Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

10 Penari Sufi Akan Meriahkan Kebonturi Berselawat



Reporter:    /  @ 08:00:29  /  1 Juni 2017

    Print       Email

Penari sufi dalam acara Suluk Maleman beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak sepuluh penari sufi dijadwalkan akan memeriahkan agenda Kebonturi Berselawat di Desa Kebonturi, Jaken, Pati, Senin (5/6/2017) malam, usai tarawih.

Agenda yang diadakan mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) STAIN Kudus tersebut juga menghadirkan Kiai Budi Harjono dari Semarang dan Habib Abdullah, serta Hadroh Jam’iyyah Gandrung Nabi dari Purwodadi.

“Penutupan KKN STAIN Kudus kebetulan bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Jadi, kita adakan sesuatu yang berkesan kepada masyarakat berupa selawat dan ngaji bareng kiai, serta habib,” ujar Ketua Panitia, Khabib Khusen, Rabu (31/5/2017).

Menurutnya, ada alasan mendalam kenapa penari sufi dihadirkan dalam gebyar Ramadan dan penutupan KKN STAIN Kudus tersebut. Salah satunya, seorang penari sufi yang memutar-mutar tanpa lelah dan pusing menyimbolkan manusia melawan ego.

Manusia terdiri dari berbagai lapis dimensi, sedangkan dimensi material berupa jasad paling sering mendominasi hidup manusia. Penari sufi mengajarkan manusia untuk melepaskan ego demi kecintaan kepada Tuhan.

Sama halnya dengan puasa, manusia diajak untuk menahan ego berupa nafsu, makan dan minum. Tujuannya untuk mengasah dimensi ruhani dan sejenak melupakan dimensi material yang sering mendominasi kehidupan manusia.

“Penari sufi dan puasa Ramadan punya tujuan yang sama, sama-sama mendekatkan diri kepada Tuhan dan mengesampingkan yang material. Acara Kebonturi berselawat boleh diikuti umum,” tandas Khabib.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →