ABG yang Laporkan Ibu Kandung ke Polisi Kudus Mau Damai, Asal..

Sukini (kiri), ibu yang dilaporkan anak kandungnya ke polisi, di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – NHPA (17) warga Mejobo, Kudus, tega melaporkan ibu kandungnya ke polisi dengan dugaan penganiayaan. Ibu kandungnya, Sukini (52) tak ingin masalah itu berlarut-larut.

Sukini pun berharap bisa damai dengan anak tercintanya. Rupanya sang anak mau damai dengan ibu. Tapi dia mengajukan beberapa syarat.  Itu harus dipenuhi oleh ibunya terlebih dahulu.

Hal itu diungkapkannya saat dihubungi lewat saluran telepon kuasa hukum Sukini, Yusuf Istanto. Saat dihubungi, anaknya mengajukan sejumlah syarat. 

Di antaranya, meminta sepda motor yang diambil ibu, dikembalikan. Akta kelahiran dan ijazah sekolah anak juga harus diberikan.

“Saya juga menginginkan uang tunai sejumlah Rp 50 juta. Itu saya butuhkan untuk biaya kuliah sampai dengan saya membuka usaha sendiri,” kata NHPA di ujung teleponnya, di Kudus, Kamis (9/3/2017).

Tak hanya itu, lewat sambungan telepon juga diungkapkan kalau dirinya tidak akan menarik kata-katanya kembali. Selain itu, sang anak juga tidak akan menginjak rumah ibunya kembali.

Kasus ini bermula dari persoalan sepele. “Saya ingatkan anak saya untuk belajar. Jangan main-main terus, jangan main gitar, tapi gak didengar. Saat itu sekitar jam 18.30 WIB, 16 Februari saya mencari-cari dia sudah tak ada di rumah. Lha pada jam 20.00 WIB dia pulang dan malah bawa gitar lagi,” kata Sukini.

 Baca :  TEGA, ABG Laporkan Ibu Kandungnya ke Polisi di Kudus

Melihat hal itu, dia hendak merebut gitar karena sebelumnya sudah diperingatkan tidak boleh pulang bawa gitar. Saat direbut itulah anaknya malah berkata kotor. Seketika ibu memukul pundak sang anak. Aksi ibu dilakukan karena sebagai bentuk sayang dan peduli. Mengingat anaknya telah memasuki kelas 12 SMA. Yang mana sebentara lagi akan mengikuti ujian nasional.

Editor : Akrom Hazami