Pemkab Jepara Lakukan Penataan Alur Kali Wiso dan Kali Kanal

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Jepara – Pemkab Jepara telah melakukan penataan pada alur Kali Wiso dan Kali Kanal. Hal itu mengingat kondisinya yang mengalami pendangkalan. 

Kabid Pengairan  Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jepara Ngadimin mengatakan, pengerukan lumpur telah dilakukan beberapa pekan lalu. Sedangkan hasil keruk telah diletakan di pinggir sungai. 

”Dalam penataan alur ini, kita tidak mengeluarkan lumpur keluar sungai. Tapi hanya dipindah ke pinggir sungai pada bagian kanan dan kiri. Hal itu bermaksud agar air mengalir melalui bagian tengah kali,” katanya. 

Ia mengatakan, pengerjaan dilakukan pada Kali Kanal terlebih dahulu. Sedangkan Kali Wiso menyusul kemudian. Pengerjaan pertama dilakukan pada Kali Kanal dari Bendung Bapangan hingga Kali Kanal Tengah yang  bersebelahan dengan Polres Jepara. Setelahnya menyusul pengerjaan ke Kaliwiso dari Bendung Bapangan hingga ke Panggang Pandean. 

Penataan alur kedua sungai tersebut, kata Ngadimin, menggunakan dana dari APBD Jepara, sebesar Rp 50 juta. 

Editor : Kholistiono

Hadapi Persipur, PSIR Bertekad Teruskan Tren Positif

Pemain PSIR saat melakukan latihan beberapa waktu lalu di Stadion Krida Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Kepercayaan diri PSIR meningkat setelah mereka menang 1-0 atas Persiba Bantul dalam laga perdana pada Liga 2 di Stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta, pada Sabtu (22/4/2017) lalu.

PSIR akan melakoni laga lanjutan dengan menjamu Persipur pada Minggu (30/4/2017) di Stadion Krida Rembang. PSIR bertekad akan meneruskan tren positif ketika menjamu tamunya besok sore.

Manajer PSIR Wiwin Winarto mengaku lega dengan hasil yang dicapai timnya pada laga perdana. Meski demikian, timnya tidak mau menganggap remeh Persipur, meski pada laga awal, Persipur kandas ketika menjamu PSIS.

“Tekad kita tentunya bisa memetik poin penuh, ketika menjamu Persipur besok. Apalagi, sebelumnya kita juga mampu meraih poin penuh ketika bertamu di markas Persiba Bantul. Kita harap, tren positif ini berlanjut,” ujarnya.

Apalagi menurutnya, PSIR bermain di kandang esok hari. Sehingga, dukungan dari supporter diharapkan mampu memompa semangat tim untuk bermain lebih apik lagi dan mampu menambahkan poin sempurna.

Sementara itu, Pelatih PSIR Hadi Surento menegaskan, kunci kemenangan timnya adalah kekompakan dan disiplin. “Yang penting disiplin dan kompak. Mengutamakan penyerangan dan bertahan dengan baik,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Begini Serunya Lomba Karawitan SD Se-Kecamatan Tanggungharjo Grobogan

Para siswa SD di Kecamatan Kecamatan Tanggungharjo Grobogan sedang menunjukkan kebolehannya dalam lomba karawitan, Sabtu (29/4/2017) (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Untuk pertama kalinya, UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Tanggungharjo, Grobogan, menggelar lomba karawitan antar-SD, Sabtu (29/4/2017). Pelaksanaan lomba yang dilangsungkan di GOR Desa Sugihmanik tersebut diikuti 22 SD.

“Jumlah SD keseluruhan di Kecamatan Tanggungharjo ada 27. Tapi yang ikut lomba kali ini baru 22 SD,” jelas Kepala UPTD Kecamatan Tanggungharjo Kudloifi Heny.

Pelaksanaan lomba berlangsung seru dan disaksikan ratusan orang. Masing-masing sekolah mengerahkan suporter untuk menambah semangat pada timnya.

Lomba karawitan juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Grobogan HM Nurwibowo yang juga merupakan salah satu tokoh masyarakat di Kecamatan Tanggungharjo.

Setelah dinilai dewan juri, tim karawitan dari SDN Ringinpitu 04 dinobatkan sebagai juara. Disusul urutan kedua adalah SDN Tanggungharjo 01.

“Selain uang pembinaan, para juara juga kita kasih piala dan piala bergilir bagi juara umum. Piala bergilir ini kita sediakan karena lomba ini dijadwalkan akan rutin digelar tiap tahun,” jelasnya.

Kudloifi menyatakan, ada beberapa tujuan dilakukannya lomba kesenian tradisional buat anak SD tersebut. Yang utama tentu saja untuk mengenalkan sekaligus buat melestarikan kesenian warisan leluhur pada generasi penerus.

Tujuan lainnya adalah untuk menekan dampak negatif dengan pesatnya teknologi yang sudah menjangkau hingga wilayah pedesaan. Seperti, penggunaan ponsel, layanan internet dan televisi.

Editor : Akrom Hazami

Pesilat Grobogan Diminta Pertahankan Tradisi Emas di Level Nasional

Ratusan pesilat dari 18 perguruan siap bersaing menjadi yang terbaik dalam Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup 2017 (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup 2017 resmi dibuka di GOR Simpanglima Purwodadi, Sabtu (29/4/2017). Pembukaan even dua tahunan dilakukan Kepala Disporabudpar Grobogan Karsono. Acara pembukaan juga dihadiri Ketua Umum KONI Grobogan Fatchur Rachman dan Ketua IPSI Grobogan Sintono.

Menurut Karsono, sejauh ini, prestasi pesilat dari Grobogan dinilai cukup bagus. Sebab, dalam even resmi di level Jawa Tengah maupun nasional selalu berhasil mendulang medali emas.

“Seperti pada even PON tahun lalu, pesilat Grobogan juga mampu meraih emas. Perolehan medali emas ini harus jadi tradisi yang perlu dipertahankan. Bahkan, kalau bisa terus ditingkatkan,” jelasnya.

Ia berharap, melalui even piala bupati tersebut akan muncul bibit-bibit baru yang potensial. Melalui kejuaraan tersebut hendaknya juga dijadikan tolok ukur pembibitan pesilat, dan keberhasilan pembinaan yang dilakukan tiap perguran.

Sementara itu, dari laporan panitia, total ada 134 pesilat yang ambil bagian dalam even tersebut. Terdiri dari 88 pria dan 46 putri. Para atlit ini berasal dari 18 perguruan.

“Jumlah perguruan keseluruhan ada 22. Tapi yang memastikan ikut ada 18 perguruan. Dalam even ini ada 15 kelas tanding dan 6 kelas seni, putra dan putri. Kejuaraan akan kita langsungkan sampai Minggu besok,” kata Ketua Panitia Bupati Cup 2017 Pujiyono.

Editor : Akrom Hazami

 

4.967 Siswa di Rembang Bakal Ikuti UNKP Tingkat SMP

Ilustrasi Ujian Nasional.(MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Rembang – Sebanyak 4.967 siswa dari 62 SMP dan MTs se-Kabupaten Rembang bakal mengukuti Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) pada pekan depan, yakni 2,3,4 dan 8 Mei 2017.

Kabid Pembinaan SMP pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Rembang Ahmad Solhan mengatakan, secara keseluruhan SMP dan MTs di Rembang jumlahnya mencapai 95 sekolah. Sedangkan yang melaksanakan UNKP sebanyak 62 sekolah.

Menurutnya, untuk hari pelaksanaan UNKP sama dengan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Hanya saja, untuk jam dimulainya ujian, untuk UNKP dimulai pukul 10.30 WIB hingga 12.30 WIB.

Kemudian, UNKP juga masih memberlakukan sistem posko atau sub rayon, sebagai tempat pengambilan dan pengumpulan Lembar Jawab Ujian Nasional (LJUN).

“Untuk rayonnya sendiri berada di Dindikpora. Sedangkan untuk sub rayonnya akan ditempatkan di SMPN 1 Sulang, SMPN 3 Pamotan dan SMPN 1 Kragan,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga berharap, terkait masih banyaknya sekolah yang menggelar UNKP tersebut, tahun depan dapat mendaftarkan diri untuk menggelar UNBK. “Mudah-mudahan tahun depan sekolah ini bisa menggelar UNBK. Saya juga berharap, nantinya sekolah yang menggelar UNKP bisa berjalan lancar,” harapnya.

Editor : Kholistiono

Di Kudus, Romahurmuzy Beberkan 3 Nama yang Dilirik PPP Maju di Pilgub Jateng

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy saat memberikan keterangan ke wartawan di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy membeberkan tiga nama yang kemungkinan dilirik meramaikan bursa Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018. Hal itu disampaikannya di kantor DPC PPP Kudus, Sabtu (29/4/2017).

“Internal sejauh ini memang masi memilah-milah kader-kader PPP yang ada di tingkat  pusat. Misalnya Jawa Tengah. Saya belum bisa sebut nama-nama. Tetapi memang beberapa nama-nama cukup selama ini menghiasi panggung jawa tengah itu pak Kowam, pak Zainut Tauhid,  kemudian ada Pak Arwani,” kata Romahurmuzy.

Menurutnya, nama-nama itu sudah cukup populer di Jawa Tengah. Kendati demikian, pihaknya tetap akan melihat elektabilitasnya untuk kemungkinan maju di Pilgub Jawa Tengah. Sejauh ini, terkait Pilkada Jateng, pihaknya terus mencari nama yang potensial. Diakuinya, dari hasil dari pantauan PPP saat  ini, Ganjar Pranowo masih tertinggi.

“Tapi pilkada kan masih cukup lama. Masih  satu tahun lebih ya. 27 Juni nanti dan pendaftaran masih 31 Januari 2018. Masih cukup lama,” tambahnya.

Menurutnya, proses pendaftaran cagub dari PPP juga masih akan dibuka pada bulan Mei. Pihaknya membuka diri untuk pribadi atau pimpinan partai yang memiliki hasrat, niat, untuk bersama-sama PPP meramaikan bursa cagub Jawa Tengah, diminta untuk melamar.

Editor : Kholistiono

Kekuasaan Pati Disebut Membentang dari Kediri Hingga Salatiga pada Era Wasis Jayakusuma

Suasana pusat pemerintahan Kabupaten Pati, Sabtu (29/4/2017). Pada era Wasis Jayakusuma, kekuasaan Pati disebut pernah membentang dari Kediri hingga Salatiga.(MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pegiat sejarah Pati mengungkapkan fakta mengejutkan tentang Pati. Salah satunya, wilayah Pati disebut pernah membentang dari Kediri hingga Salatiga.

Kondisi itu berlangsung sekitar abad ke-16, di mana kekuasaan ada pada tangan Raden Siddieq Nurul Yaqin atau dikenal dengan Wasis Jayakusuma, putra Ki Ageng Penjawi. Mbah Wasis, begitu pegiat sejarah Pati memanggilnya, disebut-sebut sebagai raja pertama dan terakhir kekuasaan Pati yang membentang dari Kediri sampai Salatiga.

Hal itu disebabkan adanya perang saudara dengan kerajaan baru, yaitu Mataram. Kerajaan Mataram dibangun Danang Sutawijaya yang tak lain kakak ipar Wasis atau menantu Ki Ageng Penjawi, karena dia menikah dengan Waskita Jawi.

Salah satu pegiat sejarah Pati, Sugiono mengatakan, Pati yang membentang dari Kediri sampai Salatiga itu bernama Bumicha Patyamcha. Wilayah yang membentang luas itu berakhir, setelah adanya perang saudara dengan Mataram yang berawal dari perebutan kekuasaan.

“Kemungkinan, Bumicha Patyamcha berasal dari bahasa Pali yang berarti Bumi Pati. Sumber perpecahan Pati karena perebutan wilayah Kediri dengan kerajaan saudaranya sendiri, Mataram,” ungkap Sugiono, Sabtu (29/4/2017).

Menurut sumber yang ia peroleh, kekalahan Pati bukan persoalan kekuatan, karena Pati waktu itu punya pasukan dan bala tentara yang kuat hingga menundukkan Madiun dan melepaskan diri dari kekuasaan Pajang pimpinan Joko Tingkir. “Kekalahan Pati karena lemahnya intelijen yang tidak bisa mendeteksi bahwa Mataram bersekutu dengan Portugis,” tutur Sugiono.

Dalam konteks ini, dia mendapatkan sumber literasi dari Babad Kabanaran yang didukung dengan metode metahistoris. Sejarah itu tidak terdapat dalam kisah babad atau cerita tutur, karena Pati dalam kekuasaan kolonialisme setelah itu. Akibatnya, fakta-fakta sejarah tentang Pati banyak dikaburkan, bahkan dikubur pihak kolonialisme.

Editor : Kholistiono

Disperdindag Gelar Jepara Expo 2017 di Java Supermall Semarang

Peragaan busana motif tenun Troso oleh Duta Wisata Jepara, pada ajang Jepara Expo 2017. Acara ini akan berlangsung hingga 2 Mei 2017, di lantai dasar Java Supermall Semarang.(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Menjangkau pasar di luar Jepara, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jepara menggelar pameran di Semarang. Bertajuk Jepara Expo 2017, ajang yang diselenggarakan di Java Supermall ini akan diadakan hingga Selasa (2/4/2017). 

Plt Bupati Jepara Sholih mengatakan, pameran tersebut merupakan upaya pemkab untuk memperluas pemasaran produk Industri Kecil Menengah (IKM). “Bukan hanya menciptakan produk dan menjadikannya produk unggulan. Ajang ini merupakan promosi untuk memperluas pemasaran yang terus dilakukan. Tujuannya agar masyarakat luas mengetahui dan mengenal hasil IKM dari Jepara,” ujarnya. 

Menghadapi era persaingan bebas, Sholih menekankan IKM atau kelompok usaha untuk menaikkan standar dan kualitas produk. Hal itu bertujuan, agar produk Jepara dapat diterima di pasar global. Di samping itu, pihaknya juga mengimbau agar para pelaku usaha mengedepankan aspek kemandirian. 

“Oleh karenanya, IKM diharapkan memiliki keunggulan komperatif daan kompetitif. Yang perlu diingat dan dilaksanakan adalah ketepatan waktu dan kejujuran,” Imbuh Sholih. 

Senada, Kepala Disperindag Inah Nuroniah mengatakan, ajang Jepara Expo merupakan momen strategis, guna memperluas jangkauan pemasaran produk IKM. Menurutnya, melalui berbagai pameran yang diikuti, akan mengenalkan brand dari Jepara di tingkat yang lebih tinggi. 

“Kami akan semakin gencar memperkenalkan produk unggulan IKM Jepara pada berbagai pameran, baik level lokal, nasional dan internasional,” terang Inah.  

Di samping Jepara Expo 2017, beberapa kegiatan promosi akan diikuti oleh pelaku IKM. Di antaranya ajang International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) di Jakarta pada 26-30 April. Selain itu adapula acara bertajuk produk unggulan Jepara pada 19-21 Juli tahun ini.

Editor : Kholistiono

Mengenaskan! Nenek 65 Tahun di Sambirejo Grobogan Tewas Tertimpa Rumah

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa orang tewas akibat tertimpa rumah terjadi di Desa Sambirejo, Kecamatan Wirosari, Grobogan, Sabtu (29/4/2017). Korban tewas diketahui bernama Sulipah (65), warga setempat yang tinggal di Dusun Nglejok RT 05, RW 06.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa tragis itu terjadi dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Saat kejadian, cuaca dalam kondisi hujan lebat disertai hembusan angin kencang.

Robohnya rumah dari bambu berukuran 3 x 5 meter itu kali pertama diketahui oleh Wartono (45), salah seorang tetangga korban. Saat itu, Wartono yang masih terjaga sempat mendengar ada suara rumah roboh yang terdengar cukup keras.

Selanjutnya, ia keluar menuju lokasi dan mendapati rumah tetangganya yang tinggal sendirian itu sudah dalam keadaan porak-poranda. Wartono sempat memanggil nama korban tetapi tidak ada sahutan.

Ia pun kemudian bergegas membangunkan beberapa tetangga lainnya untuk mengabarkan robohnya rumah Sulipah tersebut. Belasan warga kemudian segera menyingkirkan puing rumah untuk mencari keberadaan korban.

Sekitar  satu jam kemudian, warga berhasil menemukan korban berada di tempat tidur tertimbun reruntuhan rumah. Saat diperiksa, kondisi korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Kejadian itu kemudian dilaporkan pada perangkat desa dan diteruskan ke pihak kepolisian.

Kapolsek Wirosari AKP Zainuri yang dimintai komentarnya membenarkan adanya orang tewas akibat tertimpa rumah roboh tersebut. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, tidak ditemukan tanda penganiayaan pada tubuh korban. Selanjutnya, korban diserahkan pada pihak keluarga untuk dimakamkan.

“Korban meninggal akibat bencana alam tertimpa rumahnya yang roboh. Dari keterangan warga, rumah korban memang kondisinya sudah lapuk,” katanya.

Editor : Kholistiono

Tunggakan Peserta Capai Rp 6 Miliar, Ini yang Dilakukan BPJS Kesehatan Rembang

Warga Rembang ketika mengantre di Kantor BPJS Kesehatan Rembang.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Rembang menyayangkan banyaknya peserta yang menunggak iuran kesehatan tersebut.

Kepala Kantor BPJS Cabang Rembang Slamet Widodo menjelaskan, tunggakan iuran tersebut berkisar Rp 6 miliar. “Total tunggakan tersebut dari 9 ribu peserta. Jumlah peserta capai 20 ribu orang peserta BPJS di Rembang,” kata Slamet.

Tunggakan itu dari berbagai ketegori kelas 1 hingga kelas 3. Dari informasi yang ada, tunggakan tersebut mulai sejak tahun 2014 hingga sekarang. “Jumlah tunggakan itu sejak tahun 2014. Di mana tahun itu tercatat masih dalam program JKN,” bebernya.

Terkait dengan banyaknya peserta yang menunggak tersebut, pihaknya, katanya sudah memberikan surat pemberitahuan atau surat peringatan kepada peserta. Dengan begitu, diharapkan semua peserta JKN Mandiri yang menunggak iuran dapat segera melunasi iuran sebagai syarat wajib mengakses jaminan kesehatan dari pemerintah.

Sementara itu, menurut dia, dalam melayani pasien JKN, BPJS Rembang mengandeng sejumlah rumah sakit yang beroperasi di wilayah setempat.

Namun demikian, kata dia, pelayanan peserta JKN ditangani terlebih dulu di puskesmas terdekat, jika tidak bisa puskesmas maka pasien bisa dirujuk ke rumah sakit yang ditunjuk, karena sudah diatur dalam peraturan tentang rujukan berjenjang.

Editor : Kholistiono

Parah! Kantor Bupati Grobogan Selalu Kebanjiran saat Hujan Deras

Pengendara motor nekat menerobos banjir yang menggenangi jalan Gatot Subroto, depan kantor Bupati Grobogan, Jumat (28/4/2017) malam (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Banjir dadakan di beberapa ruas jalan di kawasan Kota di Purwodadi saat hujan deras kembali terjadi, Jumat (28/4/2017) malam. Kondisi ini terjadi menyusul hujan deras yang mengguyur Kota Purwodadi selama empat jam, sejak pukul 15.00 WIB.

Dari pantauan di lapangan, ada beberapa ruas jalan langganan banjir saat hujan deras mengguyur. Misalnya, di Jalan Tendean, Jalan Kartini, beberapa titik di Jalan R Suprapto dan depan Kantor Bupati Grobogan di Jalan Gatot Subroto. Ketinggian air yang menggenangi jalan sekitar 15 hingga 35 cm.

Sejumlah pengendara motor terpaksa harus balik arah karena ketinggian genangan bisa masuk dalam knalpot kendaraan. Beberapa pengendara yang nekat menerobos banjir dadakan terpaksa harus mendorong kendaraannya lantaran mogok di tengah jalan.

Akibat peristiwa ini, sejumlah warga terpaksa juga tidak bisa melakukan aktivitas lantaran jalan di depan rumah sudah tergenang air. Beberapa kios dan rumah warga ada yang nyaris kemasukan air. Untuk menahan air masuk, mereka memasang papan penghalang di depan pintu.

Warga berharap agar Pemkab Grobogan segera memperbaiki saluran drainase yang ada di dalam kota. Sebab, penyebab utama banjir dadakan itu ditengarai kurang bagusnya saluran pembuangan air. Indikasinya, tiap hujan deras beberapa ruas jalanan selalu tergenang air.

“Munculnya banjir lokal saat hujan deras sebenarnya sudah lama terjadi. Kami berharap agar hal ini segera ditangani. Solusinya adalah memperbaiki saluran drainase,” cetus Rustanto, salah seorang warga yang motornya mogok ketika melintas di depan kantor bupati.

Editor : Akrom Hazami

 

Langgar Kesepakatan, Dinas PUPR Grobogan Bakal Panggil Rekanan Galian Kabel Optic

Gundukan tanah dari proyek galian kabel dibiarkan di pinggir jalan R Suprapto, Jumat (28/4/2017) (MuriaNewsCom, Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Grobogan bakal segera memanggil pihak rekanan yang melakukan pekerjaan panggalian kabel optic di ruas jalan R Suprapto Purwodadi. Sebab, rekanan tersebut dinilai tidak mematuhi kesepakatan yang sudah ditentukan sebelumnya.

“Kita ada masukan warga soal aktivitas penggalian kabel. Nanti, rekanannya akan kita panggil,” kata Kepala PUPR Grobogan Subiyono, Jumat (28/4/2017).

Terkait aktivitas proyek itu, pihak rekanan diminta tidak melakukan penggalian sekaligus di banyak titik. Tetapi, melakukan penggalian di beberapa titik dalam tiap ruas 100 meter. Setelah selesai, baru dilanjutkan pada 100 meter berikutnya.

“Sebelumnya, rekanan melakukan penggalian langsung puluhan titik. Setelah ada kesepakatan, sekarang kita minta bertahap penggaliannya,” jelasnya.

Kemudian, rekanan juga diminta memasukkan tanah galian pada karung. Hal ini guna menghindari tanah galian berceceran ke jalan raya dan bisa membahayakan pengguna jalan. Tanah dalam karung juga diminta dibersihkan pihak rekanan setelah pekerjaan selesai.

Satu hal lagi, pihak rekanan juga diminta untuk menutup bekas galian dengan aspal kembali. Tidak hanya sekadar ditutup lagi dengan tanah dan di atasnya ditimbun batu. Untuk pengaspalan nanti akan dikerjakan petugas dari Dinas PUPR.

“Pihak rekanan sudah menyepakati poin-poin tadi. Kalau mereka tidak melaksanakan nanti kita minta Satpol PP untuk bertindak,” tegasnya.

Sebelumnya, sejumlah warga dan pengendara memang menyoroti proyek penggalian kabel optic yang sering dilakukan sejak beberapa bulan terakhir. Terutama adanya sebagian gundukan tanah bekas galian yang dibiarkan di pinggir jalan. Sebab, keberadaan gundukan tanah itu dinilai cukup mengganggu.

Adanya gundukan tanah di sisi barat jalan juga mengurangi lahan parkir sepeda motor. Sebab, di ruas sebelah barat memang digunakan untuk areal parkir kendaraan roda dua. Sedangkan di sisi timur tempat parkir roda empat.

Gundukan tanah itu juga rawan menimbulkan kecelakaan. Terutama, saat ada hujan deras yang mengguyur lokasi itu. Jika terkena hujan maka gundukan tanah itu akan jadi lembek dan sebagian meluber ke tengah jalan.

Kondisi itu menjadikan jalan menjadi licin. Jika tidak hati-hati, pengendara bisa tergelincir. Terutama saat melakukan pengereman.

Editor : Akrom Hazami

Pesanan Batik Pati Melonjak Tajam Jelang Lebaran

Sejumlah karyawan Batik Yuliatiwarno tengah menyelesaikan pesanan untuk THR Lebaran 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pesanan batik Bakaran khas Pati melonjak tajam dalam seminggu terakhir. Hal itu disebabkan lantaran banyak perusahaan atau instansi yang memesan untuk keperluan tunjangan hari raya (THR) pada Juni 2017.

Tamzis Al Anas, salah satu pengusaha batik Bakaran asal Langgenharjo, Juwana menuturkan, pesanan dari perusahaan dan instansi melonjak sejak seminggu terakhir. Rata-rata pemesan akan digunakan untuk THR saat Lebaran.

“Kalau batik tulis memang produksinya lebih lama dari batik cap, sehingga kalau mau pesan untuk Lebaran dalam jumlah yang banyak, harus jauh-jauh hari. Sebab, pengerjaannya satu per satu secara manual menggunakan tangan atau handmade,” ungkap Tamzis.

Tak tanggung-tanggung, pemesan batik tulis Bakaran berasal dari berbagai luar daerah, seperti Semarang, Jepara, hingga Jakarta. Mereka pesan dalam jumlah yang banyak, dari seratus potong sampai 500 potong kain batik tulis.

Untuk mengatasi banyaknya pemesan, Tamzis menambah karyawan dari ibu-ibu setempat yang sudah dibekali keterampilan membatik. Pasalnya, mendekati Ramadan nanti, permintaan batik diperkirakan terus mengalami kenaikan.

Satu potong kain batik tulis produksi Tamzis dengan brand “Yuliatiwarno” dibanderol dari Rp 90 ribu hingga Rp 350 ribu. Harga batik dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain warna, tingkat kerumitan motif, dan jenis kain.

Saat ini, motif yang banyak dicari bertema maritim, seperti gambar ikan, udang, dan aneka satwa laut lainnya. Motif maritim diakui sebagai inovasi baru dari pengembangan batik Bakaran yang selama ini dikenal dengan motif klasiknya.

Editor : Kholistiono

4 Tim Semifinalis Press Futsal Tournament Berlaga Siang Nanti

Pemain mengikuti kegiatan Press Futsal Tournament. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus –  Para tim semifinalis Press Futsal Tournament (PFT) siap memainkan aksinya di United Futsal Stadium Kudus, Sabtu (29/4 /2017).

Sesuai jadwal, laga akan mulai pada pukul 14.00-15.00 WIB. Laga akan dimainkan oleh juara Grup A Gagak Rimang Blora melawan runner up Grup B Macan Kurung Jepara di lapangan 2.

Di waktu bersamaan, laga kedua akan beraksi juara Grup B Kebo Landoh Pati melawan runner grup A Loyo Nglokro Rembang di lapangan 3.

Nantinya, hasil kedua laga akan memunculkan peserta final. Laga puncak final akan dilangsungkan pukul 16.00 WIB.

Babak semifinal merupakan lanjutan dari babak penyisihan yang digelar Sabtu (22/4/2017). PFT tahun ini diikuti delapan kota di Jawa Tengah.

Ketua Penyelenggara Siti Merie mengatakan, laga semifinal akan berlangsung panas. Peserta jelas tidak ingin melewatkan kesempatan menjadi terbaik.

PFT merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2017 yang diselenggarakan PWI Kabupaten Kudus.”Di PFT, kami insan pers di Jawa Tengah berkumpul bukan hanya mengejar gengsi dan prestasi. Namun, PFT ini juga menjadi ajang silaturahmi, temu kangen, dan rekreasi bagi temen-temen jurnalis yang setiap hari sudah dipadati agenda liputan,” kata Merie.

Editor : Akrom Hazami

Lawan PSIR, Persipur Wajib Raih Poin

Asisten Pelatih Persipur Wahyu Teguh sedang memberikan petunjuk pada pemainnya saat menggelar latihan di Stadion Krida Bhakti Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Setelah gagal meraih poin dalam laga perdana saat menjamu PSIS Semarang, tim Persipur mematok target meraih angka dalam laga kedua. Yakni, saat melawan PSIR Rembang, Minggu (30/4/2017) lusa. Meski demikian, untuk merealisasikan target itu bukan pekerjaan gampang. Soalnya, dalam laga nanti, Persipur bertindak jadi tamu.

“PSIR memang sedikit diuntungkan dengan bertindak jadi tuan rumah. Soalnya, mereka tentu akan dapat dukungan penuh dari suporter,” kata Asisten Pelatih Persipur Wahyu Teguh, Jumat (28/4/2017).

Wahyu menegaskan, upaya semaksimal mungkin akan dilakukan untuk mendapatkan angka. Minimal, satu poin harus bisa didapat. “Target seri minimal harus kita petik. Syukur-syukur malah bisa dapat tiga alias menang,” imbuh pelatih asli Grobogan itu.

Dia menambahkan, saat ini pihaknya masih fokus untuk memantapkan performa tim. Soalnya, pada penampilan perdana masih banyak kekurangan yang terlihat. Salah satunya adalah soal kerja sama antarpemain yang belum begitu padu. Kekurangan lainnya adalah , soal penyelesaian akhir.

“Tim ini baru terbentuk seminggu sebelum kompetisi Liga 2 digelar. Jadi, masih banyak yang perlu dibenahi,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Puluhan Tim Basket Bakal Ramaikan Smasa Cup di Kudus

Peserta basket Smasa Cup yang berlangsung, tahun lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan tahunan basket SMA 1 Kudus, Smasa Cup, kembali digelar tahun ini, Minggu (30/4/2017). Seperti tahun sebelumnya kegiatan diperkirakan diikuti puluhan peserta dari tingkat SMA dan SMP.

Panitia kegiatan Smasa Cup Muhammad Iqbal D, mengatakan pada tahun ini kegiatan dilakukan di tingkat Jawa Tengah. “Ada perlombaan basket untuk SMA yang diikuti 24 putra dan 12 putri. Sedangkan untuk SMP diikuti sembilan tim putra dan delapan tim putri,” kata Iqbal di Kudus, Jumat (28/4/2017).

Pada perlombaan basket yang dilakukan di halaman SMA 1 Kudus itu, kali ini yang tingkat Jateng hanya khusus dari tingkat SMA. Sementara jenjang SMP, dikhususkan pada wilayah Eks Keresidenan Pati terlebih dahulu.

Harapannya di tahun berikutnya kompetisi bisa diadakan dengan skala lebih besar. Minimal untuk tingkat SMA dan SMP, yang sama-sama dilaksanakan se-Jawa Tengah.

Pada pertandingan tahun lalu, untuk SMA putra dimenangkan SMA 1 Jepara, dan peringkat II ditempati SMA 1 Demak. Untuk SMA putri, juaranya SMA 1 Jekulo A dan peringkat II SMA 1 Jekulo B. Sedang untuk SMP, putra juaranya SMP 1 Kudus dan peringkat II diraih SMP 2 Kudus.

Editor : Akrom Hazami

Kebiasaan Bupati Rembang saat di Rumah yang Belum Banyak Orang Tahu

Bupati Rembang Abdul Hafidz (dua dari kiri) saat menghadiri sebuah acara di Alun-alun Rembang beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Tak banyak orang tahu kebiasaan Bupati Rembang Abdul Hafidz di luar jam kerja. Dalam kesehariannya, pria ini disibukkan dengan dunia pemerintahan.

Namun dibalik itu semua, ada banyak sifat dan sikap seorang Hafidz yang belum banyak diketahui orang ketika berada di rumah, khususnya makanan favoritnya. Jika biasanya seorang pejabat memiliki menu makanan yang terhitung mahal, namun berbeda dengan Hafidz.

Baginya, sayur lompong atau talas menjadi sayur favoritnya untuk menambah selera makan. “Meski terkesan ndeso, tapi saya sangat suka sayur lompong. Ini favorit saya. Kalau sudah disuguhi menu ini, pasti makannya langsung banyak. Apalagi, manfaatnya untuk tubuh sangat baik,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Bupati juga menceritakan bagaimana aktivitas di pagi hari sebelum dia berangkat kerja. Sambil memeriksa berkas-berkas, tak lupa di meja biasanya ada buah papaya yang selalu ada.

Sang istri, Hasiroh Hafidz, katanya, juga selalu mendampinginya untuk menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan. Bahkan, sesekali sang istri menyuapinya makan.

Menurutnya, hal itu tak lain untuk menjaga keharmonisan. Karena, berumah tangga diperlukan perhatian dan saling mengasihi. “Istri saya sangat perhatian, dan pengertian sekali. Kehidupan keluarga yang tenteram, harmonis, baik dengan istri, anak dan lainnya tentunya akan berimbas ke semua lini,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Tax Amnesty Akan Berakhir, Pajak Kelompok Tani di Pati Dikebut

Kelompok tani dan perorangan tengah mengikuti pengisian SPT tahunan di KPP Pratama Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Batas tax amnesty untuk badan usaha akan berakhir pada 30 April 2017. Hal itu yang membuat pengisian pajak tahunan untuk kelompok tani di Pati dikebut.

Kepala Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan Kantor Pelayanan Pajak, Arifah Budiarti menuturkan, kelompok tani atau badan usaha yang belum bayar pajak hingga batas waktu yang ditentukan akan dikenakan denda Rp 1 juta.

“Kelompok tani juga dikenakan pajak, karena berbadan hukum. Sebab, badan hukum menjadi salah satu syarat bagi kelompok tani untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah,” ujar Arifah, Jumat (28/4/2017).

Menurutnya, sebagian besar kelompok tani belum membayar pajak badan usaha, karena belum mengetahui pengisian dan pembayarannya. Karenanya, pihaknya melakukan pedampingan pengisian laporan aktivitas keuangan surat wajib pajak bagi kelompok tani.

Di Pati, hanya ada beberapa kelompok tani yang sudah melaporkan surat pemberitahuan (SPT) tahunan. Padahal, jumlah kelompok tani di Pati mencapai ribuan.

“Jumlahnya ribuan, tapi yang baru melaporkan SPT tahunan baru sedikit. Kami bekerja sama dengan Dinas Pertanian untuk mengumpulkan kelompok tani dan mendampingi mereka, lantaran belum banyak yang tahu prosedurnya,” tambah Arifah.

Pendampingan yang dilakukan, antara lain memberikan edukasi kepada kelompok tani cara mengisi SPT tahunan. Dia juga menjelaskan, perorangan atau badan usaha yang sudah memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP) diharuskan membayar pajak.

Editor : Kholistiono

Ribuan Rumah Tak Layak Huni di Jepara jadi PR Pemkab

Peristiwa rumah tak layak huni roboh di Desa Kerso, Kecamatan Kedung, Jepara. Catatan Pemkab Jepara ada ribuan rumah yang masuk dalam kondisi tak layak. Jumat (28/4/2017).(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Jumat pagi, rumah kayu milik Shodiq (78) warga Desa Kerso-Kedung ambruk, karena termakan usia. Dari catatan pemdes setempat, banyak rumah yang memiliki kondisi sama tak layak huni. 
“Kalau rumah papan kayu dan beralaskan tanah di sini (Kerso) masih cukup banyak. Sekitar 500 rumah,” ucap Kades Kerso Sutomo, Jumat (28/4/2017). 

Menurutnya, beberapa di antaranya telah masuk radar pemkab untuk diperbaiki dalam program rehab rumah tak layak huni. Namun demikian, tak semua mengajukan proposal. 

“Kalau untuk bantuan tersebut diajukan oleh pribadi-pribadi. Akan tetapi bila mengajukan tahun ini, nanti mungkin baru disetujui tahun 2018,” imbuhnya. 

Agar kejadian di kediaman Shodiq tak terulang lagi, ia meminta warga yang berumah papan menahan konstruksinya dengan kayu. “Untuk peristiwa rumah ambruk (milik Shodiq) kami akan membantu mendirikan rumah,” paparnya. 

Kondisi itu mewakili sebagian besar keadaan rumah rakyat di Jepara. Hal itu dijelaskan oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jepara Ashar Ekanto. Menurutnya, ada ribuan rumah tak layak huni di Bumi Kartini itu. 

“Jumlah RTLH di Jepara ada 61.700 lebih. Yang sudah masuk daftar rehabilitasi 500 unit. Ditambah 1.171 unit limpahan dari dinas sosial,” terang Ekanto. 

Ia menerangkan, pihaknya tengah menangani 500 unit dalam tahap verifikasi. Selain itu, dirinya juga berusaha untuk mengajukan bantuan ke Provinsi Jateng dan pemerintah pusat.

Editor : Kholistiono

 

Puluhan SMP di Kudus Siap Lakukan UNBK 

Pelajar UNBK SMK saat mengikuti kegiatan di Kudus, beberapa waktu lalu. Gedung SMK bisa dimanfaatkan untuk kegiatan UNBK SMP. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – UN untuk SMP sederajat akan segera dilaksanakan mulai Selasa (2/5/2017). Dalam pelaksanaan UN di Kudus kali ini, seluruh SMP akan melakukan model UNBK, baik secara mandiri maupun menumpang.

Itu dikatakan Kabid Dikdas Disdikpora Kudus Kasmudi. Dia mengatakan berdasarkan data terakhir, 27 SMP di Kudus sudah siap melakukan UNBK. Persiapan jauh hari telah dilakukan sebelum pelaksanaan ujian tiba nanti.

“Semuanya tahun ini UNBK. Dari 27 SMP, 22 SMP melakukan UNBK di sekolah lain di gedung SMA dan SMK. Sedang sisanya lima SMP melakukan UNBK di gedung sekolahnya masing-masing,” katanya kepada MuriaNewsCom di Kudus, Jumat (28/3/2017).

Aturan memperbolehkan sekolah tingkat SMP menggunakan fasilitas tingkat yang lebih tinggi untuk kebutuhan UNBK. Mengacu hal itu, pihaknya memperbolehkan SMP di Kudus melakukan UNBK di gedung SMA sederajat.

Untuk SMA dan SMK juga tak masalah dengan kebijakan tersebut. “Kami juga berharap SMP untuk menggunakan gedung SMA atau SMK yang dekat dengan sekolah saja. Jadi tidak memakan banyak waktu,” ujarnya

Sekolah yang melakukan UNBK secara mandiri adalah SMP 1 Kudus, SMP 2 Kudus, SMP 1 Jati, SMP Assaidiyah dan SMP Muhammadiyah Kudus.  Semua sekolah sudah mempersiapkan diri hadapi UNBK. Kegiatan try out dan simulasi juga sudah dilakukan sekolah untuk mempersiapkan menghadapi UNBK.

Editor : Akrom Hazami

Pemberian Gaji GTT SD dan SMP di Jepara Molor

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Jepara – Hingga penghujung bulan April 2017, ribuan guru tidak tetap (GTT) di Jepara belum memperoleh gaji. Mereka merupakan GTT di tingkat SD dan SMP. 

Ketua Forum Komunikasi Guru Tidak Tetap (FK-GTT) Jepara Choiron mengatakan, sesuai peraturan gaji guru honorer, seharusnya dibayarkan tiga bulan sekali. Namun hingga bulan keempat hampir berakhir, sekitar 1.900 GTT tak kunjung memperoleh hak mereka. “Kami sudah menanyakan hal ini kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga,” ujarnya. 

Dirinya mengungkapkan, GTT yang seharusnya memperoleh gaji dari Pemkab Jepara adalah 1.900 orang. Jumlah itu meningkat dari tahun 2016 yang hanya 870 orang. 

Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Ali Maftuh tak menampik kenyataan itu. Menurutnya penggajian bagi GTT memang seharusnya tiga bulan sekali.

“Menurut peraturan bupati,  gaji diberikan triwulan dan harusnya dibayarkan pada bulan April. Nah karena ada Surat Keputusan (SK) GTT  yang turun pada bulan ini (April) maka tak diberikan terlebih dahulu. Agar tak menciptakan keributan, maka diberikan serentak pada tanggal 1 Mei,” tuturnya, Jumat (28/4/2017).

Dirinya menjelaskan, karena adanya GTT yang menerima SK pada bulan April, Disdikpora memang menangguhkan penggajian. Harapannya, mereka yang ber-SK pada bulan ini bisa menerima gaji selama sebulan. 

“Nanti akan diberikan serentak pada bulan Mei, baik mereka yang ber-SK Bulan April atau tidak. Setelahnya, akan normal triwulan,” imbuhnya. 

Ia menyebutkan besaran gaji yang disiapkan untuk GTT pada 2017 adalah sekitar Rp 11 miliar, untuk satu tahun.

Editor : Kholistiono

Seru, Perwira Polres Grobogan dan Kudus Adu Bulu Tangkis di GOR Simpanglima

Kapolres Grobogan AKPB Satria Rizkiano (kaos hitam) dan Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning (kaos putih) melakukan salam komando sebelum bertanding bandiminton di GOR Simpanglima Purwodadi, Jumat (28/4/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Para perwira dari dua Polres bertetangga saling ngotot di GOR Simpanglima Purwodadi, Jumat (28/4/2017). Yakni, dari jajaran Polres Grobogan dan Kudus.

Para perwira ini saling panas bukan karena terlibat pertikaian. Tetapi terjadi dalam acara pertandingan olahraga persahabatan yang digelar dua jajaran kepolisian resort tersebut.

Ada tiga cabang olah raga yang digelar dalam acara tersebut. Yakni, tenis, badminton, dan tenis meja.

Meski hanya bertajuk eksebisi namun pertandingan yang disuguhkan berlangsung seru. Dua pucuk pimpinan polres tersebut sempat saling unjuk kebolehan. Yakni, Kapolres Grobogan AKPB Satria Rizkiano dan Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning. Sebelum ke Kudus, Agusman Gurning sempat menjabat jadi Kapolres Grobogan selama 10 bulan.

“Olahraga bersama ini memang baru digelar untuk pertama kalinya antara polres Grobogan dan Polres Kudus. Kegiatan ini sangat positif. Sebab, melalui kegiatan ini bisa menjalin koordinasi dan konsolidasi antar satuan tugas,” kata Satria.

Editor : Akrom Hazami

 

150 Kader Siaga Tramtib Siap Dukung Tugas Satpol PP Grobogan

Kader Siaga Tramtib di Grobogan mendapat pembekalan usai dikukuhkan, Jumat (28/4/2017) (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebanyak 150 orang dari berbagai desa di Grobogan dikukuhkan sebagai Kader Siaga Tramtib (KST), Jumat (28/4/2017). Pengukuhan KST dilakukan Asisten I Pemkab Grobogan Mokh Nursahid di gedung Riptaloka, Setda Grobogan. Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Satpol PP Jawa Tengah Sinung Rahmadi dan Kepala Satpol PP Grobogan Bambang Panji.

Sinung mengungkapkan, dibentuknya KST ini adalah karena kurangnya jumlah personil di tubuh Satpol PP dengan kondisi geografis dan tantangan yang luar biasa dalam menyelenggarakan ketertiban masyarakat. “Saat ini jumlah personil yang kita miliki tidak sebanding untuk melaksanakan tugas penegakan Perda,” jelasnya.  

Terkait dengan kondisi itulah, perlu dibentuk KST yang diambilkan dari unsur masyarakat desa/kelurahan. Tiap desa/kelurahan punya sembilan KST. Tujuan lain dengan dibentuknya KST adalah menumbuh kembangkan kesadaran masyarakat akan arti pentingnya iklim yang kondusif, aman, tentram dan tertib yang dimulai dari lingkungannya sendiri.

“KST adalah kepanjangan tangan dari Satpol PP yang akan membantu Bupati dalam menjaga ketentraman dan ketertiban umum  di masyarakat. Mereka ini tidak digaji tetapi dapat SK dari Bupati,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Kuota Elpiji 3 Kg di Jepara 8 Juta Lebih

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Jepara – Kabupaten Jepara memperoleh kuota tabung gas sebanyak 8.204.333 untuk tahun 2017. Menjelang Ramadan, pemkab akan memonitor kebutuhan warga.

Kabag Perekonomian Setda Jepara Adhi Nugroho menjelaskan, kuota tersebut untuk kebutuhan selama satu tahun. “Jika memang membutuhkan tambahan, maka kami akan mengusulkan,” ucapnya, Jumat (28/4/2017).

Hal itu berkaca pada tahun 2016. Konsumsi masyarakat lebih tinggi jika dibandingkan dengan kuota yang dijatah untuk Kabupaten Jepara.

Pada tahun lalu, kuota untuk Jepara berjumlah 7.750.673. Sedangkan realisasi penyerapan, mencapai 7.821.000.

Dirinya menjelaskan, konsumsi terbesar dari masyarakat berada di wilayah kota. Hal itu karena, banyaknya penduduk yang menggunakan tabung elpiji.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya telah secara rutin melakukan pengawasan terhadap serapan elpiji tiga kilogram. Namun demikian, hingga kini belum menemukan kenaikan permintaan elpiji bersubsidi hingga menyebabkan kelangkaan.

“Tak hanya mendekati Ramadan dan Lebaran, namun monitoring elpiji 3 kilogram kami lakukan secara berkala selama ini,” ujar Adhi.

Di Jepara, kebutuhan elpiji dipasok oleh 13 agen dan 1300 pangkalan yang tersebar di seantero kabupaten. Beberapa agen terdapat di Banyuputih-Kalinyamatan, Nalumsari, Kali Pucang Welahan, Kerso-Kedung, Gotri-Kalinyamatan dan paling banyak di wilayah Jepara sebanyak 3 agen, serta Jenggotan-Kembang. 

Editor : Kholistiono

Kakek Ini Hanya Bisa Termenung Ketika Tiba-tiba Rumahnya Ambruk

Shodiq sedang termenung memandangi rumahnya yang ambruk, karena termakan usia. Jumat (28/4/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Termakan usia, rumah milik Shodiq (78) ambruk, Jumat (28/4/2017) pagi. Beruntung peristiwa itu tak mengakibatkan korban jiwa. 

Selain Shodiq, rumah yang berada di RT 5 RW 2 Desa Kerso, Kecamatan Kedung, Jepara itu dihuni oleh Ratemi (65) dan Saripah (80). 

Diceritakan Saripah, saat itu ia tengah duduk di teras rumah sendirian. Sementara Shodiq dan istrinya Ratemi tak berada di rumah. Tiada angin dan hujan, rumah yang terbuat dari kayu dan anyaman bambu itu tiba-tiba ambruk, sekitar pukul 07.00 WIB. Diduga, penyangga rumah tersebut telah keropos termakan usia. 

“Saya sedang duduk di depan di atas kursi kayu, tiba-tiba rumah ambruk ke arah belakang. Untung saat itu saya sedang tidak tidur. Biasanya saya tidur kalau pagi,” ucapnya. 

Akibat kejadian itu, Shodiq diduga mengalami kerugian sekitar Rp 20 juta. Pantauan MuriaNewsCom, Jumat sore masih terlihat beberapa warga bergotong royong membersihkan rumah berdimensi sekitar 10×10 meter persegi itu. Beberapa perabotan seperti almari dan tempat tidur rusak.Kini Shodiq dan istri beserta mertuanya Saripah harus menumpang di rumah milik kerabatnya. 

Sementara itu, Kades Kerso Sutomo mengaku akan segera membangunkan rumah semi permanen untuk warganya itu. Hal itu mengingat Shodiq dan keluarganya tergolong miskin. “Kita akan bangunkan, di lokasi yang sama. Nanti mengambil biaya dari desa,” ujarnya.

Editor : Kholistiono