Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Sampah yang Menggunung di Pasar Hewan Sumberejo Rembang Kini Mulai Dibersihkan



Reporter:    /  @ 14:09:02  /  22 Maret 2017

    Print       Email

Dua alat berat tampah disiagakan untuk melakukan pembersihan sampah di area pasar hewan di Desa Sumberejo, Kecamatan Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Area pasar hewan di Kampung Baru, Desa Sumberejo, Kecamatan Rembang sudah bertahun-tahun justru menjadi tempat pembuangan sampah. Kini, sampah tersebut mulai dilakukan pembersihan, yang sudah dimulai sejak Jumat (17/3/2017) lalu.

Pembersihan sampah tersebut dilakukan, selain karena bukan pada tempat yang seharusnya menjadi tempat pembuangan, sampah yang ada juga menimbulkan bau yang menyengat, sehingga sangat mengganggu aktivitas warga yang melakukan transaksi jual beli hewan di pasar tersebut, yang dilakukan pada Kamis dan Minggu.

Hafidz, salah satu petugas kebersihan mengatakan, sampah-sampah tersebut berasal dari warga sekitar dan juga instansi, seperti halnya PLN. “Warga sekitar, itu biasanya buang sampahnya ke tempat ini. Pun demikian, pihak PLN ketika habis melakukan perabasan pohon di jalan, sampahnya juga dibuang ke sini,” ujarnya.

Untuk diketahui, luasan pasar hewan di Sumberejo ini sekitar 2 hektare. Kemudian, tempat yang sasaran untuk membuang sampah berada di sebelah selatan dan berada agak sedikit jauh dari lapak penjualan hewan. Namun demikian, bau yang ditimbulkan dari sampah tersebut membuat tidak nyaman.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang menyayangkan adanya pembuangan sampah yang dilakukan secara sembarangan oleh warga  dan instansi di pasar hewan tersebut. Akibat hal itu, lingkungan pasar hewan sudah menyerupai tempat pembuangan akhir (TPA), lantaran sampah yang menggunung di lokasi.

Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah Bahan Berbahaya, Beracun dan Peningkatan Kapasitas pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rembang, Andreas Edi G mengatakan, pihaknya mewacanakan penempatan kontainer sampah di lokasi tersebut.

“Ada dua kontainer, satu kami ambil dari Desa Gambiran dan satu yang semula sudah ada di lokasi. Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Dinperidagkop) dan UMKM Kabupaten Rembang. Karena Dinperindakop yang memiliki kewenangan dalam hal penanganan pasar,” ungkapnya.

Saat ini, katanya, juga sedang dilakukan pengurukan tanah untuk menutup bekas sampah. Rencananya, bekas gunungan sampah tersebut akan ditanami palawija, sehinggga nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar. “Kita akan arahkan warga untuk menanam palawija di bekas lokasi sampah, itu agar bisa mewujudkan kondisi yang lebih asri,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →