Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Warga yang jadi Pengemis Belum Minat jadi Juru Parkir di Kudus



Reporter:    /  @ 18:00:40  /  31 Maret 2017

    Print       Email

Kepala Dishub Kabupaten Kudus Didik Sugiharto. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus menyatakan sampai saat ini belum menerima adanya permintaan warga Demaan, Kecamatan Kota, yang berminat menjadi juru parkir (jukir). Hal tersebut terkait dengan tawarannya pada acara sosialisasi larangan warga Demangan di aula balai desa setempat, kemarin.

Sebagaimana diketahui, tidak sedikit warga yang menjadi pengemis dan pengamen. Pemkab pun berupaya memberi lapangan pekerjaan yang layak ke warga. Di antaranya dengan menjadi jukir.

Kepala Dishub Kabupaten Kudus Didik Sugiharto mengaku hanya sampai Jumat (31/3/2017) siang belum ada satu pun laporan warga yang merespons tawarannya itu.

“Mungkin karena masih berpikir dulu tentang tawaran kami. Kami akan tunggu mereka untuk bergabung menjadi juru parkir Pemkab Kudus dan berhenti jadi pengemis. Ini solusi yang pas,” kata Didik di ruang kerjanya kepada MuriaNewsCom.

Sejauh ini masih banyak wilayah yang belum ada jukir. Salah satunya di Jalan Sunan Kudus. Serta masih ada wilayah yang sudah ada jukirnya, bisa ditambah tenaga. Dengan catatan, ada komunikasi terlebih dahulu.

Terkait banyaknya warga yang jadi pengemis seperti di area Menara Kudus, jelas amat disayangkan. Tidak sedikit peziarah yang mengeluh. “Mereka tak tahu kalau apa yang dilakukan itu dikeluhkan pendatang. Yang mereka tahu itu dengan meminta-minta akan mendapat uang, itu yang harus diubah,” ujarnya. 

Dia berharap, Perda tentang pengemis dapat segera disahkan. Agar aturan dapat segera dijalankan dan kebiasaan meminta-minta akan hilang secara perlahan.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →