Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Muatan Truk yang ‘Dirampok’ di Rembang Ternyata Nilainya Mencapai Rp 1,9 Miliar



Reporter:    /  @ 20:00:30  /  13 Maret 2017

    Print       Email

Petugas menunjukkan barang bukti truk yang sebelumnya sempat digondol pelaku “perampokan” beberapa hari lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Polres Rembang berhasil mengungkap kasus perampokan terhadap sopir truk tronton L 9599 UF  yang terjadi di Rembang pada Minggu (5/3/2017) dini hari. Setelah melakukan pendalaman, ternyata perampokan tersebut hanya rekayasa.

Dalam hal ini, Polres Rembang telah menetapkan tiga tersangka, termasuk salah satunya adalah sopir truk bernama Taufik Ichwan Gozali (30) warga Desa Sejan,Kecamatan Gemarang,Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Kemudian dua tersangka lainya merupakan teman si sopir, yakni Budi Utomo (27) warga Klino, Kecamatan Sekar Bojonegoro, dan Moh Taufik (38) warga Desa Glanggang, Beci, Pasuruan. Kedua tersangka ini telah bersekongkol dengan sopir truk.

Untuk sopir truk, yakni Taufik, kini sudah diamankan di Mapolres Rembang. Sedangkan dua tersangka lainnya diamankan ditahan penyidik di Satlantas Polres Nganjuk dalam perkara kecelakaan.

Selain pelaku, polisi juga sudah mengamankan barang bukti truk tronton yang ditemukan dalam keadaan kosong di sebuah SPBU di bilangan Wonosalam Kabupaten Demak. “Untuk muatan besinya sudah tidak ada. Diduga sudah dijual dengan penadah di Semarang. Untuk nilai muatan truk tersebut,  berupa kuningan, tembaga dan alumunium, diperkirakan nilainya mencapai Rp 1,9 miliar,” ujar Kasar Reskrim Polres Rembang AKP Ibnu Suka.

Baca juga :Perampokan Sopir Truk di Rembang Ternyata Hanya Rekayasa

Kemudian, untuk tersangka Moh Taufik, katanya, ditangkap dengan membawa barang bukti berupa uang hasil kejahatan sebesar Rp 266,35 juta.

“Modus yang digunakan para tersangka yakni sopir tronton bekerja sama dengan tersangka Moh Taufik dan Budi Utomo saat mengirim muatan tembaga, kuningan, dan alumunium dari Surabaya menuju Jakarta,” ungkapnya.

Selanjutnya, pada saat berada di Jalan Pantura Lasem lebih tepatnya di Desa Punjulharjo, rekayasa itu dijakankan. Yakni sopir tronton seakan akan dirampok dan diikat tangan dan kakinya. Pun demikian, untuk mata dan mulutnya ditutup. Untuk meyakinkan warga atau polisi, sopir truk dibuang di jalan Clangapan-Pamotan masuk wilayah Desa Padaran, Rembang dan kemudian ditemukan oleh warga setempat pada Senin (6/3/2017) dini hari.

Setelah itu, sopir truk melapor kepada bosnya Agus Indrawan warga Kelurahan Pucangsewu, Kecamatan Gubeng, Surabaya. Selanjutnya tersangka dan Agus Indra (50) melaporkan kejadian tersebut ke Polsekta Rembang.“Hasil penyelidikan Opsnal Sat Reskrim Polres Rembang, bahwa perkara ini adalah rekayasa ketiga tersangka,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →