Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Gugatan Pilkada Pati ke MK Jadi Sorotan Komisi A DPRD Jateng



Reporter:    /  @ 20:00:51  /  16 Maret 2017

    Print       Email

Ketua Komisi A DPRD Jateng Masruhan Samsurie. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Gugatan Gerakan Masyarakat (Geram) Pati kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dengan pembatalan hasil Pilkada Pati mendapatkan sorotan dari Komisi A DPRD Jawa Tengah. Menurut Ketua Komisi A DPRD Jateng Masruhan Samsurie, kotak kosong menjadi bagian dari demokrasi dalam pilkada.

Hanya saja, jumlah perselisihan hasil pemilihan (PHP) pada Pilkada Pati diakui sangat jauh sehingga tidak menjadi persoalan bagi pasangan calon. “Dari sisi jumlah, selisihnya memang jauh, 75 persen dan 25 persen. Itu bukan menjadi persoalan,” ungkap Masruhan, Kamis (16/3/2017).

Yang menjadi persoalan menurut Masruhan, justru persoalan jumlah perolehan kotak kosong yang cukup tinggi di Pati. Hal itu diakui bisa menjadi pembelajaran demokrasi bukan hanya masyarakat Pati, tetapi juga masyarakat Indonesia.

“Penduduk Pati sangat padat. 25 persen suara itu termasuk sangat tinggi. Ini sebetulnya yang bisa menjadi pembelajaran bersama. Kalau gugatan ke MK itu tidak jadi persoalan, karena selisihnya sangat jauh,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua KPU Pati Much Nasich mengaku sudah siap menjawab dalam persidangan pertama yang digelar MK, Jumat (16/3/2017) besok. Dalam sidang tersebut, Komisioner KPU Pati akan mendengarkan permohonan yang diajukan pemohon.

“Persiapan matang sudah kami lakukan. Besok, sekitar jam 14.00 WIB, kita mengikuti sidang pertama terkait perselisihan hasil pemilihan (PHP). Jawaban-jawaban yang sesuai aturan dan regulasi sudah dipersiapkan, sehingga kami berharap bisa berjalan dengan baik,” harap Nasich.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →