PGRI Jateng : Guru Merupakan Profesi Panggilan Jiwa

Logo PGRI

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua PGRI Jateng Widadi mengatakan, kalau profesi guru merupakan perkajaan panggilan jiwa. Sehingga, jika seorang yang menjadi guru tak ada panggilan jiwa, maka tujuan guru dapat melenceng.

“Sesuai dengan aturan UU Guru dan Dosen nomor 14 pasal 7 ayat 1, mengatakan kalau terdapat sembilan prinsip profesi guru dan dosen. Di antaranya adalah adanya bakat, minat, panggilan jiwa dan idealis,” kata Widadi di Kudus, Rabu (22/3/2017).

Menurutnya, dari sembilan kriteria itu yang paling susah adalah adanya panggilan jiwa. Karena guru yang dari panggilan jiwa, akan berusaha mencerdaskan siswanya dengan senang hati.

Dia mengatakan, seorang guru idealnya mampu meningkatkan kualitas pengajarannya maupun kualitas dirinya. Bagaimanapun yang ditangani guru merupakan manusia. Dikatakan, kalau berdasarkan hasil survey di dunia menjelaskan tentang motif orang bekerja dibagi menjadi tiga hal. Pertama adalah mencari nafkah, kedua mengejar karir dan ketiga panggilan jiwa.

“Kalau pertama mencari nafkah mencapai 54 persen. Dari 54 persen di antaranya, sejumlah 17 persennya membenci pekerjaannya dan hanya mengejar nafkah. Kedua adalah mengejar karir yang mencapai 17 persen dan sisanya baru panggilan jiwa atau memang suka,” jelasnya.

Ketua PGRI Kudus Kasmudi menjelaskan mencontohkan seorang guru yang mengajar Matematika dengan mengibaratkan siswa membeli jajan sekolah. Dalam contoh tersebut harus mengandung aspek pelajaran Matematika, perilaku jujur dengan membayar sesuai harga, juga budi pekerti.

Editor : Akrom Hazami