Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Kudus Alami Inflasi Tertinggi Se-Jateng Selama Mei



Reporter:    /  @ 21:36:46  /  2 Juni 2017

    Print       Email

Sapto Harjuli Wahyu, Kepala BPS Kudus memaparkan tentang inflasi selama Mei 2017, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Selama Mei 2017, Kudus mengalami inflasi sebesar 0,80 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 135,30 persen. Inflasi pada Mei tersebut merupakan inflasi tertinggi se-wilayah Jawa Tengah.

Sapto Harjuli Wahyu, Kepala BPS Kudus mengatakan saat konferensi pers di kantornya, Jumat (2/6/2017) mengatakan, seluruh Jawa Tengah mengalami inflasi selama Mei. Kudus merupakan daerah inflasi tertinggi.

“Disusul dengan Tegal sebesar 0,74 persen, Purwokerto 0,66 persen, Semarang 0,59 persen, Cilacap 0,59 persen dan inflasi terendah terdapat di Surakarta dengan besaran 0,33 persen,” katanya saat memberikan pemaparan.

Menurut dia, inflasi di Kudus pada Mei tak hanya tertinggi se-Jateng, namun juga melebihi inflasi pada April lalu. Tercatat, selama April inflasi Kudus di angka 0,05 persen atau jauh lebih rendah dengan IHK 134,22 persen.

Inflasi terjadi, lantaran terjadi kenaikan harga yang ditunjukan oleh naiknya indeks beberapa pengeluaran. Seperti kelompok bahan makanan 1,84 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,54 persen serta sejumlah kelompok lainya.

Dari sekian banyak komoditas yang ada, yang paling besar memberikan sumbangan terhadap inflasi adalah jenis telur ayam ras, bawang putih, beras, bensin, tarif listrik, rokok dan juga pisang.

Sementara, beberapa komoditas malah menyumbangkan deflasi, seperti jenis cabai rawit, biskuit, melon, jeruk, tarif pulsa hp, bayam serta udang basah.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →