Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Tanggap Bencana, NU Kerja Sama dengan Australia



   /  @ 10:00:49  /  3 Juni 2017

    Print       Email

Rombongan Tim Monev Lembaga penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Pusat melakukan kegiatan di Kudus, di pendapa kabupaten setempat. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Rombongan Tim Monev Lembaga penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Pusat melakukan kegiatan di Kudus, di pendapa kabupaten setempat, beberapa hari lalu.

Mereka bersama Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) dan Departement Of Foreigh Affairs and Trade (DFAT) perwakilan Dubes Australia disambut Sekda Kabupaten Kudus Nor Yasin.

Ketua LPBI NU pusat M Ali yusuf mengatakan Kudus dipilih karena berdasarkan data dari BNPB Jawa Tengah, termasuk tiga besar rawan bencana se-Indonesia.

“Kesiapsiagaan bencana tidak hanya relawan, namun lebih penting dari masyarakat. Karena yang mengenal daerahnya dan kali pertama terdampak. Ke depan, kami akan memberi pengerahan dan pelatihan tanggap bencana sejak dini kepada masyarakat,” kata Ali dalam rilis persnya. 

Dia menjelaskan,  program kesiapsiagaan dari LPBI NU ini,  sudah berjalan sejak 2016. Juga bekerja sama dengan pemerintah Australia melalui DFAT. 

Selain itu ada rencana membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). Forum ini sebagai wadah kordinasi antar lembaga,  ormas, relawan, pemerintah daerah dan dunia usaha. Tujuannya, agar bantuan disalurkan nantinya tidak saling tumpuk dan pembagian tugas lebih jelas. 

Dari Kedutaan Australia Piter Edward mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Persatuan Bangsa Bangsa (PBB)  yang memiliki kewenangan terhadap tanggap bencana di Indonesia.

“Memang lembaga yang bergerak di bidang siaga bencana di Indonesia banyak. Mereka juga luar biasa,  sebab relawannya siap terjun ke medan terberat sekalipun,” terangnya. 

Sementara itu Ketua LPBI NU Kabupaten Kudus Gufron mengatakan, jumlah anggotanya ada 79 orang,  tapi yang telah mengikuti pelatihan tanggap bencana sekitar 25 anggota.

Mereka di latih segala hal yang berkaitan dengan kebencanaan, “Monitoring evaluasi ini,  sungguh bermanfaat.  Kami mendapatkan masukan dari pusat yang harus diperbaiki di daerah,” jelasnya. 

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →