Minim Peminat, Baru Ada 3 Pendaftar Lelang Jabatan Eslon II di Grobogan

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski masa pendaftaran sudah dibuka sejak awal bulan Maret lalu namun sampai Selasa (14/3/2017), pelaksanaan lelang jabatan untuk tiga posisi pejabat eselon II Pemkab Grobogan masih belum ramai peminat. Indikasi, sampai saat ini baru ada tiga orang yang mendaftarkan diri untuk menempati lowongan jabatan tersebut.

“Sudah ada yang mendaftarkan diri untuk lelang jabatan. Sementara jumlahnya baru ada tiga orang pendaftar. Biasanya, pendaftar baru akan memasukkan lamaran menjelang masa penutupan nanti. Batas akhir pendaftaran lelang terbuka sampai tanggal 17 Maret mendatang,” kata Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Grobogan Suhadi.

Seperti diberitakan, lelang jabatan atau seleksi terbuka diperuntukkan untuk posisi Sekretaris daerah (Sekda) dan dua kepala dinas. Masing-masing, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdanganan (Disperindag) dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Saat ini, posisi sekda serta kadinas definitif di dua instansi tersebut masih kosong dan hanya dijabat oleh seorang pelaksana tugas.

Menurut Suhadi, dasar seleksi terbuka yakni Peraturan Menpan dan RB 13/2014 dan surat Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) tanggal 23 Februari 2017 nomor B-59/KASN/2/2017 tentang rekomendasi seleksi terbuka. Pendaftaran seleksi terbuka itu sudah dibuka mulai Rabu (1/3/2017) dan berakhir setelah 14 hari kerja.

Dijelaskan, untuk seleksi terbuka itu sudah terbentuk panitia seleksi (Pansel). Panitia seleksi terdiri atas Kantor Regional I Badan Kepagawaian Nasional (BKN) Yogyakarta, akademisi Universitas Gajahmada Yogyakarta, Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, dan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jateng. Pansel ini juga akan menangani seleksi terbuka untuk posisi sekda yang saat ini kosong.

“Jadi satu pansel ini bekerja untuk seleksi sekda dan dua kadinas. Hal ini biar efektif dan efisien. Jadwal pendaftaran dan seleksi terbuka posisi Sekda kurang lebih sama dengan lelang dua kadinas,” sambungnya.

Suhadi menambahkan, lelang jabatan tersebut baru kali pertama diterapkan menyusul adanya UU ASN. Pihaknya sengaja tidak melibatkan tim dari Pemkab Grobogan agar panitia seleksi dapat bekerja secara independen. 

Editor : Akrom Hazami