Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Heboh, Pohon Pisang Berbuah Seribu di Dekat Makam Ki Ageng Selo Grobogan



Reporter:    /  @ 10:30:41  /  2 Juni 2017

    Print       Email

Inilah pohon pisang berbuah seribu di Desa Selo, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pohon pisang yang ditanam Hisyam (50), warga Dusun Pajimatan, Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo, Grobogan jadi pusat perhatian warga dalam beberapa hari terakhir. Soalnya, pohon pisang ini beda dengan umumnya karena memiliki buah sangat banyak.

Saking banyaknya, banyak yang menyebut jika jumlah buahnya mencapai seribu biji. Sementara jumlah sisirnya ada puluhan. Tinggi tandan pisangnya hampir mencapai 3 meter. Pohon pisang itu ditanam di depan rumah hampir mepet dengan jalan. Lokasinya, di sebelah utara perempatan jalan menuju kompleks makam Ki Ageng Selo. 

“Pohon pisang ini umurnya sekitar tujuh bulan. Katanya ini jenis pisang seribu,” kata Hisyam.

Bibit pisang itu didapat dari warga Dusun Tanen masih di Desa Selo. Ceritanya, saat itu Hisyam yang hendak pergi ke sawah bersama cucunya melihat ada buah pisang unik di pekarangan warga. Lantaran cucunya tertarik, ia pun akhirnya meminta satu tunas atau anakan pisang tersebut.

“Saya hanya minta satu anakan saja waktu itu. Kemudian saya tanam di depan rumah. Sekarang bentuknya seperti ini,” jelasnya.

Sekitar enam bulan setelah ditanam, pisang itu tumbuh sempurna dan mulai mengeluarkan bunga atau jantung. Makin hari, jantung terus tumbuh menghasilkan pisang. Bertambahnya buah baru berhenti setelah jantung menyentuh tanah.

Setelah itu, pisang yang keluar dari jantung memasuki masa pembesaran. Lalu, sedikit demi sedikit buahnya mulai masak dari bagian pangkal atau atas.“Buah yang matang sudah sempat saya cicipi. Rasanya manis dan agak khas,” terangnya.

Tidak lama setelah berbuah, pohon pisang tersebut juga mulai mengeluarkan beberapa anakan. Namun, sebagian anakan sudah diminta peziarah yang datang ke makam Ki Ageng Selo. “Terakhir, ada peziarah dari Lamongan yang menginginkan anakan pisang. Ini, anakannya tinggal beberapa saja dan mau saya tanam sendiri,” sambung Hisyam.

Keberadaan pisang unik tersebut juga jadi tempat favorit peziarah maupun remaja setempat. Yakni, lokasi pisang yang tumbuh menjuntai ke tanah itu dijadikan tempat foto bareng atau swafoto.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →