Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Perampokan Sopir Truk di Rembang Ternyata Hanya Rekayasa



Reporter:    /  @ 11:15:51  /  10 Maret 2017

    Print       Email

Petugas kepolisian dari Polsek Rembang sedang melakukan olah TKP beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Masih ingat dengan seorang sopir truk yang ditemukan warga di pinggir jalan jalur Pantura, Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang, dalam kondisi tangan dan kaki terikat, serta mulut dan mata tertutup lakban, yang ngakunya telah dirampok?

Ternyata kasus perampokan tersebut hanya rekayasa. Sopir truk tronton Nopol L 9599 UF bernama, Taufik Ichwan Gozali (30) Warga Dukuh Sejan RT 06 RW 13 Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, tersebut ternyata hanya berpura-pura dibius dan disekap yang selanjutnya dibuang di Jalan Tireman-Pamotan, tepatnya di Desa Padaran.

Kasus ini terungkap, setelah polisi melakukan penyelidikan dan menemui adanya kejanggalan dengan peristiwa tersebut. Hal ini semakin terang, setelah dua rekan Taufik yang telah bersekongkol dalam kasus ini diamankan di Polres Nganjuk, Jatim.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Rembang AKP Ibnu Suka melalui Kaur Bina Operasi Satreskrim Iptu M Edi Sismanto mengatakan, pihaknya kini telah menetapkan 3 orang tersangka, salah satunya yakni sopir truk tronton tersebut. ”Benar. Kami menangkap tiga orang sebagai tersangka kasus perampokan yang ternyata rekayasa, termasuk sopir truk tronton,” ungkapnya.

Baca juga : Tangan dan Kaki Diikat, Mata Dilakban, Sopir Truk Ini Kemudian Dibuang di Pinggir Jalan

Sopir truk tersebut, katanya, telah memberikan laporan palsu kepada pihak polisi. Sedangkan 2 tersangka lain berperan melarikan truk bermuatan besi, dan keduanya sudah ditangkap di Nganjuk, Jawa Timur, beberapa hari lalu.

Ia juga memastikan, truk tronton yang sempat dibawa lari pelaku sudah ditemukan di sebuah SPBU wilayah Demak. Saat ini truk tersebut sudah dibawa kembali ke Polres Rembang sebagai barang bukti. Namun muatan besi 23 ton di truk tersebut sudah hilang lantaran dijual pelaku ke seseorang yang berada di Kabupaten Kudus.

“Awal mula pengungkapan kasus ini adalah saat kami melakukan olah TKP dengan cermat. Di sana kami menemukan sejumlah kejanggalan dan sudah mulai mencurigai kasus ini rekayasa,” ungkap dia.

Baca juga : Ini Kronologi Penyekapan Sopir Truk yang Kemudian Dibuang di Pinggir Jalan

Ia menyebutkan, beberapa hal yang membuat polisi yakin kasus ini rekayasa adalah tidak adanya luka menonjol yang terdapat pada tubuh sopir. Padahal, jika benar ia dibius dan dibuang setidaknya ada bagian tubuhnya yang memar atau lecet.

Edi juga memastikan, pengakuan sopir yang sempat dibius adalah bohong. Tidak ditemukan adanya bekas obat bius yang merasuk pada tubuh sopir. “Kasus ini masih kami dalami. Nanti sopir akan kami kenai dengan pasal laporan dan keterangan palsu,” katanya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →