Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Mahasiswa UMK Rancang Alat Pengering Ikan Asin Tenaga Angin



   /  @ 13:30:14  /  3 Juni 2017

    Print       Email

Pemasangan rangkaian elektronik yakni merancang automatic fish dryer. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Terinspirasi membantu meningkatkan produktivitas nelayan Kabupaten Pati, khususnya di Dukuhseti, yang banyak warganya jadi nelayan dan memproduksi ikan asin, empat mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) merancang alat pengering ikan (automatic fish dryer) dengan menggunakan tenaga angin.

Keempat mahasiswa itu adalah Ahmad Edi Waluyo dan M Imha Ainun Najib (Prodi Teknik Informatika), Erna Mutiasari (Prodi Agroteknologi) dan Miftahul Inayah (Prodi Akuntansi) dengan Rina Fiati ST. MCs. sebagai dosen pembimbing.

‘’Di daerah pesisir Kabupaten Pati, banyak nelayan yang juga memproduksi ikan asin. Namun proses produksinya masih konvensional, yakni dijemur di bawah terik matahari,’’ ujar salah satu dari mereka, Edi Waluyo.

Edi dan teman-temannya tersebut melihat, proses pengeringan secara konvensional ini memakan waktu lama. ‘’Proses pengeringan ikan asin dengan cara konvensional, bisa memakan waktu dua hari,’’ paparnya.

Untuk itulah, dia dan teman-temannya pun melakukan observasi dan kajian, yang akhirnya muncul ide membuat automatic fish dryer dengan menggunakan tenaga angin. Mesin automatic fish dryer rancangan mahasiswa UMK ini memiliki tinggi mesin 120 cm dan lebar 40 cm, dengan kapasitas 3 rak atau sekitar 3 kg.

Menurut keterangan Edi dan teman-temannya, mesin rancangannya itu memiliki keunggulan untuk proses produksi ikan asin bagi para nelayan, karena waktu pengeringan yang dibutuhkan jadi lebih singkat. ‘’Hanya butuh waktu sekitar 6 jam saja,’’ ungkapnya.

Mengenai energi angin yang dipergunakan, jelasnya, karena di daerah pesisir itu kaya energi angin, yang bisa dimanfaatkan untuk energi listriknya, sehingga bisa hemat. ‘’Keunggulan lain automatic fish dryer dengan menggunakan tenaga angin ini, yaitu tidak terpatok pada cuaca. ‘’Dengan mesin ini, musim hujan pun nelayan bisa memproduksi ikan asin,’’ paparnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →