Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Persijap Incar Kemenangan di Jatidiri



Reporter:    /  @ 11:56:19  /  3 Juni 2017

    Print       Email

Suasana latihan tim Persijap di Stadion Gelora Bumi Kartini, beberapa saat lalu.(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap memboyong 25 pemain untuk menghadapi PSIS, pada laga persahabatan di Stadion Jatidiri, sore ini. Ajang ini akan dimanfaatkan anak-anak Fernando Sales untuk menjajal strategi dan memainkan pemain baru sebelum memasuki kompetisi di bulan Juli. 

Kepada MuriaNewsCom, Pelatih Persijap Fernando Sales mengatakan, timnya siap menghadapi Mahesa Jenar. Ia mengincar kemenangan untuk meningkatkan kepercayaan diri menghadapi kompetisi Liga 2 yang akan bergulir kembali pada bulan Juli nanti.

“Sampai saat ini, semua pemain kami belum ada yang mengalami cidera. Pada pertandingan kami tentu saja ingin memenangkannya. Hal ini untuk memberikan rasa percaya diri kepada tim bergerak maju untuk mencapai tujuan kami,” katanya, Sabtu (3/6/2017). 

Di samping tujuan di atas, Sales juga mengungkapkan keinginannya utuk dapat melihat performa beberapa pemain. Hal itu karena, jeda antara putaran pertama dan kedua yang dinilainya tak cukup untuk melihat permainan sebagian dari pemainnya.

Dilansir dari fanpage Persijap, ada empat pemain yang dibawa ke Semarang. Mereka adalah Tommy Oropka (penyerang), Nurmufid Fastabiqul Khoirot (pemain bertahan) Joko Tutuko (penyerang) dan Syahrul Romadhon (penyerang). 

Lebih lanjut ia mengungkapkan, pada laga kontra PSIS yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 20.30 WIB itu, Sales ingin menjajal strategi baru. 

“Laga ini adalah kesempatan bagi saya untuk melihat kemampuan pemain anyar, mencoba formasi baru dan memberikan kesempatan bagi pemain yang sering berada di bangku cadangan untuk bermain serta tentu saja menyiapkan tim untuk berlaga di dua pertandingan sebelum masuk ke putaran kedua,” imbuh pelatih asal Brazil ini. 

Ditanya mengenai racikan strategi, Sales menginstruksikan pemainnya untuk tidak kaku namun lebih fleksibel menyikapi pertandingan. 

“Strategi lebih kompleks dari sekedar formasi 1-3-4-3, 1-4-2-3-1 atau 1-4-4-2, tentu saja kita telah memiliki strategi. Mereka (pemain Persijap) tahu di mana dan bagaimana saya instruksikan mereka untuk menekan, bagaimana mereka menata garis pertahanan. Namun, permainan selalu berubah setiap waktu. Yang lebih penting dari formasi adalah, setiap pemain harus bersiap untuk segala macam keadaan,” tutup Sales. 

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →