Kejaksaan Hentikan Kasus Dugaan Korupsi PDAM Grobogan, Ini Alasannya

Kepala Kejaksaan Negeri Grobogan Edi Handojo . (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pertanyaan banyak pihak terkait perkembangan penanganan kasus dugaan korupsi di tubuh PDAM Grobogan tampaknya bakal segera mendapat titik terang.

Oleh pihak Kejaksaan Negeri Grobogan kasus tersebut bakal dihentikan. Kasus dugaan korupsi itu terkait sambungan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tahun 2013 dan 2014.

Kepala Kejaksaan Negeri Grobogan Edi Handojo menjelaskan, dasar kesimpulan berasal dari hasil audit Inspektorat Daerah Grobogan tentang program MBR tahun 2013. Dari audit yang dilakukan, terdapat kekurangan bayar dari PDAM pada kontraktor penyambungan. Nilainya sekitar Rp 170 juta.

“Dana tersebut digunakan pengelola PDAM saat itu untuk operasional perusahaan. Bukan untuk memperkaya seseorang. Saat itu dana penyertaan modal boleh digunakan untuk operasional,” ujar Edi pada wartawan, Selasa (21/3/2017).

Dijelaskannya, dasar penggunaan dana penyertaan modal tahun 2013 pada peraturan daerah. Saat itu terdapat proyek 1.000 sambungan MBR.

Pada tahun 2014, dana penyertaan modal hanya untuk penyambungan MBR. Hal ini berdasarkan peraturan daerah yang telah diperbaharui. Totalnya sambungan MBR mencapai 4.000 titik.

“Pokok persoalannya pada proyek tahun 2013. Kontraktor bilang ada kekurangan pembayaran. Sementara penyertaan modal sudah diberikan semua. Setelah diselidiki, dana itu dialihkan operasional kantor,” ungkapnya.

Edi menambahkan, kasus tersebut akan segera dihentikan. Sebab, tidak ada kerugian negara. Dia merekomendasikan kesalahan administrasi tersebut dibebankan kepada PDAM agar hak-hak kontraktor segera dibayarkan.

Editor : Akrom Hazami