Pengemis di Menara Kudus Bingung Dapat Tawaran Kerja Jos 

Warga Demaan memadati aula balai desa setempat saat sosialisasi tentang Larangan Meminta-Minta, kemarin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Mendapatkan tawaran kerja, idealnya akan membuat seseorang senang. Tapi tidak demikian dengan warga Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kudus.

Pemkab setempat memberikan tawaran kerja menjadi juru parkir dan petugas kebersihan. Tapi tawaran membuat mereka bingung. Tawaran itu merupakan solusi agar mereka berhenti menjadi pengemis dan pengamen seperti yang dilakukan selama ini.

“Apa bisa bekerja di usia yang sudah tua ini. Pasti yang diutamakan adalah mereka yang masih muda-muda. Bagaimana dengan kami yang sudah tua?,” kata salah seorang pengemis, Sri di desa setempat, kepada MuriaNewsCom, Jumat (31/3/2017).

Selama ini menjadi pengemis telah membuatnya nyaman. Setiap harinya, Sri bisa mendapatkan Rp 15 ribu per hari. Jumlah itu akan meningkat saat ramai peziarah. Dengan waktu mulai dari pukul 05.00 WIB-08.30 WIB.

Dia mangkal bersama teman dan tetangga di kawasan Menara Kudus, yang kebetulan dekat dengan tempat tinggalnya.

Lain halnya dengan Fatimah (55), warga desa itu. Dia tak mungkin menerima kerja dari tawaran pemkab. Mengingat tenaganya yang tak lagi perkasa.

“Saya tak mengemis, saya menjadi pemulung rosok. Saya sudah tua dan tinggal dengan suami yang sakit. Jadi tidak bisa ditinggalkan lama-lama, apalagi tidak memiliki anak,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami