Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Rencana Pembangunan Pusat Kuliner di Eks Lahan Pasar Pagi Purwodadi Bikin Resah PKL, Kok Bisa?



Reporter:    /  @ 13:33:30  /  30 Maret 2017

    Print       Email

Bangunan ilegal di lahan PT KAI yang sudah diratakan beberapa waktu lalu akan segera dibenahi untuk pembangunan pusat kuliner (MuriaNewsCom / Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah PKL merasa resah dengan rencana pembangunan pusat kuliner di eks lahan pasar pagi Purwodadi. Terutama, PKL yang biasa berjualan di sepanjang jalan R Suprapto. Keresahan PKL itu disebabkan adanya rumor yang sudah beredar saat ini. Yakni, pembangunan pusat kuliner tersebut disiapkan untuk merelokasi PKL di jalan R Suprapto.

“Informasi yang kita dengar memang seperti itu. Kabarnya, pusat kuliner itu digunakan untuk memindahkan PKL di jalan R Suprapto. Terus terang, informasi ini cukup meresahkan. Sebab, kami cukup keberatan jika harus pindah ke lokasi baru,” ungkap Yahmin, salah seorang PKL di Grobogan, Kamis (30/3/2017).

Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Grobogan Sudarso mengatakan, keresahan para PKL dinilai kurang tepat. Sebab, konsep pembuatan pusat kuliner di lahan milik PT KAI tersebut bukan untuk merelokasi PKL.

Dijelaskan, setelah pembangunan berikut fasilitasnya selesai, pusat kuliner nanti akan disewakan kepada pedagang yang menginginkan. Termasuk, para PKL juga dibolehkan untuk menyewa tempat di pusat kuliner nanti.

“Kalau ada PKL di jalan R Soeprapto yang mau sewa, diperbolehkan. Kami tidak ada rencana untuk merelokasi mereka. Konsep pusat kuliner nanti diperuntuhkan buat pedagang yang mau sewa saja. Jadi, isu pusat kuliner untuk relokasi PKL itu tidak benar,” jelasnya, Kamis (30/3/2017).

Menurut Sudarso, sistem sewa diterapkan karena dinas dituntut menyumbang pemasukan ke daerah setelah menyewa lahan dari PT KAI. Keharusan adanya pemasukan itu berdasarkan saran dari Badan Pemeriksa Keuangan.

Pusat kuliner tersebut direncanakan didirikan tahun ini. Anggaran pembangunan gedungnya disiapkan sebesar Rp 4 miliar. “Saat ini sedang kita susun detail enginering desain (DED) melalui jasa konsultan. Kita targetkan tahun ini pusat kulinernya sudah jadi,” katanya.

Pembuatan DED ditarget kelar April nanti dan setelah itu dilelangkan. Untuk bangunan pusat kuliner direncanakan tidak ada sekat dan posisinya saling berhadapan. Jalan masuk menuju lokasi ada dua untuk memudahkan akses pengunjung.

Ditambahkan, pembangunan pusat kuliner tersebut bagian dari penataan Kota Purwodadi. Sebelumnya, pada lahan bekas Stasiun Purwodadi dulunya dipakai jualan pedagang Pasar Pagi dan lokalisasi.

“Beberapa bulan lalu, semua bangunan ilegal sudah dibongkor dan pedagang telah pindah ke lokasi baru. Di sekitar lokasi lama kita pasang pagar triplek agar tidak ditempati pedagang lagi,” tambahnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →