Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Pemerintah Pusat Buka Lowongan Perawat Ikuti Kursus Bahasa Inggris 



Reporter:    /  @ 22:00:55  /  24 Maret 2017

    Print       Email

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Nusron Wahid saat berada di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemerintah pusat membuka peluang bagi perawat yang mahir berbahasa Inggris. Itu dilakukan agar tenaga perawat di Indonesia mampu bersaing dan dapat diterima di rumah sakit di tingkatan internasional di luar negeri.

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Nusron Wahid, mengatakan tahun ini pemerintah pusat memiliki progam mengkursuskan tenaga perawat di Indonesia. Namun tenaga tersebut harus benar-benar bersedia bekerja di luar negeri, dengan mengikuti tes.

“Ada 1.000 tenaga perawat yang dibutuhkan.  Mereka akan dikursuskan Bahasa Inggris. Mereka semua akan dikursuskan hingga lulus dan mendapatkan sertifikatnya. Jadi jika kursus kemudian tak lulus, akan dikursuskan lagi sampai lulus,” kata Nusron di pendapa Pemkab Kudus dalam kegiatan Sosialisasi Progam Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, Jumat (24/3/2017).

Menurutnya, para perawat harus bersedia mengikuti program pemerintah untuk bertugas di luar negeri. Karena, dengan menjadi perawat di luar negeri, selain mendapatkan penghasilan yang tinggi, juga mengharumkan nama bangsa dengan jadi perawat tingkat dunia.

Dia mengatakan, kursus akan dilakukan di luar negeri. Dan dalam sekali kursus, biaya yang seharusnya dikeluarkan kisaran Rp 16 juta. Dengan biaya yang besar itulah diharapkan perawat mampu bekerja dil uar negeri.

Bagi yang berminat, dapat mendaftar di tempat yang disediakan.  Bahkan di DKK saja, dapat digunakan sebagai tempat pendaftaran tersebut. Ini berlaku di seluruh Indonesia, termasuk di Kudus.

Dia menjelaskan, sebelumnya banyak para perawat yang ikut tes dalam bekerja di luar negeri. Namun sebagian besar gagal lantaran tes Bahasa Inggrisnya, khususnya Bahasa Inggris medis.

Bupati Kudus Musthofa mengatakan, pihak pemerintah mendukung penuh akan progam tersebut. Bahkan dia berterima kasih kepada Nusron, yang mana bersedia pulang ke kampung halaman demi hal tersebut.

“Bangga punya warga yang sukses di nasional. Kami mendukung penuh progam tersebut. Dan bagi warga Kudus, ini merupakan peluang yang sangat langka,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →