Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Habib Umar Muthohar Ajak Warga Pati Dukung Kepemimpinan Haryanto-Arifin



Reporter:    /  @ 14:00:52  /  18 Maret 2017

    Print       Email

Habib Umar Muthohar memberikan ceramah dalam Pati Berselawat dan Tablig Akbar di Alun-alun Pati, Jumat (17/3/2017) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Al Habib Umar Muthohar mengajak warga Kabupaten Pati untuk mendukung kepemimpinan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati terpilih, Haryanto-Saiful Arifin. Hal itu disampaikan Habib Umar dalam Pati Berselawat dan Tablig Akbar di Alun-alun Pati, Jumat (17/3/2017) malam.

“Saat pemilihan, pilihan boleh berbeda. Itu seperti ketika debat, boleh berbeda pendapat, tapi harus mendukung dan menghormati keputusan bersama. Hasil Pilkada Pati dengan Pak Haryanto dan Saiful Arifin sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati terpilih ini, kita dukung bareng-bareng,” ajak Habib Umar.

Dia mengibaratkan pemimpin dan rakyat seperti imam dan jamaah. Semua manusia dipastikan melakukan perbuatan khilaf. Karena itu, imam dan jamaah harus bisa saling mengingatkan bila ada kekhilafan untuk menciptakan tatanan kehidupan yang baik.

“Kalau imamnya dan jemaahnya benar, bangsa ini akan baik. Kalau imamnya salah, jemaah harus mengingatkan dengan cara yang baik karena setiap manusia dapat khilaf. Begitu juga bila jemaah ada yang tidak benar, imam mesti mengajaknya kembali kepada kebenaran,” tuturnya.

Mendukung pemimpin dalam sebuah pemerintahan dinilai sangat perlu untuk mendorong pembangunan yang baik. Namun, ia kembali mengingatkan bahwa setiap manusia punya khilaf sehingga budaya saling mengingatkan perlu diterapkan antara imam dan jemaah.

“Hadirnya ribuan masyarakat di alun-alun bersama para habaib, ulama dan kiai ini mudah-mudahan melambangkan keutuhan persatuan, rukun guyubnya masyarakat Pati di bawah kepemimpinan Bapak Haryanto. Ada ulamanya, santrinya, kiainya, pedagangnya, komplit di sini. Kalau masyarakat Pati rukun dan guyub mengikuti Nabi Muhammad, kehidupan akan sejahtera,” kata Habib Umar.

Ia mengibaratkan tawon yang hidup dalam koloni dipimpin seorang ratu. Tawon tidak pernah menyengat sesama tawon. Mereka hidup rukun dan guyub di bawah kepemimpinan tawon ratu, tidak saling menyengat seperti yang dilakukan manusia.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →