Laga Uji Coba Persijap di SGBK Masih Terganjal Perizinan

 

Suasana bukber dan diskusi antara manajemen dan suporter Persijap Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pelatih Persijap Jepara Fernando Sales mengaku masih membutuhkan beberapa kali ajang uji coba, untuk menjajal strategi yang pas untuk timnya. Namun sayang, untuk pertandingan uji coba yang bertempat di Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK), hingga kini belum mendapatkan lampu hijau dari aparat keamanan.

Hal itu diungkapkan Chief Executive Organizer (CEO) Persijap Esti Puji Lestari, saat diskusi manajemen dan suporter Laskar Kalinyamat, Senin (5/6/2017) petang. Di penghujung acara, ia membacakan draft ikrar damai antarsuporter dan manajemen. Ia lantas menyerahkan rumusan tersebut kepada perwakilan pendukung untuk dipelajari. 

Secara singkat, draft tersebut berisi tentang kesepakatan antar manajemen dan suporter, agar menjaga suasana kondusif, di saat dan sesudah Persijap bermain di kandang. 

“Tanpa ini (kesepakatan ikrar damai) izin keamanan sulit didapatkan setelah apa yang terjadi kemarin. Pada saat ini kita harus jadi suporter dewasa, untuk ambil langkah strategis supaya hubungan dengan pihak keamanan baik. Karena sangat sedih bagi saya untuk tidak dapat mengadakan pertandingan di Jepara lagi, karena ini adalah akarnya Jepara. Dulu saya janji tak akan bawa Persijap keluar Jepara,” ujarnya. 

Ia meminta kepada perwakilan suporter yang hadir saat itu untuk mendiskusikan draft tersebut. Setelahnya, Esti meminta agar kesepakatan tersebut disetujui pendukung. Dengan itu ia berharap, suporter dan manajemen tercipta visi untuk menjaga kedamaian pada saat dan sesudah pertandingan Persijap digelar di SGBK. 

Esti mengatakan, saat ini telah mendapatkan tawaran dari berbagai klub untuk mengadakan beberapa pertandingan uji coba. Namun hingga saat ini dirinya belum mengiyakan. Termasuk tawaran dari Timnas U19.

“Pertemuan ini (buka bersama dan diskusi) juga penting karena saya bisa bertatap muka dengan mereka. Namun demikian ini bukan hal pertama. Kemungkinan kalau ini (izin tak diberikan) akan melakukan pertandingan away tandang, tapi saat ini sedang mencari yang dekat, karena kalau puasa kan transportasinya agak sulit. Namun kita masih berusaha agar setidaknya ada satu pertandingan home di bulan Ramadan, karena banyak yang meminta tapi bergantung perizinan,” imbuhnya. 

Sementara itu, Fernando Sales mengaku saat ini tengah mencari strategi yang pas untuk timnya. Dikatakannya, pada saat laga-laga awal Liga 2 strateginya berjalan.

“Kita menerapkan banyak strategi (pada saat latihan). Strategi yang saya terapkan berjalan baik saat melawan PSGC dan Persibas. Namun karena beberapa pemain cidera, performa mereka menurun jadi saya pikir untuk menata garis pertahanan. Saya suka bermain menggunakan formasi 4-2-3-1 atau 4-3-3 karena kita bisa memainkan pola menyerang, namun kadang kita tak bisa menerapkannya,” katanya. 

Di samping itu, beberapa hal yang masih perlu dibenahi olehnya adalah faktor konsentrasi dan kurangnya penyerang yang haus gol. Terkait Playmaker Fernando berkata masih memiliki Gipsy dan Adit. Hanya saja Gipsy sempat mengalami infeksi gigi, hingga permainannya menurun. 

“Kita pernah melakukan pertandingan tertutup dengan tim lokal, dan tim berhasil membuat skor. Kita juga masih memiliki pertandingan kandang namun hal itu menunggu dari perizinan. Dan tentu saja kami memerlukan banyak pertandingan uji coba,” tutup Pelatih asal Brazil tersebut.

Editor : Kholistiono