Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Gara-gara Permen Dot, PKL di Areal Sekolah di Kudus Dipantau



Reporter:    /  @ 19:00:35  /  10 Maret 2017

    Print       Email

Petugas Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus mensosialisasikan kepada PKL Barongan tentang makanan berbahaya. Tampak foto permen dot yang dicurigai mengandung narkoba. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Keberadaan permen dot sempat menggemparkan sejumlah wilayah lantaran dikabarkan mengandung bahan berbahaya seperti narkoba. Meski itu tidak benar, namun Pemkab Kudus tetap mewaspadai makanan yang dianggap mencurigakan itu.

Imam Prayitno, Kepala Bidang Fasilitas Perdagangan dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus mengatakan pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan sejumlah pedagang. Kerja sama dalam bentuk menggandeng paguyuban, baik yang berada di pasar maupun PKL.

“Kami sudah infokan kepada sejumlah pedagang. Jika menjumpai makanan yang aneh agar segera melaporkan kepada kami, setelah itu bakalan kami tindak lanjuti secepat mungkin,” katanya kepada MuriaNewsCom, Jumat (4/3/2017).

Dinas tak hanya meminta keaktifan dari para paguyuban, juga menerjunkan tim untuk sosialisasi kepada pedagang secara langsung. Seperti halnya kemarin Kamis (9/3/2017), pihaknya menerjunkan petugas untuk datang ke sejumlah PKL di sekolah 

PKL di sekolah disasar langsung, lantaran mereka yang langsung bersinggungan dengan siswa. Itu berbahaya, lantaran makanan yang selama ini mencurigakan dan mengandung bahan berbahaya biasanya menarik perhatian siswa, khususnya SD.

“Kemarin ada enam titik yang kami datangi. Seperti Purwosari, kawasan Museum Kretek, Jekulo, Kaliwungu serta Barongan. Lokasi tersebut merupakan wilayah dengan PKL yang banyak di sekolah,” ujarnya.

Pihaknya tak mau kecolongan jika sampai ada jatuh korban. Untuk itulah, mereka mendatangi para PKL serta menunjukkan gambar makanan yang dianggap mencurigakan. Seperti misalnya beberapa waktu yang lalu tentang permen dot.

“Biasanya warnanya sangat tajam dan menarik. Karena warga tajam itulah mengundang anak membeli. Padahal kebanyakan warna makanan semacam itu mengandung pengawet yang berlebihan,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →