Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Siswa SMA dan SMK di Kudus Mulai Ditarik Sumbangan



Reporter:    /  @ 16:14:13  /  21 Maret 2017

    Print       Email

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah sekolah negeri di Kudus tingkat SMA / SMK sudah mulai menarik sumbangan dari wali murid. Itu terkait kebutuhan sekolah yang kian banyak dan tak diimbangi dengan pemasukan pihak sekolah.

Kepala SMA 1 Kudus Shodiqun mengatakan, pihak sekolah sudah menarik sumbangan para wali murid. Untuk di SMA 1, tiap wali murid diminta sumbangan sebesar Rp 150 ribu setiap bulannya. Jumlah itu didapat berdasarkan kekurangan dari kebutuhan sekolah.

“Sebenarnya yang kami usulkan itu sejumlah Rp 149 ribu per bulan. Namun oleh wali murid meminta untuk dibulatkan saja menjadi Rp 150 ribu. Jadi, nominal itu yang dipakai,” katanya.

Namun, lanjutnya, tak semua wali murid dimintai sumbangan sekolah. Melainkan hanya wali murid yang dianggap mampu. Sementara yang tidak mampu menyesuaikan sumbangan sekolah, akan digratiskan. “Kalau yang mampu, yang membantu yang kurang mampu. Jadi saling membantu satu dengan lainnya,” ungkapnya.

Dikatakan, kalau yang meminta sumbangan kepada wali murid tak hanya SMA 1. Tapi juga SMA lainnya karena sebelumnya sudah menggelar pertemuan MKKS. Hanya, mengenai nominal satu sekolah dengan lainnya berbeda lantaran menyesuaikan kebutuhan.

“Kami juga sudah memberikan surat kepada Bupati Kudus terkait hal ini. Surat yang diberikan perihal pemberitahuan untuk meminta sumbangan. Dan tak lama setelah itu ada petugas dari pengawas yang memperbolehkan,” ungkap dia.

Sebelumnya, sejumlah kepala sekolah kebingungan karena SMA tak dapat bantuan dari Pemkab Kudus. Sehingga progam Kudus gratis sekolah 12 tahun terganggu. Untuk itulah MKKS menyurati Bupati Kudus guna memberitahu tentang iuran wali murid.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →