Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Pati Dibidik Jadi Pusat Pengembangan Itik Terbesar di Indonesia



Reporter:    /  @ 13:00:25  /  2 Juni 2017

    Print       Email

Saiful Arifin (kiri) meneken kerja sama pengembangan itik di Pati dengan PT Putra Perkasa Genetika dan Bank BRI, Kamis (1/6/2017) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kabupaten Pati dibidik menjadi salah satu pusat peternakan itik terbesar di Jawa Tengah, bahkan Indonesia. Hal itu disampaikan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI I Ketut Diarmita, Jumat (2/6/2017).

Bahkan, dia akan mendorong dengan langkah-langkah supervisi, apa pun yang dibutuhkan untuk pengembangan bebek di Kabupaten Pati. Ungkapan itu disampaikan, setelah melihat keseriusan Wakil Bupati Pati terpilih Saiful Arifin melalui CV Rafindo Agro Makmur meneken kerja sama strategis di bidang peternakan dengan produsen pembibitan PT Putra Perkasa Genetika dan Bank BRI, Kamis (1/6/2017) malam.

“Apa pun yang dibutuhkan untuk pengembangan itik di Pati, saya dukung. Semua untuk kepentingan masyarakat. Katakan bahwa Pati ini bisa. Pati yang bisa bangun ya warga Pati sendiri. Kita wariskan langkah-langkah baik kepada anak cucu. Kalau bisa itiknya nanti diekspor,” ujar I Ketut Diarmita.

Menanggapi dorongan tersebut, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah Agus Waryanto justru ingin menjadikan Pati sebagai center of excellence pengembangan bebek di Jawa Tengah dan Indonesia. Dia berharap, peternak bebek bisa naik kelas.

Karena itu, Pemrov Jateng akan mendukung supaya peternakan itik di Pati bergaung di panggung nasional melalui upaya pengembangan berbasis teknologi dan inovasi. Terlebih, Pati menduduki peringkat kelima sebagai daerah dengan populasi itik tertinggi di Jawa Tengah.

“Populasi itik terbesar di Jawa Tengah masih dipegang Brebes, Tegal dan Klaten. Posisi Pati di peringkat kelima, tapi akselerasinya cepat. Sejak 2011, pertumbuhan populasinya mencapai 10 persen. Ini harus kita dukung bersama,” ucap Agus.

Sementara itu, Saiful Arifin mengaku memiliki misi untuk menjadikan Pati sebagai salah satu produsen pengembangan itik terbesar di Indonesia. Hal itu dilakukan dengan menjalin mitra strategis dengan perbankan dan peternak itik dari kalangan wong cilik.

Peternak itik tidak perlu repot dengan masalah keuangan karena sudah bekerja sama dengan perbankan. Mereka juga tidak perlu memikirkan market, karena sudah ditampung dengan harga sesuai dengan kontrak.

“Ini simbiosis mutualisme. Peternak itik cukup fokus mengembangkan itik sesuai standar, market sudah ada yang menampung. Harga per ekor sesuai dengan kontrak sehingga tidak merugi ketika harga turun. Bila harga itik di pasaran naik, mereka mendapatkan bonus sekian persen dari laba,” tuturnya.

Saat ini, sudah ada sekitar 30 peternak itik yang menjalin kerja sama. Program tersebut sengaja membidik peternak dari kalangan “wong cilik” agar mereka punya kepastian peternakan itik, baik berupa modal maupun market.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →