Penyeleweng Pupuk Bersubsidi Gagal Beraksi di Blora

Polisi mengamankan penyeleweng pupuk bersubsidi di Blora. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Blora – Petugas Unit Resmob Sat Reskrim Polres Blora melakukan penghadangan dan menggagalkan upaya penyelewengan pupuk bersubsidi di Jalan Raya Doplang-Randublatung, turut Desa/Kecamatan Jati, Blora, Kamis (16/3/17) malam.

Pemilik pupuk Dwi Purwanto (33), warga Desa Bekon Sepur RT 01/RW 02, Kecamatan Kebak Kramat, Kabupaten Karanganyar dan Dul Kipli (39) warga Desa Pandeyan RT 02/RW  08, Tasikmadu,  Kabupaetn, Karanganyar ditangkap polisi. Dengan jumlah pupuk subsidi yang diamankan 160 sak. Pupuk diangkut dari truk dengan total berat 8 ton.

Dikutip situs resmi Polres Blora, penangkapan bermula pada Kamis  sekira pukul  22.00 WIB, Unit Resmob Sat Reskrim Polres Blora mendapat informasi ada truk yang berupaya menyalahgunakan pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi.

Setelah menelusuri informasi tersebut dan melakukan lidik ternyata benar. Petugas mencurigai sebuah truk berwana kuning AD 1425 KP. Kemudian petugas melakukan penghadangan, menghentikan dan memeriksa truk tersebut di Desa Jati.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan pembongkaran terpal ternyata truk tersebut benar bermuatan pupuk bersubsidi sebanyak jumlah 160 sak jenis pupuk Urea. Ketika diintrogasi di tempat tersebut ternyata pengemudi truk Dwi Purwanto dan Dul Kipli tidak bisa menunjukan bukti dokumen lengkap.

Dwi Purwanto, mengaku pupuk bersubsidi berasal dari Kabupaten Karanganyar yang akan dijual di wilayah Kabupaten Blora tepatnya di Kecamatan Jati.

“Pupuk itu dibawa dari Karanganyar dan hendak dibawa dan dijual ke wilayah Kabupaten Blora,” kata Kasat Reskrim Polres Blora AKP Asnanto.

Karena dinilai menyalahi wilayah distribusi, selanjutnya barang bukti disita dan pengemudi serta pemiliknya dibawa ke Polres Blora. Diduga penyelundupan ini untuk mencari keuntungan ganda, karena kemungkinan harga pupuk di Blora lebih mahal dan mengalami kelangkaan.

Unit Resmob Sat Reskrim Polres Blora mengamankan truk beserta barang bukti pupuk bersubsidi dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) truk atas nama Riya Agil Pamungkas.

“Tersangka pemilik pupuk dijaring Pasal 21 ayat 2 jo pasal 30 ayat 3 Permendag RI nomor 15/M/DAG/PER/4/2013, jo pasal 6 ayat 1 sub b, UU Darurat RI nomor 7 th 1955 tentang Tindak Pidana Ekonomi,” terang Asnanto.

Editor : Akrom Hazami