 2.000, sedangkan pengemudi mobil Rp 5.000. Kawasan ini sudah buka sekitar pukul 07.30 WIB sampai pukul 17.30 WIB.

Waduk Seloromo

Kawasan wisata yang terletak di Desa Gembong ini cocok bagi backpacker yang ingin menikmati indahnya waduk buatan pemerintah Hindia-Belanda.

Selain gratis dan tidak ada tiket masuk, kawasan ini buka kapan saja. Meski demikian, kunjungan pada malam hari tidak direkomendasikan.

Juwana Water Fantasy
Terletak di Jalan Juwana-Rembang Km 7, destinasi wisata yang akrab disebut JWF ini sangat direkomendasikan bagi keluarga yang ingin berwisata dengan sensasi wahaha air di Pati.

Buka dari jam 08.00 WIB sampai 17.00 WIB, tiket JWF bisa diperoleh dengan harga Rp 25 ribu untuk tiket biasa dan Rp 45 ribu untuk tiket terusan. Ini berlaku untuk hari biasa.

Sementara untuk Sabtu, Minggu dan tanggal merah, Anda harus merogoh kocek Rp 30 ribu untuk tiket biasa dan Rp 50 ribu untuk tiket terusan. Sangat terjangkau, bukan?

Gua Pancur
Ada beragam wahana yang bisa dinikmati pengunjung di Gua Pancur yang terletak di Jimbaran, Kayen ini. Anda bisa menjelajah gua sepanjang hampir satu kilometer di perut bumi dengan biaya Rp 20 ribu per orang.

Pengunjung juga bisa sekadar menikmati indahnya danau mini buatan dengan menyewa jasa bebek kayuh. Keluarga yang ingin outbond sederhana juga ada di kawasan ini.

Anda cukup membayar biaya parkir kendaraan Rp 3 ribu untuk sepeda motor dan Rp 6 ribu untuk mobil. Adapun tiket masuk masih gratis. Berminat berkunjung ke sini? Jam buka sekitar pukul 07.00 WIB sampai 17.00 WIB.

Bukit Pandang Ki Santamulya

Ada belasan spot menarik yang bisa dinikmati pengunjung di objek wisata yang terletak di Desa Durensawit, Kayen. Saksikan panorama paling indah dari bukit Gunung Kendeng di sini.

Lokasinya sekitar 10 menit sebelah timur RSUD Kayen. Buka mulai pukul 07.00 WIB sampai 17.30 WIB, pengunjung cuma merogoh kocek Rp 3 ribu sebagai tiket masuk untuk dewasa dan gratis untuk anak-anak.

Sementara biaya parkir Rp 2 ribu untuk sepeda motor dan Rp 5 ribu untuk mobil. Beragam spot yang bisa dinikmati di sana, antara lain rumah pohon, spot cinta, sarang burung raksasa, jembatan cinta, kupu-kupu, bunga matahari dan beragam spot menarik lainnya.

Kawasan pemancingan Talun
Di Desa Talun, Kayen, ada kawasan pemancingan ikan yang cukup populer. Buka dari pukul 08.00 WIB sampai 17.30 WIB, tempat ini menyuguhkan sensasi berburu kuliner ikan tawar dengan memancing.

Tiket masuk gratis dan pengunjung cukup pesan aneka masakan khas ikan tawar di sini. Bila ingin memancing, ada tarif khusus untuk per kilogram ikan yang didapatkan.

Editor : Kholistiono

Manfaatkan Libur Lebaran dengan Berwisata di Kudus, Ini Lho

Taman Krida (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Lebaran biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur. Termasuk juga di Kudus. Tentu bagi warga yang biasa merantau, momen ini akan dimanfaatkan secara maksimal.

Di Kudus, ada sejumlah tempat wisata yang layak dikunjungi. Sebagian besar tempat dikelola pemerintah daerah. Objek wisata itu selalu ramai kunjungan.

 

  1. Colo

Taman Ria Colo. (MuriaNewsCom)

 

Lokasi pertama yang menjadi sasaran masyarakat adalah Gunung Muria yang terdapat di kawasan Colo. Sekali Anda menapakkan kaki di Colo, banyak objek wisata yang bisa dikunjungi.

“Colo banyak objek wisata, mulai dari Taman Ria Colo atau pesanggrahan, kemudian yang terkenal dengan air terjun Montelnya hingga wisata air tiga rasa Rejenu,” kata Kabid Pariwisata Kudus Wahyuningsih.

Untuk tiket masuk kawasan Colo, pengunjung dibebankan biaya sebesar Rp 2 ribu per orang, tahun ini. Kemudian di sejumlah lokasi wisata seperti di Taman Ria Colo, pengunjung ditarik biaya sebesar Rp 3 ribu per orang.  Biasanya saat Lebaran kawasan ini menjadi sasaran wisatawan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Yuli Kasianto menyebutkan, untuk kawasan wisata Colo beberapa tak dikelola oleh Pemkab Kudus. Seperti air terjun Montel dikelola Perhutani, serta air tiga rasa di Rejenu dikelola oleh masyarakat setempat.

Berdasarkan informasi, dalam mengunjungi kawasan Montel dan juga Rejenu, setiap orang dibebankan retribusi sebesar Rp 5 ribu. Bersiaplah melihat indahnya pemandangan alam yang masih hijau dan tertata apik secara alami.

Masih di Colo,  juga terdapat makam Sunan Muria, satu dari sembilan Walisongo yang sangat terkenal. Saat usai berziarah dan kaki keluar dari makam, pengunjung langsung disambut dengan pemandangan yang luar biasa.

“Kalau wisata di kawasan Colo, H+1 Lebaran buka. Karena masyarakat biasaya mulai berdatangan ke tempat wisata mulai Lebaran kedua,” ungkap Yuli.

 

  1. Hutan Pinus Kajar

 

Hutan Pinus Kajar (ISTIMEWA)

 

Selain Colo, wilayah wisata lain yang masih berada di kawasan atas adalah di Hutan Pinus Kajar. Dengan penataan yang apik itu, pastinya lokasi wisata alam dapat dinikmati oleh keluarga atau rombongan. Segudang foto dan perbincangan akan wisata tersebut juga banyak ditemukan dengan mudah. 

Objek wisata itu merupakan milik swasta, sehingga mereka bebas menaikkan tarif sesuai kebijakan pengelola. Informasi yang dihimpun, sekali masuk kawasan hutan pinus, biaya per orangnya sekitar  Rp 4 ribu.

 

  1. Museum Kretek

Museum Kretek (MuriaNewsCom)

 

Lokasi wisata lain yakni Museum Kretek. Di lokasi itu terdapat wahana edukasi dan sejarah kretek. Rumah adat kudus juga masih kokoh berdiri. Apalagi pada libur Lebaran, Museum Kretek menyuguhkan musik, yang semakin ramai.

Biaya masuk selama Lebaran, sejumlah Rp 3 ribu per orangnya.  “Kalau Museum Kretek juga kami buka H+1. Pokonya semua wisata Pemkab sudah buka saat lebaran. Kami juga menyediakan tenaga tambahan agar tidak kewalahan nanti,” ucap Yuli.

 

  1. Taman Krida

Taman Krida (MuriaNewsCom)

 

Selain itu, Taman Krida juga menjadi objek wisata yang bagus untuk berlibur. Sama halnya dengan museum, Taman Krida juga memiliki lokasi yang menarik dikunjungi. Dalam Taman Krida juga terdapat Taman Lampion yang menjadi sasaran liburan saat malam hari. Biaya retribusinya, sejumlah Rp 3 ribu. Biaya yang murah untuk berwisata di Kudus.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Arti Idul Fitri Bagi Bupati Kudus Musthofa

Bupati Kudus Musthofa saat memberikan khotbah Idul Fitri di Masjid Agung Kudus, Minggu (25/6/2017). (Foto : Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa menganggap Idul Fitri adalah pencapaian dari sebuah kemenangan dan kebahagiaan. Kemenangan yang dimaksud adalah kemenangan dari menaklukkan musuh terberat manusia, yakni hawa nafsu.

Ini disampaikan Musthofa dalam khotbah Idul Fitri di Masjid Agung Kudus, Minggu (25/6/2017). Dalam khotbanya, Musthofa menyebut ajaran puasa sangat kompleks terhadap berbagai macam kemaslahatan.

“Antara lain yaitu menjaga agama, menjaga diri, menjaga kehormatan, menjaga akal, dan menjaga harta benda,” kata Mustofa yang menyebut khotbah kali ini sebagai khotbah wada’ (perpisahan).

Pasalnya, pada momen Idul Fitri tahun depan, Musthofa sudah rampung masa baktinya sebagai bupati Kudus.

Dalam proses puasa menurut dia, muara akhirnya adalah manusia muttaqin, sebagai puncak keimanan. Sedangkan output berpuasa adalah manusia berintegritas yang memiki kesalehan ritual dan sosial terhadap hubungan dengan sesama manusia.

Ia juga mengutif Surat Al Hujurat ayat 13 yang menyebut bahwa manusia diciptakan dari seorang laki-laki dan seorang perempuan. Terbagi dalam berbagai bangsa dan suku untuk saling mengenal.

“Maknanya, di dunia tidak ada manusia yang bertahan hidup kecuali membutuhkan lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Sebagai mahluk sosial tentunya manusia harus memiliki sikap toleran dan saling menghormati tanpa mencampuri urusan orang lain. Tetapi saling tolong menolong dalam kebaikan untuk kesejahteraan bersama.

“Ada dua modal dalam kebhinnekaan. Yakni nilai kearifan lokal dan toleransi umat beragama. Baik kerukunan intern umat beragama, antarumat beragama, maupun umat beragama dengan pemerintah,” imbuhnya.

Upaya yang dilakukan pemerintah diyakini mampu menciptakan negara yang baldatun thoyyibatun warabbun ghofur. Tentu ini butuh komitmen bersama termasuk peningkatan kualitas pendidikan untuk meraih kesejahteraan. (nap)

Editor : Ali Muntoha

Klumpukan, Tradisi Makan Bareng Usai Salat Id yang Masih Bertahan di Grobogan 

Warga mengikuti Klumpukan, tradisi makan bareng usai Salat Id yang masih bertahan di Grobogan.(MuriaNewsCom /Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Di tengah derasnya arus globalisasi ternyata masih ada tradisi Lebaran yang masih dipertahankan masyarakat pedesaan di Grobogan. Salah satunya, tradisi makan bareng usai salat id yang dikenal dengan istilah klumpukan. Tradisi ini masih bisa dilihat di pelataran Masjid Miftakhul Abidin di Dusun Glonggong, Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh.

Makan bareng ini dilangsungkan di pelataran masjid. Menu makannya aneka macam. Ada gudangan, nasi kuning, roti hingga arem-arem. 

Lauknya juga sederhana. Tahu, tempe, dan telur goreng atau rebus serta mie.

Menu makan ini dibawa puluhan anak-anak ke pelataran masjid. Usai salat id, anak-anak ini biasanya langsung pulang lebih dulu untuk mengambil makanan yang sudah disiapkan dalam wadah.

Setelah selesai bersalaman usai salat id, jamaah langsung berkumpul di pelataran. Usai dilantunkan doa, para jamaah langsung makan di pelataran.

“Tradisi klumpukan ini sudah berlangsung sejak dulu kala. Sampai sekarang masih dipertahankan. Suasananya sangat meriah,” kata Nyomo, salah satu takmir masjid setempat, Minggu (25/6/2017).

Editor : Akrom Hazami 

Nikmati Liburan Lebaran Kamu dengan Berwisata di Jepara

Pantai Kartini bisa menjadi salah satu destinasi wisata di Jepara yang bisa menjadi rekomendasi liburan lebaran kamu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Pada Hari Raya Idul Fitri atau lebaran ini, sebagian masyarakat Indonesia, terutama yang merantau pulang kampung alias mudik. Nah, baik yang merantau maupun yang tidak, pasti ingin menikmati libur panjang lebaran dengan berwisata bersama keluarga. Tidak ada salahnya, untuk libur lebaran tahun ini dihabiskan di kota ukir, Jepara, Jawa Tengah.

Di kota yang juga terkenal sebagai Bumi Kartini, Jepara memiliki banyak objek wisata yang menawarkan sejuta keindahan. Tidak hanya wisata pantai yang memesona, tetapi juga wisata pegunungan, wisata buatan, bahkan wisata pendidikan maupun sejarah. Kalian pasti tak akan nyesel kalau bisa ke Jepara dan menyinggahi objek wisata sebanyak-banyaknya di Jepara.

Ketika kamu datang ke Jepara, akan lebih mudah ketika kamu memilih objek wisata pantai. Sebab, letak objek wisata pantai lebih strategis dari jalur transportasi utama. Hanya tinggal masuk di wilayah kota Jepara, maka kamu akan mengetahui beberapa petunjuk jalan yang mengarahkan kamu menuju objek wisata pantai, seperti Bandengan dengan keindahan pasir putihnya dan pantai Kartini dengan tawaran wahana bermain dan pemandangan lautnya.

Kamu tak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk menikmati indahnya alam di salah satu spot pesisir pantai utara pulau Jawa ini. Jarak yang tak terlalu jauh dari kota tetangga baik Demak, Kudus maupun Pati, tentu tak membutuhkan biaya transportasi yang besar. Selain itu, tiket masuk juga cukup terjangkau.

Di Pantai Bandengan atau yang juga terkenal dengan nama Tirta Samudra misalnya, tiket masuk ketika hari libur termasuk hari lebaran hanya sekitar Rp 7 ribu – Rp 10 ribu saja untuk orang dewasa. Sedangkan untuk anak-anak tentu lebih murah, berkisar antara Rp 3 ribu – Rp 7 ribu saja. Demikian juga dengan di Pantai Kartini, harga tiket sangat terjangkau untuk semua kalangan.

Khusus di pantai Bandengan, kamu bisa menikmati keseruan bermain di air laut banyak fasilitas mainan seperti banana boat, dan yang lainnya. Sedangkan di pantai Kartini, selain banyak wahana bermain yang bisa kamu nikmati. Bahkan, di pantai yang satu ini juga terdapat aquarium yang berbentuk kura-kura raksasa.

Dari kedua pantai ini, kamu bisa menikmati fasilitas naik perahu menuju pulau panjang. Biaya transportasi lautnya juga cukup terjangkau, hanya sekitar Rp 15 ribu saja. Jika kamu masih belum puas dengan masih ada waktu, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke beberapa tempat wisata lain. Misalnya, kamu bisa ke beberapa pantai lain seperti pantai Blebak, pantai Empurancak.

 Nah, jika kamu ingin cari sensasi berwisata dengan nuansa selain pantai, maka kamu bisa datang ke Jepara Ocean Park (JOP). Tempat wisata buatan yang diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah ini menawarkan banyak sekali wahana bermain khususnya air 

Di JOP ini, yang menjadi unggulan di tempat wisata ini nantinya adalah adanya menara center yang tingginya mencapai 26 meter, bisa melihat pemandangan semua wahana bermain dan melihat pemandangan laut Jepara. Tentu saja tidak hanya itu, ada wahana lain yaitu kolam dengan 2 ember tumpah, kolam arus 400 meter, dan replika kapal dengan air mancur. Wahana seru untuk anak-anak ada di titik Kiddy Play antara lain flying elephant, kora-kora, mini train, komedi putar, bianglala, dan bombom car, bahkan arena gokart.

Ada juga dua studio keren yaitu theater 6 dimensi dengan kapasitas 48 orang dan 60 orang. Bagi yang hobi menembak, ada juga arena paint ball yang bisa dinikmati beramai-ramai. Wisatawan juga bisa meluncur dari ketinggian 20 meter dengan fasilitas flying fox. Banyak wahana lain yang bisa dinikmati wisatawan di sana dan mungkin seharian tidak akan cukup untuk menjelajahi semua.

Selain tempat wisata itu, masih ada banyak sekali objek wisata yang bisa kamu nikmati. Misalnya, di Kepulauan Karimunjawa yang menawarkan keindahan tak tertandingi di pulau Jawa. Kemudian benteng portugis yang berada di wilayah utara kota Jepara, serta banyak lagi yang lainnya. Dijamin, kalau kamu menikmati hari libur di kota ukir dan menikmati banyak tempat wisata, tak akan nyesel deh.

Editor : Kholistiono

Usai Salat Id, Bupati Grobogan Gelar Open House di Pendapa

 

Bupati Grobogan Sri Sumarni bersalaman dengan warga usai salat id.(MuriaNewsCom /Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni menggelar open house selepas salat id, Minggu (25/6/2017). Acara yang digelar di pendapa kabupaten ini juga dihadiri para pimpinan FKPD.

Hampir semua pejabat level eselon II, III dan IV hadir dalam kesempatan itu. Termasuk Sekda Moh Sumarsono. Sebagian besar pejabat hadir beserta istri atau suami.

Selain pejabat, ada sejumlah warga yang ikut hadir. Mereka ini merupakan warga yang tinggal di sekitar rumah dinas bupati yang berada di belakang pendapa.

Begitu tiba di pendapa, pejabat langsung bersalaman untuk bermaaf-maafan dengan bupati dan jajaran FKPD. Setelah itu dilanjutkan dengan ramah tamah dan acara santai.

“Mohon maaf atas semua kesalahan,” kata Sri Sumarni.

Dia berharap momen Idul Fitri bisa menjadi lembaran baru untuk meningkatkan kinerja. Terutama dalam memberikan pelayanan pada masyarakat. 

Editor  : Akrom Hazami 

Sidorekso Bertakbir Berlangsung Meriah

Peserta meramaikan kegiatan Sidorekso Bertakbir di Kudus. (MuriaNewsCom /Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan takbir keliling yang digelar oleh Karang taruna Bahurekso Desa Sidorekso Kecamatan Kaliwungu, berlangsung meraih. Meski sebelumnya sempat diguyur hujan, namun kegiatan tersebut tak mempengaruhi kemeriahan acara.

 Abdul Basyir, panitia penyelenggara mengatakan, kegiatan takbir keliling yang diselenggarakan tahun ini, meriah seperti tahun sebelumnya. Pada tahun ini kegiatan takbir keliling diikuti oleh 12 kelompok. 

“Meski sempat diguyur hujan, namun panitia masih semangat. Begitu pula para peserta yang terdiri dari seluruh warga di Desa Sidorekso ini,” katanya kepada MuriaNewsCom. 

Pada saat hujan, panitia sebenarnya was-was akan ramai tidaknya peserta. Kemudian, satu persatu peserta berdatangan ke lokasi acara di samping balai desa. Setelah itu, panitia menyelenggarakan pertemuan untuk menentukan jalannya kegiatan. 

Hasilnya, kegiatan tetap dilanjutkan dengan mendatangkan sejumlah kreasi dari masing-masing musala yang mengikuti kegiatan malam ini. Hebatnya, meski hujan masih turun namun ratusan warga tetap datang meramaikannya.

Para peserta setelah berjajar di tempat yang ditentukan, kemudian mulai beranjak berkeliling desa dengan melalui sejumlah gang. Beruntung, saat dimulainya pawai takbir keliling, hujan mulai reda hingga membuat kegiatan makin meriah. 

Para warga yang tak mengikuti kegiatan tersebut, tak mau melewatkan melihat keramaian malam ini. Bahkan, tak jarang sejumlah warga mengabadikan momen dengan kamera. 

Editor : Akrom Hazami 

Seru, Lomba Klotekan di Desa Tunggulrejo Grobogan, Begini Suasananya

Salah satu peserta meramaikan lomba di Grobogan. (MuriaNewsCom /Dani Agus

MuriaNewsCom, Grobogan – Lomba klotekan kembali digelar di Desa Tunggulrejo, Kecamatan Gabus, Jumat (23/6/2017) malam. Lokasi lomba dilangsungkan di lapangan desa setempat.

Ada sembilan peserta lomba kali ini. Yakni, 5 tim putra dan 4 tim putri.

Jalannya lomba yang disaksikan ratusan warga itu berlangsung seru. Masing-masing tim saling unjuk kebolehan memainkan alunan musik dari alat sederhana yang biasa digunakan untuk membangunkan orang sahur tersebut.

“Pelaksanaan lomba klotekan memang selalu meriah. Selain warga sini, banyak orang dari desa sekitar yang ikut nonton,” ungkap Ketua Panitia Mustaghfirin.

Lomba klotekan sudah digelar rutin sejak tahun 2012. Tahun ini merupakan penyelenggaraan yang keenam kalinya. Pelaksanaan lomba dilangsungkan pada akhir bulan Ramadan.

“Untuk juara kita sediakan piala dan uang pembinaan. Kami berusaha untuk terus melestarikan tradisi ini,” katanya.

Editor : Akrom Hazami 

Usai Lebaran, Sebagain PSK dan Mucikari Dorokandang Bakal Dikirim ke Balai Rehabilitasi

Susasana lokalisasi yang berada di Desa Dorokandang, Kecamatan Lasem, Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Usai Lebaran, sebanyak 20 pekerja seks komersial (PSK) dan 14 mucikari yang berada di Desa Dorokandang, Kecamatan Lasem bakal dikirim ke Balai Rehabilitasi “Wamodyatama” Surakarta.

Hal ini dilakukan supaya para eks PSK dan mjcikari tersebut dapat dibina secara keterampilan dan kreatifitasnya.

Bagian rehabilitasi Dinsos-PPKB Rembang Prapto mengatakan, pengiriman sejumlah PSK dan mucikari itu nantinya setelah Lebaran.

“Ini salah satu upaya untuk membekali keterampilan bagi mereka. Sebab, di sana akan diajarkan berkreatifitas. Sehingga di saat kembali ke tengah masyarakat akan bisa berbaur, bekerja seseuai dengan masyarakat luas,” paparnya.

Di sisi lain saat disinggung mengenai hanya sebagian PSK yang dikirim ke balai rehabilitasi, menurutnya atas kesedian dari PSK dan mucikari untuk diberikan pelatihan.

“Yang jelas saat ini kita sudah menggelar latihan membatik di Desa Dorokandang. Namun setelah Lebaran, sebagian PSK dan mucikari akan kita bawa balai rehab. Selain itu sebagian lainnya memilih pulang ke alamatnya asal,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia katakana, untuk penutupan lokalisasi itu nantinya tanggal 27 Juni. “Sehingga kita akan terus berupaya memberikan pelatihan-pelatihan yang baik, supaya mereka nantinya bisa bekerja dengan baik pula,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Truk Muatan Sembako di Rembang Dipantau

Truk muatan sembako melintas di jalur pantura Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono).

MuriaNewsCom, Rembang – Dinas Perhubungan Kabupaten Rembang bakal memantau terus keberadaan truk yang melintas di jalur pantura setempat.  Kepala Dinas Perhubungan Rembang Suyono mengatakan, keberadaan posko mudik juga akan digunakan sebagai pemantauan arus lalu lintas khususnya keberadaan truk.  “Yang jelas, kita sudah menerjunkan beberapa tim atau petugas yang ada untuk memantau itu. Seperti halnya tersebar di Kaliori, Rembang Kota, Lasem, Kragan, Sluke dan Bulu atau arah Blora,” ungkapnya. Di sisi lain, bilamana petugas melihat atau menjumpai truk tambang yang melintas maka akan memperingatkan supaya kendaraan tersebut bisa diparkirkan terlebih dahulu di pom bensin yang ada tempat parkirnya atau juga di rumah makan yang ada tempat parkirnya. “Berhubung kita mempunyai tempat parkir hanya satu yakni di Sendang Asri Lasem, maka mereka (truk) bisa diparkirkan di pom bensin yang ada tempat parkir khusus bagi truk. Sebab di jalur pantura ini rata-rata mempunyai parkiran truk,” paparnya. Dia menambahkan, bagi kendaraan besar atau truk yang boleh melintas saat Lebaran yakni truk atau kontainer yang memuat sembako.”Sebab pastinya sembako tersebut disuplai dari Jakarta ke Jawa Timur da  Bali atau sebaliknya untuk memenuhi kebutuhan yang ada di daerah. Seprti halnya cabai, bawang, maupun kebutuhan pokok lainya,” pungkasnya. Sementara itu, pengemudi truk yang bermuatan sembako Jajang dari Cirebon mengatakan bahwa, ia akan mengirimkan beberapa sembako untuk disuplai ke wilayah Tuban dan sekitarnya. “Sebab sembako ini diharapkan dapat sampai di wilayah Tuban Sabtu sore. Dan nantinya bisa dijual setelah lebaran untuk menghadapi lebaran ketupat. Sedangkan sembako sebelumnya sudah dikirim H-7 lalu untuk menghadapi idul fitri,” ujarnya.  Editor : Akrom Hazami     

Ini 4 Kerawanan Lebaran di Pati yang Perlu Kamu Tahu

Takbir keliling yang tidak jarang memicu konflik horizontal. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Polres Pati merilis sedikitnya ada empat kategori kerawanan Lebaran di Kabupaten Pati. Empat kategori tersebut mengacu pada kondisi Lebaran tahun lalu, sehingga sejumlah personel disiagakan untuk melakukan langkah antisipasi.

Kerawanan pertama Kamseltibcarlantas yang meliputi kemacetan di sejumlah titik jalan, kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas, serta kondisi pemudik sepeda motor.

Kedua, kerawanan gangguan kamtibmas yang meliputi tawuran antarkampung, pencurian rumah kosong, peredaran uang palsu, copet dan hipnotis, balap liar, begal, hingga pencurian sepeda motor.

Ketiga, kerawanan transportasi umum, terdiri dari masalah calo atau makelar tiket sehingga berpotensi membuat harga tiket melambung tinggi dan alat transportasi umum tidak laik jalan.

Keempat, kerawanan ketersediaan sembako dan BBM. Salah satu masalahnya, peredaran makanan kadaluarsa, distribusi sembako terhambat, dan ketersediaan BBM tidak tercukupi.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo mengatakan, kerawanan yang berpotensi menggangu kenyamanan masyarakat dalam melaksanakan Lebaran itu sudah diantisipasi pihak kepolisian. Namun, dia mengimbau kepada masyarakat Pati untuk tetap waspada dengan sejumlah kerawanan yang ada.

“Kalau bepergian ke rumah saudara, pastikan rumah dalam kondisi terkunci rapat. Kalau perlu diberi gembok tambahan, koordinasikan dengan RT setempat untuk antisipasi pencurian. Kalau di jalan, pake helm, jangan ngebut dan patuhi rambu lalu lintas,” imbau Kompol Sundoyo.

Tahun lalu, tiga orang dinyatakan tewas dalam kecelakaan tepat di pertigaan rambu lalu lintas RSUD Soewondo pada malam takbir. Diduga, salah satu dari mereka tidak mematuhi rambu lalu lintas sehingga terjadi kecelakaan maut.

Dia juga mengimbau kepada warga Pati untuk tidak mengedepankan emosi pada saat malam takbir atau mengikuti hiburan pascalebaran. Sebab, gesekan kecil yang disulut emosi dapat menyebabkan konflik horizontal seperti tawuran.

“Kita perkuat rasa persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI. Sesama saudara jangan saling bermusuhan. Lebaran ini kita harus ciptakan kondisi yang aman dan saling bermaafan,” tandas Kompol Sundoyo.

Editor : Kholistiono

  Ketua RW dan RT di Kelurahan Purwodadi Grobogan Terima THR

Para ketua RW dan RT di Kelurahan Purwodadi mendapat pembekalan masalah wawasan kebangsaan sebelum pembagian THR. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Senyum ceria menghiasi wajah ketua RW dan RT saat mengambil bonus tunjangan hari raya (THR) di kantor Kelurahan Purwodadi, Jumat (23/6/2017). Tiap ketua RW mendapat Rp 300 ribu dan Ketua RT Rp 250 ribu.

Meski nilainya tidak signifikan namun sejumlah ketua RT menyatakan cukup senang. Sebab, itu merupakan salah satu bentuk perhatian yang diberikan Pemkab Grobogan.

”Lumayan, bisa buat beli roti buat Lebaran. Kalau bisa, bantuan seperti ini bisa kita dapatkan tiap bulan atau tiga bulan sekali,” kata Sarono, salah satu ketua RW.

Sebelum acara pembagian THR, para ketua RT dan RW sempat mendapat pengarahan masalah wawasan kebangsaan yang disampaikan Danramil Purwodadi Kapten Martin. Setelah itu, dilanjutkan dialog interaktif dengan Kepala Kelurahan Purwodadi Hendro Sutopo.

Menurut Hendro, uang yang diberikan pada ketua RT dan RW itu adalah bantuan operasional dan biasa diberikan menjelang Lebaran. Sehingga, bantuan operasional itu lazim disebut sebagai THR.

“Nilainya tidak besar dan kami berharap ke depan bisa ditingatkan. Bantuan operasional ini hanya ada sekali dalam setahun dan disalurkan menjelang Lebaran,” jelasnya.

 

Editor : Akrom Hazami

Korsleting Listrik, Satu Rumah di Tanggungharjo Grobogan Ludes Terbakar

Korsleting Listrik, Satu Rumah di Tanggungharjo Grobogan ludes terbakar. (MuriaNewsCom /Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Musibah kebakaran kembali terjadi di Grobogan. Satu rumah milik Ahmar Kaerojie (48), warga Dusun Sidomulyo, Desa Tanggungharjo, Kecamatan Grobogan ludes terbakar, Jumat (23/6/2017) malam.

Selain bangunan dari kayu, api juga meludeskan barang berharga yang ada di dalam rumah. Antara lain, sepeda motor, mesin jahit, uang tunai Rp 5 juta dan beberapa karung gabah.

Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah yang terjadi sekitar pukul 23.30 WIB tersebut. Meski demikian, akibat peristiwa ini, korban kebakaran diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 120 juta.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa kebakaran sebenarnya sempat diketahui. Namun, dalam waktu singkat api sudah cepat membesar karena banyaknya barang mudah terbakar di dalam rumah.

Puluhan warga selanjutnya berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, upaya pemadaman ini tidak membawa hasil lantaran api sudah makin membesar akibat adanya hembusan angin kencang saat kejadian.

Tidak lama kemudian, dua armada  pemadam kebakaran dan personil Polsek Grobogan tiba dilokasi kejadian. Upaya pemadaman akhirnya bisa dituntaskan setelah berjibaku hampir 1,5 jam.

Sementara itu, Kasi Damkar Sutrisno ketika dimintai komentarnya menyatakan, dalam musibah tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Dari peyelidikan sementara, kebakaran tersebut diduga disebabkan konsleting listrik.

Editor : Akrom Hazami 

Waspadai Titik Kerawanan Macet di Rembang saat Arus Mudik Lebaran

Kondisi macet di area Jembatan Grasak Rembang beberapa hari lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Pembangunan jembatan Grasak di jalur Pantura, Desa Pandangan Kulon, Kecamatan Kragan, Rembang, membuat area tersebut terjadi penyempitan arus lalu lintas.

Dari pantauan di lapangan, dampak pekerjaan proyek pembangunan jembatan tersebut sempat mengakibatkan arus lalu lintas di jalur tersebut macet.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Rembang AKP Rikha Zulkarnain mengatakan, pihaknya telah menerjunkan beberapa personel untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas.

“Salah satunya yakni melakukan sistem buka tutup arus lalu lintas. Yakni, lalu lintas dari arah timur dan barat, berjalan secara bergantian,” paparnya.

Sementara itu, mengenai jalaur alternatif lainnya yang bisa dilalui oleh pemudik untuk bisa menghindari jalan tersebut, menurutnya, tidak ada jalur alternatif di dekat area tersebut. Untuk itu, solusinya adalah pemberlakuan rekayasa lalu lintas.

“Kalau jalur alternatif sih kayaknya tidak ada. Namun dengan cara sistem buka tutup ini nantinya bisa mengurai kemacetan yang ada,” paparnya.

Di sisi lain, pihaknya juga membeberkan bahwa di Rembang nantinya akan beberapa titik yang rawan akan kemacetan di saat Lebaran. Di antaranya yakni Jalan Diponegoro, Jalan Rembang-Lasem, tepatnya di daerah Karang Jahe.

“Untuk titik macet itu ada tiga wilayah, di antaranya yakni Jalan Diponegoro. Sebab, jalan ini berada di kawasan wisata Pantai Kartini. Sementara itu, jalan Rembang-Lasem yang berada di titik kawasan keluar masuknya kendaraan pengunjung Pantai Karang jahe dan di titik  pembangunan jembatan Grasak,” pungkasnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada sopir dan pemudik lainnya untuk selalu berhati-hati. Karena di Rembang ini rata-rata berada di titik rawan kecelakaan.

Editor : Kholistiono

Peta Jalur Alternatif Mudik di Kabupaten Pati

Peta jalur utama dan alternatif untuk mudik di Kabupaten Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bagian Operasional Polres Pati mencatat, jarak yang ditempuh untuk pemudik yang melalui jalur utama pantura Pati, 20,5 kilometer lebih dekat ketimbang jalur alternatif.

Namun, pemudik disarankan untuk melewati jalur alternatif bila jalur utama macet. Selain untuk keselamatan lalu lintas, penggunaan jalur alternatif diharapkan bisa mengurai kemacetan di kawasan pantura Pati.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo mengatakan, pemudik yang memilih jalur alternatif bisa lewat jalur lingkar selatan (JLS) ke kanan sampai kawasan Ngantru belok kanan menuju Gabus, Winong, Jakenan, Jaken dan Batangan.

“Meski jaraknya cukup jauh, terpaut 20,5 km, tetapi jalur alternatif disarankan bila jalur utama macet selama mudik. Puncak arus mudik diperkirakan tujuh hari sebelum Lebaran,” kata Kompol Sundoyo.

Pengendara yang dari arah Semarang ke Surabaya juga bisa memilih Kudus ke arah Cengkalsewu, Sukolilo kemudian setelah sampai di Jalan Pati-Kayen, bisa mengambil arah Jakenan dan berakhir di Batangan.

Bila di tengah-tengah kota macet, pengendara bisa mengambil arah jalan Pati-Tayu. Setelah sampai di pertigaan Wedarijaksa, ambil kanan lurus hingga sampai Juwana.

Kompol Sundoyo menambahkan, beberapa titik di jalur alternatif masih terdapat lubang kecil. Hanya saja, jalur tersebut masih layak dilalui dan terbilang cukup baik.

Terkait kondisi penerangan, pihaknya menemukan sarana penerangan yang mati di Jalan Pati-Tayu Km 6, Desa Sukoharjo, Wedarijaksa. Namun, dia memastikan bila jalur alternatif cukup layak dilalui pemudik.

Editor : Kholistiono

Polisi Imbau Takbir Keliling di Jepara Tidak Gunakan Mobil Bak Terbuka

Ilustrasi : Takbir keliling gunakan bak terbuka/Istimewa

MuriaNewsCom, Jepara – Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengimbau warga tak berlebihan dalam merayakan malam takbiran. Dalam rangka penyebaran pesan tersebut, Polres menggandeng takmir masjid untuk menyampaikannya kepada masyarakat di lingkungan masing-masing. 

“Kami minta bantuan kepada takmir untuk mensyiarkan agar pelaksanaan takbiran dilakukan di kampung masing-masing. Tidak membunyikan knalpot keras-keras, apalagi menaiki kendaraan truk bak terbuka,” ujar Kapolres Jepara usai menyampaikan amanat di Masjid Kholilurrahman kompleks Mapolres Jepara, Jumat (23/6/2017).

Ia menegaskan, jika membandel petugas polisi di lapangan tak segan menindak takbir keliling yang menggunakan truk bak terbuka. “Kami akan memberikan peringatan kepada yang nekat menggunakan truk bak terbuka sebagai kendaraan takbir keliling. Namun jika membandel, kami tidak segan untk memberikan tindakan,” katanya. 

Ketua MUI Jepara Mashudi mengatakan, masyarakat tetap boleh merayakan malam takbiran. Hanya saja, jangan sampai mengganggu ketertiban umum. 

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Jepara AKP Hadi Prastowo mengimbau peningkatan kewaspadaan lingkungan saat Lebaran. 

“Kepada masyarakat yang mudik, hendak menitipkan rumahnya pada tetangga sekitar. Untuk sarana seperti gudang mebel, kami imbau untuk mempekerjakan penjaga malam,” tutup Hadi. 

Editor : Kholistiono

Anjing Pelacak Polres Grobogan Diterjunkan untuk Strerilkan Tempat Keramaian  

Anjing Pelacak Polres Grobogan. (MuriaNewsCom /Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Berbagai upaya terus dilakukan aparat kepolisian dalam rangka menciptakan suasana aman menjelang Lebaran. Salah satunya dengan melakukan upaya sterilisasi tempat keramaian.

Antara lain, Terminal Induk Purwodadi dan Stasiun Ngrombo di Kecamatan Toroh. Pada dua lokasi ini terjadi peningkatan orang sejak beberapa hari terakhir.

Untuk menyeterilkan tempat keramaian ini tidak hanya dilakukan personel saja. Tetapi, juga didukung unit Satwa K-9 yang memiliki beberapa anjing pelacak. Dengan bantuan anjing pelacak bisa memungkinkan untuk mendeteksi gangguan yang tidak terdeteksi secara kasat mata.

“Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Salah satunya dengan memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat yang melakukan mudik,” kata Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Lamsir, Jumat (23/6/2017).

Menurutnya, sebelumnya pihaknya juga melakukan penyisiran dan pengecekan di lokasi lainnya yang dinilai punya tingkat kerawanan cukup tinggi. Yakni, di sejumlah bank dan pusat perbelanjaan.

Dia mengimbau kepada masyarakat yang mudik supaya memanfaatkan keberadaan pos pengamanan lebaran untuk istirahat ketika lelah. Para pemudiak diminta tidak memaksakan diri ketika kondisi fisiknya tidak fit.

“Sebaiknya istirahat kalau memang lelah atau ngantuk. Manfaatkan posko lebaran yang ada,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Dandim Bagikan Puluhan Paket Sembako Kepada Tukang Becak di Pati

Dandim 0718/Pati membagikan paket sembako kepada para tukang becak di kediamannya, Jalan P Sudirman, Pati, Jumat (23/6/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma membagikan puluhan paket sembako kepada tukang becak di kediamannya, Jalan P Sudirman, Pati, Jumat (23/6/2017).

Paket sembako itu diserahkan kepada puluhan tukang becak yang biasa beroperasi di kawasan Jalan P Sudirman dan kediaman Letkol Inf Andri. “Saya mewakili keluarga pribadi maupun satuan ingin berbagi kepada para tukang becak. Lebaran kurang dua hari lagi biar dimanfaatkan untuk kebutuhan Lebaran,” kata Letkol Inf Andri.

Berbagi kepada sesama diajarkan dalam agama Islam. Tak hanya doktrin agama, bersosial juga telah dipraktekkan Nabi Muhammad dan para sahabat.

Terlebih, di tubuh TNI ada program komunikasi sosial dengan masyarakat. Program itu yang dimanfaatkan Letkol Inf Andri untuk berbagi kepada tukang becak di Pati.

Sebelum sembako dibagikan, para tukang becak diminta ikut aktif membantu TNI AD menjalankan tugas di bidang keamanan teritorial. Sebab, TNI akan semakin kuat bila bisa menyatu, manunggal dengan rakyat.

“Paket sembako yang kami bagikan memang tidak seberapa. Tapi jangan dilihat isinya, lihatlah kemanfaatannya saat digunakan Lebaran. Lihatlah kebersamaan antara TNI dan wong cilik yang bisa memperkuat NKRI,” pungkas Letkol Inf Andri.

Editor : Kholistiono

50 Ribu Anak di Grobogan Sudah Punya Kartu Identitas Anak

Kepala Dispendukcapil Grobogan Moh Susilo menunjukkan salah satu berkas pemohon KIA. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Animo warga untuk mengurus Kartu Identitas Anak (KIA) bagi anak yang berusia kurang 17 tahun ternyata cukup tinggi. Indikasinya, hingga pertengahan bulan Juni ini sudah ada 50 ribu anak yang memiliki KIA.

Kepala Dispendukcapil Grobogan Moh Susilo menyatakan, pada awal tahun 2017, pihaknya menyediakan blangko KIA sebanyak 60 ribu unit. Saat ini, blangko tinggal tersisa 10 ribu unit saja.

“Kita perkirakan blangkonya tidak mencukupi hingga akhir tahun. Sehingga pada perubahan APBD 2017 kita akan tambah blangko KIA sebanyak 40 ribu lagi. Jadi nanti blangko keseluruhan yang kita siapkan ada 100 ribu,” jelasnya.

Susilo menjelaskan, jumlah penduduk Grobogan di bawah usia 17 tahun cukup banyak. Dari data akhir Mei 2017, jumlahnya mencapai 381.597 orang.

Masih dikatakannya, untuk memperluas cakupan kepemilikan KIA, pihaknya sudah melakukan beberapa upaya. Antara lain, menggandeng sekolah PAUD, TK dan SD untuk mendaftarkan muridnya secara kolektif guna mendapatkan KIA.

Kemudian, meluncurkan program pelayanan 3 in 1 sejak akhir 2016 lalu. Yakni, memberikan bonus 3 dokumen kependudukan pada bayi yang lahir instalasi kesehatan tertentu yang sudah menjalin kerja sama dengan Dispendukcapil. Bonusnya berupa kartu keluarga baru, akta kelahiran, dan kartu identitas anak (KIA) gratis.

Untuk sementara hanya bayi yang lahir di tujuh tempat saja yang bisa tercakup program tersebut. Yakni, di RSUD, RS Permata Bunda, RS Panti Rahayu dan Rumah Sakit Islam yang ada di Kota Purwodadi.

Kemudian, bayi yang lahir di tiga klinik kesehatan dan persalinan. Masing-masing, klinik Ganesha Husada dan Luqi Medika di Purwodadi serta klinik Tombo Ati di Kecamatan Grobogan.

“Sementara kita baru kerja sama program 3 in 1atau paket hemat di tujuh tempat itu. Targetnya, kita bisa kerjasama dengan semua instansi kesehatan secara bertahap,” jelas Susilo.

Susilo menambahkan, bagi orang tua yang ingin mengurus KIA bagi anaknya, bisa lewat online atau datang ke kantornya. Syarat untuk mengurus KIA antara lain, foto kopi KK dan KTP serta pas foto 1 lembar bagi anak yang usianya lebih 5 tahun.

 

Editor : Akrom Hazami

Sopir Bus Pemudik yang Tabrak Truk Tangki di Kudus Luka Parah

Korban kecelakaan memberikan keterangan kepada wartawan di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan antara bus pemudik PO New Aurel H 1717 BE dengan truk tangki Pertamina H 1981 GS di Kaliwungu, Kudus, Jumat (23/6/2017) siang, menyebabkan sopir bus terluka. Sopir bus, Supriyanto (39), mengalami luka parah. Akibatnya, Supriyanto harus menjalani perawatan intensif di RS Mardi Rahayu.

Humas RS Mardi Rahayu Reni, mengatakan, Supriyanto dirawat di RS Mardi Rahayu. Supriyanto mengalami luka parah di bagian kepala. “Sore ini pasien dioperasi. Ada dua dokter yang menangani, yaitu dokter junior dan dr Ngatman,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Sementara, Wahono (50) kernet truk tangki Pertamina mengatakan, dirinya mengalami luka di pelipis bagian kiri. Hal itu akibat benturan keras saat kecelakaan terjadi. Sopir truk, Sudarsono (50) warga Semarang juga mengalami luka ringan. Kini, sudah mendapatkan penanganan.

“Beruntung tangki yang dibawa kosong karena habis mengisi BBM Pertalite di SPBU Peganjaran. Rencana mau ke Semarang untuk mengisi kembali tangki ke SPBU kembali,” ucapnya.

Diberitakan, kecelakaan terjadi saat bus melaju oleng. Truk tangki yang melaju dari lawan arah berupaya menghindar. Namun jarak yang terlalu dekat, membuat benturan kendaraan tak terelakkan.

Editor : Akrom Hazami

Urai Kemacetan, Satlantas Rembang Lakukan Rekayasa Lalu Lintas di Titik Ini

Kemacetan di Jalan Kartini atau arah pasar Rembang atau arah Blora hingga pukul 15.00 WIB. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Satlantas Polres Rembang, pada Jumat (23/6/ 2017) melakukan rekayasa lalu lintas di area pasar Rembang Kota.

Pasalnya, menjelang lebaran ini di daerah tersebut sudah mulai nampak kemacetan dan padatnya kendaraan yang melintas di Jalan Kartini maupun Jalan Pemuda Rembang. Terlebih, jalan tersebut sebagai jalur utama Rembang-Blora maupun Bojonegoro menuju pantura.

Kaur Binops Satuan Lalu Lintas Polres Rembang Iptu Rohmat, mengatakan, H-2 Lebaran ini kepadatan iring – iringan mobil pemudik meningkat pesat, dibandingkan hari sebelumnya.

“Dengan kondisi itu, polisi kemudian memasang pagar pembatas di sebelah selatan bundaran pasar. Tujuannya, untuk mengarahkan mobil dari utara, tidak boleh langsung memutar bundaran atau belok menuju pasar. Sehingga langsung menuju Jalan Pemuda atau lurus,” paparnya.

Selain itu, ia juga menjalankan rekayasa lalu lintas, supaya penumpukan kendaraan atau kemacetan di area pasar bisa terurai.

“Ini juga sebagai langkah untuk mengurai kemacetan. Yakni dengan cara rekayasa lalu lintas. Kalu tidak ada rekayasa lalu lintas, dikhawatirkan jalur tersebut macet cukup panjang, mengingat juga berdekatan dengan lampu traffic light perempatan eks stasiun,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pemberlakuan rekayasa lalu lintas melihat situasi dan kondisi jalan. Artinya tidak penuh selama 1 hari, tapi antara pagi sampai siang hingga sore atau di saat jam – jam ramai. “Kemungkinan Sabtu akan dilakukan rekayasa serupa masih tetap berlangsung. Anggota siaga di titik tersebut, karena merupakan simpul kemacetan pada arus mudik Lebaran,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Razia Pekat di Margoyoso, Polisi Amankan 2 PK dan 3 Pemabuk

Polisi merazia salah satu warung yang menjual miras di Margoyoso. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polsek Margoyoso kembali melakukan razia penyakit masyarakat (pekat) ke sejumlah daerah di Kecamatan Margoyoso. Dalam razia tersebut, dua pemandu karaoke (PK) dan tiga pemabuk diamankan.

Kapolsek Margoyoso AKP Sugino mengatakan, operasi cipta kondisi dengan sasaran premanisme dan pekat tersebut dalam rangka mewujudkan situasi yang aman menjelang Lebaran. “Ada dua tempat yang kami razia, yaitu warung milik Dakir di Desa Purwodadi dan warung milik Suharto di Sidomukti,” ujar AKP Sugino, Jumat (23/6/2017).

Di warung Suharto, polisi mengamankan dua wanita yang diduga berprofesi sebagai PK. Keduanya adalah PM (29) dan AS (18), warga Desa Kajar, Kecamatan Trangkil.

Sementara di warung Dakir, polisi menciduk tiga pemuda yang sedang menenggak miras. Ketiganya adalah S (23), ZA (18), dan NZ (17), warga Desa Purwodadi, Margoyoso.

Ketiganya dalam kondisi mabuk, usai mengonsumsi miras. “Kelima orang hasil operasi cipta kondisi kami amankan untuk dilakukan pendataan dan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi,” tuturnya.

AKP Sugino mengimbau kepada warga Margoyoso untuk tidak sekali-kali membeli dan menenggak miras. Selain bersifat racun untuk tubuh, miras menjadi pintu awal tindak kejahatan seperti perkelahian, pembunuhan, hingga pemerkosaan.

Salah satu kasus pemerkosaan di Margoyoso, pelaku mencekoki korban menggunakan miras yang dibeli dari warung Dakir. Setelah dicekoki miras, korban yang masih di bawah umur diperkosa.

Dia berharap, kasus serupa tidak terjadi lagi di Margoyoso. “Jangan ada korban-korban lainnya dari miras. Kami ajak pemuda di Margoyoso untuk bersatu, mengikuti nasehat para kiai untuk mengatakan tidak pada miras,” tandas AKP Sugino.

Editor : Kholistiono

Bus Pemudik Hantam Truk Tangki di Kudus 

Bus yang nyungsep di jalur lingkar selatan Jetak, Kaliwungu, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan pemudik kembali terjadi di jalur Kabupaten Kudus. Kali ini melibatkan bus pemudik PO New Aurel H 1717 BE dengan truk tangki Pertamina H 1981 GS di jalur lingkar selatan Jetak, Kaliwungu, Kudus, Jumat (23/6/2017) siang.

Saat kecelakaan, bus dengan tulisan Rombongan Bus Mudik Lebaran Kementerian Kesehatan di bagian belakang, dalam kondisi tanpa penumpang. Informasi lapangan, seluruh penumpang sudah turun sebelum kecelakaan.

Sopir bus diinformasikan mengalami luka. Saat ini, sopir bus tak sadarkan diri dan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sedangkan sopir truk mengalami luka ringan. Sopir truk sedang diperiksa sekarang.

Kanit Laka Polres Kudus AKP Ngatmin, saat di lokasi, menuturkan kronologi kecelakaan. Bus melaju oleng. Truk tangki yang melaju dari lawan arah berupaya menghindar. Namun jarak yang terlalu dekat, membuat benturan kendaraan tak terelakkan.

“Kami masih menyelidiki kasus tersebut. Sopir bus mengalami luka dan tak sadarkan diri dan saat ini dibawa ke rumah sakit. Sementara sopir mobil Pertamina juga mengalami luka namun tak parah karena masih sadar, saat ini masih diselidiki,” katanya kepada MuriaNewsCom.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Perampokan di Pengkol Jepara

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Polres Jepara mengklaim telah mengantongi identitas pelaku perampokan, yang menggondol uang jutaan rupiah dan perhiasan emas, di Kelurahan Pengkol, Jepara. Saat ini tengah dilakukan upaya pengejaran oleh tim Reskrim. 

“Kami sudah mengetahui pelaku yang melakukan tindakan tersebut. Sudah terbaca siapa tersangkanya.” ujar Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho, Jumat (23/6/2017).

Untuk upaya pengejaran tersangka, pihaknya juga telah bekerja sama dengan Polres yang berbatasan langsung dengan Jepara. Tujuannya, untuk mempersempit ruang gerak pelaku. 

Dirinya mengatakan, pelaku bukanlah amatiran, yang baru saja melakukan tindak kejahatan. Hal itu karena proses kejadian yang terbilang cepat. 

Adapun kasus tersebut terjadi pada Kamis (22/6/2017), menimpa sebuah rumah yang berada pada Jl Kopral Sapari 43, Kelurahan Pengkol, pada pukul 19.30 WIB. Pelaku diketahui menggunakan modus berpura-pura menjadi tamu, memanfaatkan waktu lengang saat salat tarawih. 

Pelaku diketahui mengajak tuan rumah Hamidah yang sudah renta untuk mengobrol. Ia kemudian berpura-pura meminta izin menuju kamar mandi. Namun itu hanya siasat, agar pelaku dapat mengacak-acak kamar milik korban. Hasilnya pelaku berhasil menggondol uang sebesar Rp 8 juta dan delapan buah perhiasan emas. 

Editor : Kholistiono