Hanya Ingin Jalan-Jalan, Pemuda Tega Gelapkan 9 Mobil di Kudus

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning memimpin gelar perkara di mapolres setempat, Kamis (30/3/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ada-ada saja alasan yang dilakukan oleh pelaku penggelapan sembilan unit mobil asal Demangan, Kudus ini. Lili Octaferu ( 30), mengungkapkan alasan aksinya kepada polisi di Mapolres Kudus, Kamis (30/3/2017).

“Saya gunakan jalan-jalan ke Semarang, pakai uang itu,” kata Lili di tengah suasana gelar perkara kasus penggelapan mobil.

Di hadapan Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning, pelaku mengatakan, mobil hasil penggelapannya tidak dijual. Melainkan digadaikan. Uang dari hasil gadai, digunakan jalan-jalan.

Agusman mendapatkan informasi dari pelaku, ada delapan mobil telah digadaikan di dua tempat. Untuk satu mobil Mobilio warna putih nopol G 8582 CP digadaikan di Jepara. Sedangkan sisanya digadaikan di Kudus.

“Dalam menipu temannya, pelaku menjalani aksinya seorang diri. Jadi murni hanya dia yang beraksi atas kasus tersebut,” ungkapnya. 

Baca jugaPemuda Demangan Kudus Ini Gelapkan 9 Mobil

Pelaku menggunakan modus menyewa mobil selama beberapa hari. Kemudian, pelaku memperpanjang masa sewanya hingga beberapa hari. Kemudian, mobil digelapkan.

Kapolres berpesan agar warga lebih berhati-hati saat menyewakan mobilnya. Apalagi jika masa sewanya berbulan-bulan.

Editor : Akrom Hazami

Ibu Bawa Kabur 9 Sepeda Motor di Kudus

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning saat meminta keterangan pelaku penggelapan sepeda motor di mapolres setempat, Kamis (30/3/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Saetun (46) ibu rumah tangga asal Desa Jepang RT 1 RW 4, Mejobo, Kudus, nekat melarikan sembilan unit sepeda motor. Hal itu dilakukan karena pelaku terlilit hutang. Akibat aksinya, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan polisi. Saat ini, pelaku ditahan di Mapolres Kudus.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, pelaku telah membawa kabur sepeda motor temannya. Uangnya digunakan untuk mencicil hutangnya.

“Karena alasan ekonomi membuatnya berbuat demikian. Totalnya sepeda motor yang dibawa ada sembilan motor. Motor tersebut lalu digadaikan dengan harga Rp 1 jutaan, dan kemudian digunakan untuk membayar hutang,” kata Agusman saat gelar perkara di mapolres setempat, Kamis (30/3/2017).

Menurutnya, modus operasi yang dilakukan adalah dengan berpura-pura meminjam motor temannya. Merasa sudah kenal, pemilik lalu meminjamkannya kepada Saetun. Namun motor tersebut bukannya dibawa sebentar, tapi malah berpindah tangan.

Satu motor yang berhasil diamankan petugas di antaranya adalah motor Honda Beat warna putih nopol K 5188 NR. Motor tersebut milik Eviana N N (39) warga Wergu Kulon, Kota Kudus. Pelaku menjalankan aksinya pada 24 Januari lalu sekitar pukul 14.00 WIB.

“Tersangka akhirnya dapat ditangkap pada Minggu (12/3/2017) sekitar pukul 15.30 WIB. Korban ditangkap di Desa Ngembal Jati. Pelaku juga tak memberi perlawanan atas hal tersebut,” ujarnya.

Pelaku dijerat dengan pasal 372 KUHPidana dan 378 KUHPidana dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Editor : Akrom Hazami

 

Satlantas Polres Grobogan Dilatih Tangani Korban Kecelakaan

Anggota Satlantas Polres Grobogan mengikuti pelatihan pertolongan gawat darurat (PPGD) untuk korban kecelakaan lalu lintas di aula RS Panti Rahayu Purwodadi (MuriaNewsCom / Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Belasan anggota Satlantas Polres Grobogan dibekali pelatihan pertolongan gawat darurat (PPGD) untuk korban kecelakaan lalu lintas. Kegiatan pelatihan tersebut dilangsungkan di aula RS Panti Rahayu Purwodadi, Kamis (29/3/2017).

Instruktur pelatihan diambilkan dari tenaga paramedis rumah sakit tersebut yang selama ini sudah berpengalaman menangani korban kecelakaan.

Dalam pelatihan tersebut, para polisi tidak sekadar dibekali teori saja. Tetapi juga dapat pelajaran praktik cara menangani korban kecelakaan yang benar. Terutama, pada korban yang kondisinya cukup parah dan harus segera memerlukan bantuan medis.

“Pelatihan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Melalui pelatihan ini, anggota nantinya diharapkan bisa bisa menangani korban laka lantas dengan cepat dan tepat,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa.

Menurut Panji, selama ini, kondisi yang menimpa korban kecelakaan berbeda-beda. Ada yang hanya mengalami luka ringan dan sedang saja. Namun, juga ada yang patah tulang, pendarahan, dan luka berat.

“Tiap kondisi ini ternyata penanganannya tidak sama. Untuk itulah, pelatihan seperti ini diperlukan guna mencegah fatalitas korban kecelakaan,” katanya.  

Editor :  Akrom Hazami

Pemuda Demangan Kudus Ini Gelapkan 9 Mobil

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning memimpin gelar perkara di mapolres setempat, Kamis (30/3/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pelaku penggelapan mobil ini benar-benar lihai. Dari tangannya, sembilan unit mobil berbagai jenis digelapkan. Adalah Lili Octaferu ( 30) warga Dukuh Kedungpaso nomor 89 RT 02/02 Desa Demangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.

Dari catatan polisi, dari jumlah sembilan unit mobil yang digelapkan, tiga di antaranya sudah ditemukan. Saat ini, telah diamankan di mapolres setempat.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning saat gelar kasus mengatakan satu di antara mobil yang digelapkan Lili adalah Honda Mobilio Nopol H 8582 CP milik Erwin Yanuarso (31) warga Desa Ploso RT 03/02, Kecamatan Jati, Kudus.

Pelaku modusnya menyewa mobil tersebut selama 1 bulan dan sewa dibayar di depan sebesar Rp 6 juta.  Setelah jangka waktu yang telah ditentukan habis mobil tersebut belum dikembalikan. Oleh tersangka meminta perpanjangan waktu menyewa mobil tersebut kepada korban lagi dengan jaminan sertifikat tanah. Namun mobil malah digadaikan kepada H Maliki warga Robayan Jepara sebesar Rp.110 juta,” kata Agusman.

Tersangka janji kepada pihak penggadai H Maliki untuk ditebus dengan tempo 4 bulan. Korban merasa mobilnya belum dikembalikan selama 4 bulan, langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kudus. Selang berapa hari kemudian tersangka berhasil diamankan petugas berikut barang bukti, Jumat (24/3/2017) sekitar pukul 23.55 WIB

“Kami berhasil mengamankan tiga dari delapan mobil yang diambilnya. Diantaranya adalah mobil jenis Mobilio warna putih dan juga Mobil Xenia. Sedang sisanya masih dalam proses pengejaran,” ujarnya.

Tersangka dijerat dengan pasal 372 dan atau 378 KUHPidana atas perbuatannya yang terbukti melakukan tindakan pidana tentang Penggelapan dan atau Penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Editor : Akrom Hazami

Untuk Menang, Persipa Junior Diminta Tak Berikan Celah Lawan

Pemain Persipa Junior saat bertanding dengan Persiku beberapa hari yang lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Persipa Pati Junior berhasil mengalahkan tim PSIR Junior dengan skor 1-0 dalam Liga Piala Soeratin di Rembang, Rabu (29/3/2017), setelah sempat dikalah Persiku Junior dengan skor 1-0 di Stadion Joyokusumo Pati.

Hasil positif kemenangan Persipa di kandang lawan, Rembang, diharapkan tidak membuat skuad Laskar Saridin muda itu cepat puas diri. Mereka diminta tetap belajar, berjuang dan tidak memberikan celah kepada lawan pada pertandingan selanjutnya.

Hal itu disampaikan Pelatih Persipa Junor Sutrisno, Kamis (30/3/2017). “Kemenangan di kandang lawan dengan skor 1-0 melawan PSIR jangan membuat skuad Persipa jumawa, berbangga dan cepat puas. Sebaliknya, mesti harus waspada dan jangan berikan celah kepada lawan pada babak berikutnya,” kata pelatih yang kerap dipanggil Sejo ini.

Dalam laga selanjutnya, Persipa akan dijamu Persikaba Blora di Stadion Kridosono, 2 April 2017 mendatang. Persipa juga akan menjamu Persijap Jepara di Stadion Joyokusumo pada 5 April.

Karena itu, mereka diharapkan terus waspada, menjaga kekompakan, tidak gampang puas dengan hasil sebelumnya, dan tidak memberikan celah lawan untuk menang. Sebab, kedua lawan berikutnya tidak bisa diremehkan.

Saat ini, tim muda Pati masih berpeluang lolos pada babak penyisihan grup D karena ada dua laga yang tersisa. Persiku Kudus memuncaki klasemen sementara grup D dengan empat poin, sedangkan Persipa berhasil mengantongi tiga poin.

“Persijap perlu diwaspadai, karena merupakan tim favorit di grup D. Meski begitu, kami tidak gentar dengan rival manapun. Kami tetap optimis bisa menang,” ucap Sejo.

Kemenangan Persipa di kandang PSIR Rembang diakui menjadi modal untuk menyuntik semangat para pemain. Terlebih, kemampuan skuad Saridin muda dalam melakukan serangan diakui cukup mematikan dan tidak kalah dengan empat rival lainnya.

Editor : Kholistiono

Budaya Tertib Berlalu Lintas di Pati Disebut Masih Rendah

Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari menyebut budaya tertib berlalu lintas di Kabupaten Pati masih sangat rendah. Hal itu terbukti dengan banyaknya kasus kecelakaan, kendati polisi sudah berupaya menekan angka kecelakaan di Pati.

“Penyebab tingginya angka kecelakaan di Pati, karena budaya tertib berlalu lintas masyarakat Pati masih rendah. Mereka tidak memikirkan keselamatannya sendiri, suka terburu-buru, menyalip tanpa mempertimbangkan situasi dan kondisi arus jalan,” ujar AKP Ikrar, Kamis (30/3/2017).

Bahkan, AKP Ikrar menyebut, pengendara rata-rata tertib berlalu lintas bukan sadar akan keselamatan, tapi takut dengan petugas kepolisian. Padahal, sadar tertib berlalu lintas sebetulnya untuk keselamatannya sendiri.

Dia mencontohkan, ada pengendara yang melintas di jalan tidak mengenakan helm. Setelah dicegat petugas, pengendara berkilah hanya berkendara jarak dekat. Meski jarak tempuh dekat, pemakaian helm tetap diwajibkan.

“Nasib tidak ada yang tahu. Kalau cuma berkendara 200 meter, siapa tahu kita tertabrak di jarak seratus meter. Maka, penggunaan helm itu untuk keselamatannya sendiri, bukan soal melanggar aturan atau takut petugas polisi. Kesadaran ini yang mesti kita pupuk supaya angka meninggal dunia di jalan bisa ditekan,” tuturnya.

Saat ini saja, sedikitnya ada 130 pelanggar lalu lintas yang terjaring razia. Sebagian besar dari mereka tidak menggunakan helm, tidak memiliki surat-surat kelengkapan berkendara seperti SIM dan STNK, serta kendaraan tidak sesuai dengan spesifikasi.

Karena itu, ia mengimbau kepada warga Pati untuk bersama-sama tertib berlalu lintas untuk mewujudkan keamanan dan keselamatan di jalan. “Janganlah tertib berlalu lintas karena takut dengan petugas kepolisian, tapi tertib untuk keselamatan nyawa sendiri,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Polemik Bentor di Pati, Kasatlantas: Kami Siap Didemo

Paguyuban bentor seusai berkonsultasi di Kantor Yayasan SHEEP di Perumahan Wijayakusuma Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Upaya penegakan undang-undang larangan becak motor (bentor) di Pati yang dilakukan polisi ternyata mendapatkan reaksi dari paguyuban bentor. Mereka akan menempuh sejumlah upaya agar bentor tetap dibiarkan beroperasi.

Penarik bentor sadar bila pengoperasian bentor melanggar undang-undang. Namun, mereka tidak memiliki pilihan lagi karena dihadapkan pada sebuah kenyataan bahwa mereka hidup dari menarik bentor.

“Saya mencari nafkah dari menarik bentor. Saya menghidupi anak dan istri, menyekolahkan anak-anak juga dari menarik bentor. Kami benar-benar meminta toleransi kepada polisi untuk tidak melakukan penegakan undang-undang,” ungkap Surono, salah satu penarik bentor asal Kutoharjo, Pati.

Rencananya, paguyuban bentor akan melakukan audiensi dengan pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi. Bila jalur audiensi yang ditempuh mentok, mareka berencana akan menggelar aksi demonstrasi.

Menanggapi hal itu, Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari mengaku siap didemo. “Kami sudah konsultasikan dengan Kapolres Pati. Kami siap didemo, itu bagian dari demokrasi. Namun, kami tetap akan menegakkan undang-undang,” ucap AKP Ikrar.

Selain melanggar undang-undang, keberadaan bentor disebut mengancam keselamatan berkendara karena tidak sesuai dengan spesifikasi pabrikan. Sebelum penegakan dilakukan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dengan memasang spanduk larangan bentor di berbagai titik.

Untuk penegakan sendiri rencananya akan berlaku efektif pada akhir April 2017. Sosialisasi dianggap perlu supaya para penarik bentor bisa bersiap, sebelum penegakan dilakukan dengan menjaring operasi dan mengamankan bentor.

Editor : Kholistiono

Gara-gara TPA, Dinas LH Was-was Rembang Tak Bisa Raih Adipura

Beberapa petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rembang sedang memantau pengerukan air resapan sampah di TPA Landoh. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan poin penilaian Adipura (Edy Sutriyono/MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Rembang – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rembang masih was-was jika pada 2017 ini, Rembang tak bisa meraih piala Adipura. Hal ini terkait dengan keberadaan tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Landoh, Kecamatan Sulang.

Dari hasil pemantauan pertama (P1) oleh tim penilai Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan akademisi pada Oktober 2016 silam, TPA Landoh mendapatkan poin 71.04. Hal itu dinilai masih kurang maksimal.

“Sebenarnya poin akumulatif yang ditentukan oleh kementerian supaya dapat penghargaan Adipura itu sekitar 73 poin. Dari hasil P1 TPA Landoh dapat 71,04 poin, kemudian pemantauan di pusat kota, baik jalan protokol, ruang terbuka hijau dan sejenisnya dapat 75.45 poin,” ujar Andreas Edy G, Kabid Pengelolaan Sampah Limbah Bahan Berbaya Beracun dan Peningkatan Kapasitas pada DLH Rembang.

Dengan kondisi ini, nantinya, saat verifikasi dari tim akan ditingkatkan lagi kebersihannya. Meski masih was-was, pihaknya masih optimis jika nantinya Rembang bisa masuk nominasi penyabet penghargaan Adipura dan masuk urutan 6 se-Jawa Tengah dengan kriteria kota kecil.

Dia menambahkan, untuk penilaian Adipura, tahun ini dengan sebelumnya itu sangat berbeda. Yakni, bila di tahun sebelumnya ada pemantauan pertama dan kedua, tahun ini hanya ada pemantauan pertama saja.

“Setelah itu, hasil pemantauan pertama tadi dijadikan bahan verifikasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Nah, setelah mendapatkan nominasi, maka pihak Pemkab Rembang akan dipanggil kementerian untuk memaparkan poin-poin yang sudah dinilai tersebut,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Daripada Nganggur, Anda Bisa jadi Juru Parkir dan Penyapu Jalan di Kudus

Warga berkomunikasi dengan Dishub dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup di Demaan, Kecamatan Kota. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus tak serta-merta melarang warga Demaan, Kecamatan Kota, untuk mengemis dan mengamen. Mereka juga memberikan solusi kepada warga yang ingin meninggalkan aktivitasnya tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Didik Sugiharto, mengatakan saat ini banyak lokasi jalan di wilayah perkotaan yang selalu ramai. Itu dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menjadi lahan juru parkir di tepi jalan

“Itu kan lebih bagus ketimbang meminta-minta. Misalnya saja jalan Sunan Kudus, kan tidak bisa dijaga satu orang mulai pagi hingga malam. Jadi bisa pagi siapa, sore siapa dan malam siapa,” katanya.

Dikatakan selama ini banyak wilayah yang tak memiliki juru parkir. Kalaupun ada yang memarkir, itu dipastikan bukan dari petugasnya dan boleh dibilang liar. Jika demikian maka itu sudah menjadi urusannya secara lembaga.

Lebih jauh dikatakan, jika parkir sampai dilarang, maka warga dapat langsung  SMS atau menelpeon Dishub. Saat itu juga dipastikan datang untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Namun jangan lupa kasih kas negara, karena jalan yang dipakai untuk parkir juga milik negara. Lokasinya bebas, asalkan jalan negara,” ujarnya.

Sedangkan Sumiyatun, Kepala  Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kudus mengatakan kalau warga juga bisa menjadi petugas kebersihan jalan. Asalkan mau menyapu dengan bersih, maka akan direkrut.

“Mau itu lulusan SD, SMP syukur SMA tak masalah. Yang penting itu bisa bekerja dan niatan baik. Pasti kami terima, datang saja ke kantor besok,” jelasnya.

Soal gaji, dikatakan  Sumiyatun, petugas kebersihan mendapatkan gaji sesuai nilai UMK Kudus, Rp 1,7 juta. “Kalau ingin usaha juga ada KUP, tak ada keterampilan ada BLK, tinggal datang saja pasti diterima. Mau salon, bengkel, ada semua,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Ngeri! Pati Ada di Urutan Pertama di Jateng dengan Tingkat Kecelakaan Tertinggi

Seorang pendara tewas terlindas truk di Jalan Pati-Tayu, Desa Trangkil, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Tingginya angka kecelakaan di Kabupaten Pati ternyata menyandang peringkat pertama di Jawa Tengah. Hal itu diungkap Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari, Kamis (30/3/2017).

Selama 2017, ada 250 kasus kecelakaan yang terjadi di berbagai titik jalan di Pati. Dari 250 kasus, 46 pengendara di antaranya meninggal dunia di lokasi kecelakaan.

“Dari 250 kasus, sebagian besar melibatkan pengendara usia produktif, dari 15 tahun hingga 30 tahun. Beberapa tahun yang lalu, Pati peringkat dua hingga tiga angka kecelakaan lalu lintas. Saat ini menjadi peringkat pertama,” ujar AKP Ikrar.

Menurutnya, penyebab kecelakaan sebagian besar dari pengendara roda dua yang menyalip dengan tidak memperhatikan situasi. Kelalaian pengendara dan melanggar aturan seperti tidak membawa helm juga menjadi salah satu penyebabnya.

Sejumlah jalan yang kerap terjadi kecelakaan, antara lain jalan pantura dan jalan Pati-Tayu. Untuk menekan angka kecelakaan, pihaknya saat ini sudah melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas, termasuk penegakan hukum.

Salah satunya, operasi rutin setiap pagi di Jalan Pati-Tayu, Desa Bumiayu, Pati. Operasi penegakan hukum lalu lintas diharapkan membuat pengendara tertib berlalu lintas, menggunakan alat keselamatan, surat-surat, dan standar kendaraan bermotor.

Editor : Kholistiono

Cegah Penyimpangan, Pemkab Grobogan Gandeng Kejaksaan untuk Kawal Proyek APBD

Bupati Grobogan Sri Sumarni dan Kajari Grobogan Edi Handojo menandatangani nota kerja sama di pendapa kabupaten, Kamis (30/3/2017). (MuriaNewsCom / Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemkab Grobogan menjalin kerja sama dengan pihak kejaksaan negeri setempat untuk mengawal proyek pembangunan yang dibiayai APBD. Bentuk kerja sama kedua pihak dituangkan dalam penandatanganan perjanjian bersama yang dilangsungkan di pendapa kabupaten, Kamis (30/3/2017).

Penandatanganan tersebut dilakukan Bupati Grobogan Sri Sumarni dengan Kajari Edi Handojo. Acara penandatanganan tersebut juga diikuti seluruh kepala OPD dan pejabat terkait dari Kejari Grobogan.

“Pendampingan dari pihak kejaksaan ini kita perlukan. Tujuannya, supaya program yang tertuang dalam visi dan misi kami dapat berjalan dengan baik,” jelas Sri.

Kajari Grobogan Edi Handojo mengatakan, meski mengadakan kerja sama namun bukan berarti pihaknya menjadi ‘beking’ dari dalam pelaksanaan proyek pemerintahan. Melalui tim Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) yang dimiliki, pihaknya akan mengusulkan pola pengawasan baru agar pendampingan di lapangan bisa lebih maksimal.

Selama ini pola pendampingan TP4D hanya di bagian akhir pekerjaan. Kondisi ini menjadikan kerja tim tidak dapat maksimal.

Nantinya, pola pengawasan dilakukan dengan mengawal proyek pada setiap termin. Dengan demikian,  ketika ada sebuah temuan, pihaknya dapat cepat memberikan rekomendasi.

“Pengawalan idealnya harus per termin. Dengan begini, jika ada yang hal yang kurang sesuai dalam pelaksanaan tiap termin bisa segera disikapi. Yakni, rekanan harus memenuhi pekerjaan sesuai termin yang ditentukan atau diputus kontraknya. Kalau hanya sebagai setempel saja, saya tidak mau,” tegasnya.

Editor : Akrom Hazami

Tarung Derajat Grobogan Ditarget Raih Medali di Porprov 2018

Wakil Sekretaris Pengurus Keluarga Olahraga Tarung Derajat Jawa Tengah Wendy Andrianto melangsungkan pelantikan pengurus Tarung Derajat Grobogan periode 2016-2020 di aula RS Permata Bunda, Kamis (30/3/2017) (MuriaNewsCom / Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Target medali dibebankan pada cabor tarung derajat dalam even Porprov yang akan dihelat tahun 2018. Panargetkan medali disampaikan Ketua KONI Grobogan Fatchur Rachman saat menghadiri pelantikan pengurus Tarung Derajat Grobogan periode 2016-2020 yang dilangsungkan di aula RS Permata Bunda, Kamis (30/3/2017).

“Target kita dalam Poprov 2018 cukup berat karena minimal harus bisa bertahan di posisi empat besar. Syukur-syukur bisa naik satu tingkat ke posisi tiga besar,” tegas Fatchur.

Untuk mempertahankan posisi empat besar maka butuh dukungan sumbangan medali dari cabor andalan. Termasuk cabor beladiri juga sangat diandalkan untuk memberikan kontribusi medali.

“Untuk cabor beladiri ini jumlah medali yang disediakan cukup banyak, seperti di atletik atau angkat besi. Jadi, peluang ini harus kita maksimalkan. Kebetulan pula, beladiri merupakan salah satu cabor yang populer di Grobogan. Oleh sebab itulah, saya juga berharap agar tarung derajat juga bisa menyumbangkan minimal satu medali emas di Porprov 2018,” tegasnya.

Pelantikan pengurus baru dilakukan Wakil Sekretaris Tarung Derajat Jawa Tengah Wendy Andrianto. Selain ketua KONI, hadir pula Kepala Disporabudpar Grobogan Karsono, Wakil ketua DPRD Wasono Nugroho, dan perwakilan FKPD.

Sementara itu, Ketua Tarung Derajat Grobogan Boedi Setiawan menyatakan, pihaknya siap memenuhi target yang dibebankan. Menurutnya, dalam Porprov mendatang, setidaknya ada 2 medali emas yang harus bisa diraih petarungnya.

“Kita sudah persiapkan petarung untuk even Porprov 2018. Target yang dibebankan, akan kita usahakan bisa tercapai,” tegasnya. 

Editor : Akrom Hazami

XL Hadirkan Tarif Telepon dan SMS Murah di Keresidenan Pati

General Manager Sales Operation XL Axiata Central Java & DIY Area, Arif Farhan Budiyanto saat menjelaskan produk XL. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) kembali menghadirkan tarif dasar telepon Super Ngobrol dengan tarif menelepon ke semua operator flat Rp 1 per detik. Tarif telepon ini dapat dinikmati oleh pelanggan baru XL sejak 20 Maret 2017.

XL memilih menggunakan tarif telepon dan SMS, karena melihat kemajuan teknologi saat ini tidak membuat masyarakat serta-merta meninggalkan layanan dasar telekomunikasi, yaitu layanan suara. Bahkan pengguna juga cukup banyak, terlebih lagi di Eks Keresidenan Pati ini.

General Manager Sales Operation XL Axiata Central Java & DIY Area, Arif Farhan Budiyanto, mengatakan berbagai fitur dan teknologi digital saat ini telah mengubah pola komunikasi masyarakat, tak terkecuali di Indonesia. 

“Memang benar untuk saat ini layanan suara juga dapat dilakukan melalui internet, namun berdasarkan hasil riset kami terhadap pelanggan, ternyata layanan suara tetap dibutuhkan masyarakat. Begitu juga dengan SMS yang pengguna juga tinggi,” katanya di Hotel Griptha, Kudus, Rabu (29/3/2017).

Menurutnya, pengguna SMS dan telepon tak melulu dari kalangan orang tua semata. Namun juga kalangan remaja dan muda juga banyak yang menggunakannya. Terkadang seseorang memiliki sejumlah nomor dengan ada nomor khusus guna kebutuhan telepon dan SMS.

Arif menambahkan, selain jaringan yang kuat dan berkualitas, pelanggan menginginkan tarif yang terjangkau dan dan mudah untuk diperoleh. Oleh karenanya XL hadirkan Super Ngobrol sebagai solusi bagi pelanggan dan masyarakat untuk tetap dapat berkomunikasi tanpa rasa khawatir tarif mahal. 

“Tarif Super Ngobrol cukup simpel dan mudah diingat karena tarif flat per detik berlaku 24 jam, tanpa ada pembagian tarif siang dan malam, selain itu tarif nelepon dan SMS berlaku untuk semua operator,” ujarnya

Selain tarif nelpon Super Ngobrol Rp.1 per detik, kata dia, pelanggan juga diberikan kemudahan layanan lainnya seperti tarif SMS Rp 50 per 2 SMS yang dikirimkan, serta internetan hanya Rp 50/MB. 

“Tarif tersebut berbeda-beda dengan wilayah lainnya. Namun selisih tak terlalu banyak, dan di Eks Keresidenan Pati, plus Demak, tarifnya demikian,” ujarnya.

Bagi pelanggan yang ingin menikmati layanan ini dapat membeli kartu perdana di XL Center, toko pulsa terdekat, dan jalur penjualan lainnya sejak 20 Maret 2017. 

Editor : Akrom Hazami

 

Rencana Pembangunan Pusat Kuliner di Eks Lahan Pasar Pagi Purwodadi Bikin Resah PKL, Kok Bisa?

Bangunan ilegal di lahan PT KAI yang sudah diratakan beberapa waktu lalu akan segera dibenahi untuk pembangunan pusat kuliner (MuriaNewsCom / Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah PKL merasa resah dengan rencana pembangunan pusat kuliner di eks lahan pasar pagi Purwodadi. Terutama, PKL yang biasa berjualan di sepanjang jalan R Suprapto. Keresahan PKL itu disebabkan adanya rumor yang sudah beredar saat ini. Yakni, pembangunan pusat kuliner tersebut disiapkan untuk merelokasi PKL di jalan R Suprapto.

“Informasi yang kita dengar memang seperti itu. Kabarnya, pusat kuliner itu digunakan untuk memindahkan PKL di jalan R Suprapto. Terus terang, informasi ini cukup meresahkan. Sebab, kami cukup keberatan jika harus pindah ke lokasi baru,” ungkap Yahmin, salah seorang PKL di Grobogan, Kamis (30/3/2017).

Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Grobogan Sudarso mengatakan, keresahan para PKL dinilai kurang tepat. Sebab, konsep pembuatan pusat kuliner di lahan milik PT KAI tersebut bukan untuk merelokasi PKL.

Dijelaskan, setelah pembangunan berikut fasilitasnya selesai, pusat kuliner nanti akan disewakan kepada pedagang yang menginginkan. Termasuk, para PKL juga dibolehkan untuk menyewa tempat di pusat kuliner nanti.

“Kalau ada PKL di jalan R Soeprapto yang mau sewa, diperbolehkan. Kami tidak ada rencana untuk merelokasi mereka. Konsep pusat kuliner nanti diperuntuhkan buat pedagang yang mau sewa saja. Jadi, isu pusat kuliner untuk relokasi PKL itu tidak benar,” jelasnya, Kamis (30/3/2017).

Menurut Sudarso, sistem sewa diterapkan karena dinas dituntut menyumbang pemasukan ke daerah setelah menyewa lahan dari PT KAI. Keharusan adanya pemasukan itu berdasarkan saran dari Badan Pemeriksa Keuangan.

Pusat kuliner tersebut direncanakan didirikan tahun ini. Anggaran pembangunan gedungnya disiapkan sebesar Rp 4 miliar. “Saat ini sedang kita susun detail enginering desain (DED) melalui jasa konsultan. Kita targetkan tahun ini pusat kulinernya sudah jadi,” katanya.

Pembuatan DED ditarget kelar April nanti dan setelah itu dilelangkan. Untuk bangunan pusat kuliner direncanakan tidak ada sekat dan posisinya saling berhadapan. Jalan masuk menuju lokasi ada dua untuk memudahkan akses pengunjung.

Ditambahkan, pembangunan pusat kuliner tersebut bagian dari penataan Kota Purwodadi. Sebelumnya, pada lahan bekas Stasiun Purwodadi dulunya dipakai jualan pedagang Pasar Pagi dan lokalisasi.

“Beberapa bulan lalu, semua bangunan ilegal sudah dibongkor dan pedagang telah pindah ke lokasi baru. Di sekitar lokasi lama kita pasang pagar triplek agar tidak ditempati pedagang lagi,” tambahnya.

Editor : Akrom Hazami

Ngemis di Kudus, Akan Dipenjara 

Petugas Satpol PP saat menindak pengemis di salah satu sudut di Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Banyaknya pengemis di Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kudus, membuat prihatin pemerintah kabupaten. Untuk itulah disusun perda yang membahas tentang pengemis. Jika masih dilanggar maka dapat dipenjarakan.

Hal Itu disampaikan oleh Sumiyatun, Kepala  Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kudus saat sosialisasi di aula Balai Desa Demaan. Dikatakan kalau perda tersebut sudah hampir rampung dibahas dan tinggal didok atau diresmikan.

“Saya tanya, semuanya warga Kudus kan? Jika iya, harus mengikuti aturan yang berlaku juga. Semuanya juga tinggal di Kudus,” kata Sumiyatun saat sosialisasi.

Menurutnya, dalam perda itu juga menjelaskan tentang hukuman jika sampai ada yang melanggar. Jika yang bersangkutan tak mampu membayar sesuai yang ditetapkan untuk menebus, maka akan dikurung selama beberapa hari.

Pihaknya tak ingin jika sampai ada warga Kudus yang berbuat demikian apalagi sampai dikurung. Untuk itu, diminta supaya tidak usah lagi meminta-minta, karena dampaknya sangat serius.

Hal sama juga dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Didik Sugiharto. Menurutnya jika sampai ada yanh dipenjara meski hanya sebentar, akibatnya akan jelek di masyarakat.

“Meskipun hanya satu dua hari kan sama saja. Jangan sampai ada petugas satpol yang mengejar. Kalau kerja lainya malah bagus,” imbuhnya 

Dijelaskan mulai hari ini Kamis (30/3/2017), dilakukan operasi oleh petugas untuk pengemis dan pengamen. Itu untuk menciptakan Kudus yang nyaman dan juga melihat apakah masih ada yang beroperasi atau tidak.

Editor : Akrom Hazami

Jangan jadi Pengemis dan Pengamen di Kudus

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kudus Sumiyatun saat memberikan pengarahan kepada warga Desa Demaan untuk dilarang mengemis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan warga Desa Demaan, Kecamatan Kota, dikumpulkan oleh Pemkab Kudus, Rabu (29/3/2017) malam. Pemkab memberikan pengarahan kepada mereka agar tidak menjadi pengemis dan pengamen.

Warga dikumpulkan di aula balai desa yang bertempat di RT 4 RW 3. “Kami nyuwun panjenengan semua kerja dengan baik, jangan sampai ada orang tua yang mengajari anaknya untuk meminta-minta,” kata Sumiyatun, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kudus.

Peringatan itu tak hanya berlaku untuk orang tua dan anak saja, tapi juga pemudanya. Semuanya harus bekerja dengan yang baik. Dikatakannya, Kudus merupakan wilayah yang religius dan juga sejahtera. Jadi jika masih ada peminta minta dan juga pengamen, maka hal tersebut tidaklah pas.

“Selama ini sekolah sudah gratis, pengobatan gratis, kredit usaha ada KUP, jadi kurang bagaimana. Diharapkan mulai sekarang tak ada lagi pengemis dan peminta minta,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kalau Kudus sudah mendapat penghargaan Adipura Kencana selama dua kali berturut-turut. Itu semua karena peran serta masyarakat yang baik dan rapi. Jika sampai masih ada pengemis atau pengamen yang muncul, maka Kudus kemungkinan gagal mendapatkan kembali tahun ini. Apalagi saat penilaian dilaksanakan.

Dalam kegiatan tersebut, nampak pula Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Didik Sugiharto, Plt Satpol PP Kudus Eko Hari Djatmiko, Kepala Dinsos Ludhful Hakim, Kesbangpol Djati Sholehah dan sejumlah pejabat lain.

Editor : Akrom Hazami

Kudus Butuh 50 Titik CCTV

Kendaraan melintas di wilayah Tanggulangin Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu. Titik itu merupakan salah satu area padat lalu lintas yang telah dipasangi CCTV. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus membutuhkan sekitar 50 unit penambahan kamera CCTV yang dipasang di sejumlah jalan raya setempat.

Tambahan CCTV tersebut dibutuhkan untuk memantau kondisi jalan raya di Kudus secara keseluruhan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus Didik Sugiharto mengatakan, secara idealnya, Kudus memang membutuhkan tambahan 50 unit CCTV. Untuk memenuhinya, akan dilakukan secara bertahap setiap tahunnya.

“Seperti tahun ini kami akan menambahkan CCTV 20 unit. Semuanya akan kami pasang di tempat yang ramai dengan pengguna jalan,” kata Didik di Kudus, Rabu (29/3/2017).

Dengan adanya penambahan 20 CCTV itu, kata Didik, bakal mempermudah pemantauan arus lalu lintas. Sehingga, jika dirasa perlu penanganan petugas dishub, maka petugas akan turun membantunya.

Bahkan, sejumlah pelanggaran lalu lintas dapat terpantau. Pihaknya juga membuka peluang kerja sama dengan polisi.

“Seperti sekarang saja saat saya buka, tampak arus lalu lintas berjalan,” ujarnya.

Rekaman CCTV juga bakal dihubungkan dengan aplikasi android Menjaga Amanah Rakyat (Menara). Aplikasi itu sebentar lagi akan diluncurkan.

Editor : Akrom Hazami

 

Jangan Terkecoh dengan Karcis yang Disodorkan Petugas Parkir di RSUD dr Soetrasno Rembang

Karcis yang sebenarnya untuk kendaraan roda empat justru diberikan untuk kendaraan roda dua. Ini terjadi di parkiran RSUD dr. Soetrasno Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Penarikan restribusi parkir kendaraan masih saja terkadang dipermainkan oleh oknum petugas parkir. Misalkan saja, biaya restribusi terkadang lebih besar dari tarif resmi yang telah ditentukan oleh pemerintah daerah setempat.

Pun demikian, karcis resmi yang disodorkan atau diberikan kepada pemilik kendaraan, terkadang juga tidak sesuai peruntukannya. Seperti halnya yang terjadi di RSUD dr Soetrasno Rembang. Oknum petugas parkir sengaja memberikan karcis yang sebenarnya diperuntukkan untuk kendaraan roda empat, namun, hal itu diberikan kepada pemilik kendaraan roda dua.

Dengan hal ini, pemilik kendaraan roda dua harus membayar parkir dengan tarif yang seharusnya diperuntukkan untuk kendaraan roda empat. Reno. Sebut saja begitu, warga Desa Kepoh Agung, Kecamatan Pamotan, ini mengaku mengalami hal tersebut. “Awalnya saya tidak tahu, tetapi setelah dibaca, saya baru ngeh kalau karcis restribusi parkir yang diberikan petugas parkir adalah untuk kendaraan roda empat. Padahal, saya kan pakai sepeda motor,” katanya.

Menanggapi hal ini, Kepala Seksi Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan Rembang Sakidjo mengatakan, ketentuan tarif parkir sudah diatur dalam Perda Nomor 5 tahun 2010.

“Yang pertama yakni parkir di tempat khusus. Seperti halnya rumah sakit, taman dan tempat pelelangan ikan(TPI) itu Rp 1.000 bagi kendaraan roda dua. Dan Rp 2.000 itu bagi kendaraan roda empat. Sedangkan parkir di tepi jalan umum itu sebesar Rp 500 bagi kendaraan roda dua dan Rp 1.000 bagi kendaraan roda empat,” paparnya.

Kemudian saat disinggung mengenai karcis parkir untuk mobil sebesar Rp 2.000 yang diberikan oleh pengunjung RSUD dr. Soetrasno yang membawa kendaraan roda dua, ia mengutarakan, bahwa itu merupakan tindakan personal atau oknum.

“Wah kalau itu tindakan oknum, dan itupun berhak ditolak. Hal itu akan kita urus, akan kita bina. Sebab petugas parkir yang ada di RSUD dr. Soetrasno merupakan bagian dari binaan kita,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Indosat Ooredoo Tawarkan Paket Telepon, SMS dan Paket Freedom Combo

Pelayanan Indosat Ooredoo terus ditingkatkan di Kudus. ( MuriaNewsCom /Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Indosat Ooredoo memberikan tawaran bagi pelanggan untuk mendapat paket telepon, SMS hingga paket Freedom Combo. Itu diberikan untuk meningkatkan pelayanan dengan tarif yang terjangkau.

Widiyarto, Head of Indosat Ooredo Sales area Kudus mengatakan, pilihan paket diberi untuk kemudahan dan kebebasan pelanggan untuk memilih paket sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Seperti halnya paket harian 60 menit ke sesama dengan harga Rp 2,600 dapat dilakukan *123*3*3*1*1*1# untuk 120 menit sesama *123*3*3*1*1*3#, 100 menit sesama *123*3*3*1*1*5#. Kemudian ada pula paket ke semua operator dengan *123*3*3*2*2# 50 menit mingguan,” katanya di sela-sela acara temu media di Kopi Kritink Premium Kudus Rabu (29/3/2017).

Sementara untuk kebutuhan SMS, harian 60 SMS seharga Rp 1,100 dengan cara *123*3*4*1*1#. Lalu ada pula paket SMS 2 ribu dengan harga Rp 16 ribu *123*4*2 # migguan.

Sedang untuk combo ada paket mulai M, 2 GB (all) + 5 GB 4G dengan sintax *123*2*1# seharga Rp 59 ribu.  L, 4 GB (all) + 10 GB 4G *123*2*2#  seharga Rp 99 ribu,  XL 8 GB (all) + 15 GB 4G *123*2*3#, XXL 12 GB (all) + 25 GB 4G *123*2*4# seharga Rp 199 ribu 

Menurutnya, itu juga dalam bentuk memperlakukan pelanggan sebagai sahabat, dengan menghadirkan paket yang simpel, transparan dan mudah, sehingga pelanggan mudah menggunakan.

“Kami akan terus menghadirkan terobosan produk dan layanan bagi para pelanggan kami, sehingga mereka dapat meraih manfaat dari telekomunikasi baik dalam menjalin tali silaturahmi dengan keluarga dan saudara,” ungkapnya. 

Editor : Akrom Hazami 

Gratifikasi Seks juga Bisa Ancam Pejabat di Grobogan

Kasubag Umum Inspektorat Jateng Bambang Martono memberikan pemahaman masalah gratifikasi saat menjadi pembicara sosialisasi di pendapa kabupaten, Rabu (29/3/2017). (MuriaNewsCom / Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Para pejabat di Grobogan diminta untuk berhati-hati dengan pemberian dari pihak lain yang berkaitan dengan jabatannya. Sebab, bisa jadi, pemberian itu masuk dalam ranah gratifikasi yang bisa menyeret pejabat dalam masalah hukum.

“Saya mengingatkan supaya waspada dengan pemberian yang bisa masuk kategori gratifikasi. Masalah ini, sudah diatur dalam Undang-undang No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” kata Kasubag Umum Inspektorat Jateng Bambang Martono, saat menjadi pembicara sosialisasi di pendapa kabupaten, Rabu (29/3/2017).

Kegiatan yang dibuka Bupati Grobogan Sri Sumarni itu dilangsungkan dalam rangka menyosialisasikan Perbup No 45 tahun 2015 tentang Pengendalian Gratifikasi dan e-LHKPN. Selain pejabat hingga level camat, acara sosialisasi juga dihadiri para pimpinan BUMD dan Kepala Inspektorat Grobogan Puji Raharjo.

Menurut Bambang, bentuk gratifikasi tidak selalu berupa uang. Tetapi juga bisa berwujud barang, termasuk juga voucher wisata, atau hotel. Bahkan, ada juga kategori gratifikasi seks.

“Pemberian dari pihak lain ini memang rawan gratifikasi. Sebab, si pemberi biasanya punya maksud tertentu dalam memberikan sesuatu tersebut. Sebaiknya, kalau diberikan sesuatu segera dilaporkan saja supaya tidak terkena gratifikasi. Prosedur pelaporan sudah ada mekanismenya,” jelasnya.

 Editor : Akrom Hazami 

150 Anggota BP SPAMS di Rembang Dilatih Kelola Air dan Sanitasi

150 orang dari 75 BP SPAMS di Rembang mengikuti pelatihan pengelolaan air dan sanitasi yang digelar oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Jawa Tengah di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Rembang, Rabu (29/3/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sebanyak 150 anggota Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (BP SPAMS) di Kabupaten Rembang mendapat pelatihan pengelolaan air dan sanitasi, Rabu (29/3/2017).

Acara yang diprakarsai oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah tersebut, berlangsung di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Rembang.

Ketua panitia sekaligus Ketua Asosiasi SPAMS Rembang Muhammad Anwar mengatakan, kegiatan tersebut sangat positif dan sesuai dengan visi dan misi Asosiasi SPAMS Rembang. “Visi dan misi kami berusaha untuk selalu memberikan jasa fasilitasi, mediasi dan mampu memberikan kompetensi sumber daya manusia dalam pengelolaan air dan sanitasi,” katanya.

Dia melanjutkan, pelatihan dan bimbingan tersebut, terkait dengan aspek kelembagaan, keorganisasian dan fungsi BP SPAMS. Selain itu, juga terkait dengan fungsi, sarana perpipaan dan perpompaan. Sehingga nantinya di setiap BP SPAMS mampu melayani berapa sambungan rumah, termasuk akses layanan air minumnya tercukupi atau belum.

Dengan adanya kegiatan bimbingan itu, ia juga berharap akan bisa mendukung program pemenuhan air dan sanitasi tahun 2019 mendatang. “Acara ini dalam rangka mendukung program akselerasi universal akses dengan target pemenuhan kebutuhan air dan sanitasi pada tahun 2019. Saat ini memang masih menyisakan banyak PR  yang harus terselesaikan,” paparnya.

Menurutnya, selain mendukung pemenuhan air di tahun 2019, bimbingan ini juga bisa mendorong terbitnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan, serta mendorong pemerintah desa untuk menfasilitasi terbentuknya BUMDes tentang Layanan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Rembang perlu memfasilitasi adanya database atau peta pelayanan air minum secara komperehensif, baik layanan yang berupa perpipaan maupun nonperpipaan,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

2 Maling Motor di Grobogan Dikejar dan Akhirnya Tertangkap di Blora


Motor milik petani yang akan dicuri dan kendaraan yang digunakan pelaku diamankan di Mapolsek Gabus.  (MuriaNewsCom / Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Dua orang yang diindikasikan pelaku pencurian kendaraan bermotor berhasil diamankan warga dan anggota Polsek Gabus, Rabu (29/3/2017). Dua pelaku kejahatan diketahui warga Blora. Masing-masing, Sutrisno (20), warga Kecamatan Randublatung dan  Nur Rofiq (24), warga Kecamatan Kradenan.

Informasi yang didapat menyebutkan, penangkapan penjahat itu berawal dari aksi yang dilakukan keduanya di Desa Tahunan, Kecamatan Gabus, Grobogan sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, salah pelaku hendak mengambil sepeda motor milik petani yang ditempatkan di pinggiran sawah. Sedangkan, satu pelaku lainnya siaga di atas kendaraan matic.

Nahas, saat hendak melarikan motor, ada petani yang mengetahui aksi kejahatan tersebut. Selanjutnya, petani tersebut berteriak ‘maling’ sehingga mengundang perhatian banyak orang.

Kemudian, belasan orang yang ada di sekitar lokasi berusaha mengejar pelaku. Dalam perjalanan, salah satu pelaku yang membawa hasil curian meninggalkan motor yang dinaiki dan membonceng temannya yang naik motor matic warna putih.

Meski motor sudah ditinggalkan, warga tetap berupaya melakukan pengejaran bersama anggota Polsek Gabus yang sebelumnya sudah sempat dihubungi. Aksi kejar-kejaran berlangsung cukup seru.

Akhirnya, pelaku berhasil terkejar dan tertangkap. Untuk menghindari amukan massa, kedua pelaku sempat diamankan terlebih dahulu di Mapolsek Jati, Blora.

“Tertangkapnya kedua pelaku masuk wilayah Polsek Jati, Blora. Jadi, sebelum kita bawa ke Mapolsek Gabus, keduanya kita amankan dulu disana untuk menghindari amuk massa,” kata Kapolsek Gabus AKP Abas.

Selain pelaku, pihaknya juga mengamankan dua kendaraan sebagai barang bukti. Yakni, motor petani yang akan dicuri dan kendaraan yang digunakan pelaku.

Editor : Akrom Hazami 

Puluhan Anak Disabilitas di Rembang Dilatih Keterampilan

Anak-anak penyandang disabilitas dilatih membuat kreatifitas gantungan kunci oleh Dinsos PPKB di Komplek Musium Kartini Rembang.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana (Dinsos- PPKB) dan TP PKK Rembang memberikan pelatihan keterampilan terhadap 20 anak berkebutuhan khusus di Sanggar Budaya Komplek Museum Kartini Rembang, Rabu (29/3/2017).

Ketua TP PKK Kabupaten Rembang Hasiroh Hafidz mengatakan, dengan adanya pelatihan keterampilan tersebut, diharapkan anak-anak penyandang disabilitas tersebut, nantinya, bisa mandiri atau tidak tergantung dengan orang lain.

“Dengan memiliki keahlian atau keterampilan, anak-anak berkebutuhan khusus diharapkan memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Kekurangan, bukan berarti harus minder untuk menjadi sukses,” ungkapnya.

Dalam hal ini, dirinya juga berharap semua organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di Rembang bisa mengakomodasi kegiatan serupa,terutama Dinsos PPKB agar dapat menjembatani pertemuan untuk anak-anak disabilitas sebulan sekali guna memberikan motivasi.

Di Rembang sendiri, katanya, perhatian terhadap warga penyandang disabilitas semakin mengalami peningkatan. Perusahaan juga ada yang mau untuk memperkerjakan mereka yang berkebutuhan khusus, salah satunya Alfamart.

Sementara itu Kepala Bidang Rehabilitasi dan Bantuan Jaminan Sosial dari Dinsos PPKB, Prapto Raharjo mengatakan, kegiatan pelatihan tersebut, turut  menghadirkan Setia Adi Purwanta, pendiri Dria Manunggal, lembaga penelitian dan pemberdayaan warga difabel Yogyakarta dan Muzar, praktisi dari yayasan tersebut.

Editor : Kholistiono

Balasan Bidan Gagal CPNS di Grobogan Wadul DPRD

Anggota DRPD Grobogan dari komisi A dan D menggelar rapat gabungan untuk membahas pengaduan dari bidan yang tidak terangkat jadi CPNS, Rabu (29/3/2017) (MuriaNewsCom / Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan –  Anggota komisi A dan D DRPD Grobogan menggelar rapat gabungan, Rabu (29/3/2017). Rapat ini dilangsungkan untuk menindaklanjuti pengaduan para bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang tidak terakomodasi diangkat jadi CPNS.

Rapat gabungan dipimpin Ketua Komisi A Riyadi didampingi Ketua Komisi D Muklisin. Hadir pula, Plt Sekda Grobogan Mokh Nursahid, Kepala KPPD Suhadi, dan Sekretaris Dinkes Slamet Wibowo. Terlihat pula Ketua IBI Grobogan Titik Haryanti.

Jumlah bidan PTT keseluruhan di Grobogan ada 237 orang. Dari juumlah ini hanya 221 orang yang dinyatakan lulus dalam pengadaan seleksi CPNS tahun 2017.

Tes pengadaan CPNS bagi bidan PTT sudah dilangsungkan bulan Juli tahun 2016 di Semarang. Sebanyak 16 orang tidak lulus karena usianya lebih dari 35 tahun.

“Mereka yang tidak lulus dalam pengadaan CPNS tersebut nantinya akan ditampung sebagai pegawai pemerintah perjanjian kontrak (P3K). Meski demikian, kami akan memperjuangkan nasib mereka supaya sama-sama bisa diangkat jadi CPNS,” Koordinator Bidan PTT Grobogan Muji Dwi Rinawati yang ikut hadir dalam rapat tersebut.

Ketua IBI Grobogan Titik Haryanti berharap agar bidan PTT yang umurnya lewat 35 tahun tetap bisa tertampung jadi CPNS seperti rekan-rekannya. Sebab, mereka sudah mengabdi cukup lama.

Selain itu, Titik juga berharap agar kesejahteraan bidan lebih diperhatikan. Khususnya, untuk honor yang didapat bidan dengan status kontrak dan wiyata. Saat ini, honor bidan kontrak berkisar Rp 600 ribu per bulan dan tenaga wiyata Rp 150 ribu per bulan.

“Memang mereka masih mendapat tambahan dari jasa pelayananan tetapi nilainya juga tidak signifikan. Kami berharap honor bidan ini bisa ditambah karena tugas dan tanggungjawabnya memang cukup berat,” pintanya.

Menanggapi pengaduan tersebut, Ketua Komisi A Riyadi secepatnya akan mengajak pihak esekutif untuk konsultasi pada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara guna memperjuangkan nasib bidan PTT yang tidak terakomodir jadi PNS karena terbentur usia.

“Nanti kita akan konsultasikan supaya status mereka bisa jelas. Minimal segera ditambung jadi tenaga P3K. Syukur-syukur malah bisa terakomodir jadi CPNS seperti yang lainnya. Untuk penambahan kesejahteraan bidan kontrak dan wiyata akan kita upayakan dengan melihat kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.

Plt Sekda Grobogan Mokh Nursahid juga sependapat dengan wakil rakyat. Dalam kesempatan itu, ia langsung meminta Kepala BKPPD Suhadi agar segera mangagendakan ke Jakarta bersama anggota dewan untuk memastikan status 16 bidan PTT tersebut.

“Terus terang, secara pribadi saya sangat kasihan dengan nasib 16 bidan PTT yang tidak bisa terakomodir jadi CPNS. Keputusan pengangkatan bidan PTT jadi CPNS merupakan kewenangan dari pusat. Namun, kita akan berusaha memperjuangan nasib mereka ini,” katanya. 

Editor : Akrom Hazami 

Persiku Vs Persijap Berakhir Seri

Pemain Persijap saat lawan Persiku di Kudus.)(MuriaNewsCom / Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Persiku Junior nyaris menang dalam laga kedua Piala Soeratin 2017 melawan Persijap di Stadion Wergu Wetan, Kudus,  Rabu  (28/3/2017).  Namun hasil laga berakhir imbang 1-1. 

Hal itu disampaikan pelatih Persiku Kudus Junior Widhoro. Menurutnya para pemain kehilangan konsentrasi dalam menit akhir, akibatnya lawan berhasil mendapat peluang dan tembakan berhasil masuk ke gawang meski dari luar kotak penalti.

“Saya sudah ingatkan untuk selalu konsentrasi. Meski bertahan namun harus tetap konsentrasi dan ingat sama peluang-peluang. Namun karena sudah merasa unggul dan menang sehingga lengah,” katanya usai pertandingan. 

Idealnya, para pemain dapat lebih tenang dalam bertanding. Dalam pertandingan Persiku, gol dicetak oleh pemain dengan nomor punggung 12 M Andy H. Gol dicetak dari kelengahan kiper yang memuntahkan bola dan gagal menangkapnya kembali.

Sementara, HT Taufan Bayu L, pelatih Persijap merasa tak puas dengan hasil pertandingan. Meski berakhir dengan hasil imbang. 

“Harusnya bisa menang, meski bisa mencuri poin, namun banyak peluang yang harusnya dapat dicetak dan mencetak gol malah gagal,” ungkapnya. 

Editor : Akrom Hazami