Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Ribuan Tikus di Kawasan Pertanian Kayen Dimusnahkan



Reporter:    /  @ 19:00:55  /  18 Maret 2017

    Print       Email

Geropyokan tikus di Desa Boloagung, Kayen, Pati yang melibatkan para pihak, Sabtu (18/3/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ribuan populasi tikus di kawasan Desa Boloagung, Kecamatan Kayen, Pati dimusnahkan, Sabtu (18/3/2017). Sedikitnya ada 1.327 tikus yang ditangkap dan dimusnahkan dari kawasan lahan pertanian seluas 157 hektare tersebut.

Pengendalian hama tikus yang populasinya semakin tidak terkendali tersebut menggunakan cara geropyokan, yakni pengasapan menggunakan belerang di rumah-rumah tikus dan penyemprotan menggunakan air yang dicampur obat. “Populasinya semakin tidak terkendali sehingga mengharuskan digeropyok,” ujar Kasi Perlindungan Hama Tanaman Dinas Pertanian Pati, Indrastuti.

Ada tiga area yang dilakukan geropyokan tikus, yaitu area kelompok tani Sumber Makmur seluas 73 hektare, Rukun Santosa seluas 53 hektare, dan Sri Rejeki seluas 31 hektare. Geropyokan tikus sendiri melibatkan banyak pihak, mulai dari petani, perangkat desa, petugas Dinas Pertanian, pemerintah kecamatan, koramil dan polsek.

Menurut Indrastuti, geropyokan tikus merupakan upaya kuratif karena populasi hama tikus yang semakin tidak terkendali. Mereka merusak tanaman padi, dari waktu ditanam masih muda hingga panen. Bahkan, tidak jarang populasi tikus mengakibatkan petani gagal panen.

Karena itu, ia menyarankan kepada petani untuk mengembalikan mata rantai hewan yang bisa mengendalikan populasi tikus secara alami. Misalnya, pembuatan rumah burung hantu (rubuha) agar predator burung hantu bisa mengendalikan hama tikus.

Selain burung hantu, sejumlah predator yang saat ini mulai hilang di antaranya ular, burung elang, dan musang. Peningkatan populasi jangkrik juga dianggap bisa mengendalikan hama tikus melalui frekuensi suara yang dihasilkan.

“Bila kondisi terdesak, karena tikus sudah tidak bisa diatasi memang perlu geropyokan. Namun, cara paling efektif sebetulnya mengembalikan mata rantai hewan di kawasan persawahan, seperti hewan-hewan predator,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →