Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Soal Limbah Medis, Pagi Tadi Pihak RSUD Kudus Agendakan Bertemu Warga, Tapi Gagal



Reporter:    /  @ 13:46:56  /  11 Maret 2017

    Print       Email

Instalasi pengolahan limbah cari RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Murianewscom, Kudus – Pihak RSUD dr Loekmono Hadi Kudus pagi tadi mengagendakan untuk melakukan pertemuan dengan perwakilan warga Desa Ploso, Kecamatan Jati. Pertemuan tersebut, untuk menjelaskan mengenai limbah dari rumah sakit yang meresahkan warga.

Namun demikian, agenda pertemuan yang direncanakan pada Sabtu (10/3/2017) pukul 10.00 WIB tersebut gagal dilakukan. Hal ini karena, pihak pemerintahan desa sedang ada kegiatan di luar Kudus.

Kades Ploso Bambang G mengatakan, hari ini pihaknya sedang ada kegiatan di Semarang. Sehingga, pihaknya tak mampu memenuhi undangan dari RSUD terkait penjelasan dari pihak rumah sakit mengenai limbah yang selama ini dianggap meresahkan masyarakat.”Hari ini pas ada acara di Semarang, jadi ya tidak bisa. Lagipula ini mendadak sekali undangannya,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom.

Sementara itu Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus dr Aziz Achyar mengatakan, sebenarnya agenda hari ini adalah penjelasan tentang limbah kepada masyarakat. Namun oleh warga tak jadi datang, lantaran kades sedang ada acara.

“Saya sudah mengagendakan ketemu dengan warga hari ini jam 10.00 WIB. Namun karena kades ada kegiatan jadi pertemuan batal, rencananya mereka akan datang malam ini,” ujarnya.

Baca juga : Limbah RSUD Kudus Dianggap Meresahkan, Ini Tanggapan Direkturnya 

Dikatakan, sebenarnya warga dipersilakan datang kapanpun. Pihak rumah sakit justru senang jika warga tahu secara langsung. Namun jika malam, maka penerangan dianggap kurang, sehingga dikhawatirkan kurang maksimal. “Kami sifatnya terbuka, warga mau datang, mau ngecek silakan saja. Itu lebih jelas bagi mereka jika melihat secara langsung limbah ini,” jelasnya.

Sebelumnya, warga Desa Ploso, Kecamatan Jati mengaku resah karena limbah rumah sakit yang mengalir ke permukiman desa itu. Limbah itu disebut menimbulkan bau tak sedap serta mencemari air sumur dari rumah.

Hal ini diungkapkan Amin, salah seorang warga setempat. Dia memperkirakan air limbah yang mengalir mengarah ke permukiman. Adapun warnanya putih dan berbuih. “Aroma air juga tidak sedap. Sangat mengganggu warga,” kata warga RT II ini di Kudus, Kamis (9/3/2017).

Akibatnya, sumur milik warga menjadi berbau. Seluruh warga yang tinggal di sekitar RSUD tak lagi menggunakan air sumur. Mengingat baunya yang tidak sedap. ”Kami kini terpaksa harus menggunakan air PDAM karena air sumur sudah tidak layak lagi,” ungkap Amin.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →