Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Soal Pabrik Semen, Bupati Rembang : Warga di Sini Kondusif, yang Ramai Menolak Malah Warga Luar Daerah



Reporter:    /  @ 20:00:55  /  30 Maret 2017

    Print       Email

Pabrik Semen Indonesia yang berada di Rembang hampir siap untuk beroperasi. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz mengakui, bahwa ada perbedaan pendapat terkait adanya pendirian pabrik semen di Rembang. Namun pihaknya menegaskan, jika kondisi di Rembang kondusif.

Terkait hal ini, bupati juga menyanyangkan adanya informasi yang beredar di media sosial yang menggambarkan seolah di Rembang terjadi penolakan yang luar biasa terkait adanya pabrik semen milik PT Semen Indonesia.

“Informasi dari media sosial yang tidak akurat menimbulkan citra buruk bagi dunia investasi di Rembang. Sehingga, seakan-akan kesannya terjadi pro dan kontra yang luar biasa di kalangan masyarakat. Padahal yang ramai komplain justru banyak dari orang luar Rembang,” katanya.

Katanya, beberapa waktu yang lalu sempat ada beberapa pejabat tingkat pusat datang ke Rembang, di antaranya Komnas Perlindungan Perempuan, Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), perwakilan Kementerian Politik Hukum dan Keamanan hingga Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Mereka justru merasa kaget, ternyata kondisi di Rembang kondusif, tidak seperti yang menjadi bahan pemberitaan selama ini,” katanya.

Sementara itu, Camat Bulu Suswantoro mengatakan,bahwa warga ring 1 sekitar pabrik semen, terutama Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, agar bisa mewaspadai kelompok luar daerah yang ingin menggagalkan beroperasinya pabrik semen.

“PT Semen Indonesia sebagai BUMN harus dikawal bersama. Apalagi pabrik semen senilai Rp 4,6 triliun di tengah hutan perbatasan Kecamatan Gunem dengan Kecamatan Bulu tersebut sudah memasuki uji coba dan siap memproduksi semen. Jangan sampai ada orang luar masuk, kemudian memancing provokasi serta memperkeruh suasana,” ucapnya.

Dia melanjutkan, warga di ring 1 agar tetap tenang, bisa bijak menyikapi informasi yang ada dan tidak terprovokasi oleh orang-orang yang tak ingin Rembang menjadi tidak kondusif.

Sementara itu, salah satu warga Desa Tegaldowo yang menolak pabrik semen, Sukinah, mengatakan, kalaupun ada aksi, akan lebih banyak berlangsung di Jakarta mapun semarang. Sebab di sana, ada pejabat yang berwenang.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →