Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Air Sumur Petilasan Empu Supo di Pati Diyakini Bisa Bikin Awet Muda



Reporter:    /  @ 11:30:43  /  9 Maret 2017

    Print       Email

Abdul Rokhim (kanan) melihat kejernihan air yang bersumber dari sebuah sumur dangkal peninggalan Empu Supo di kawasan hutan Gunung Kendeng, Desa Durensawit, Kayen, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ada sumur dangkal sekitar dua meter di kawasan hutan Pegunungan Kendeng, tepatnya di Desa Durensawit, Kecamatan Kayen, Pati, yang diyakini warga sebagai tempat untuk membilas keris Empu Supo pada saat membuat keris di pengapian pada abad ke-15.

Sumur dangkal tersebut memiliki sumber mata air yang tidak ada habisnya, kendati pada musim kemarau sekalipun. Airnya jernih hingga meluber di sekitar sumur.

Penduduk setempat yakin, air dalam kubangan bekas peninggalan Empu Supo tersebut bisa memberikan berkah, terutama awet muda. Tak hanya penduduk setempat, pengunjung yang sebagian besar dari wilayah Jawa Timur berdatangan pada malam hari untuk menggelar ritual dan mengambil air yang ditaruh di sebuah wadah untuk dibawa pulang.

“Kepercayaannya memang begitu. Banyak yang berdatangan untuk mengambil air dan membawanya pulang. Mereka juga mencuci muka di tempat, karena diyakini bisa awet muda,” ungkap Krisno, tokoh masyarakat setempat, Kamis (9/3/2017).

Baca juga : Menguak Jejak Empu Supo di Kabupaten Pati

Sementara itu, Abdul Rokhim, pengunjung asal Kecamatan Winong, Pati mengaku heran dengan sumur dangkal tersebut. Menurutnya, kubangan sedalam dua meter bisa memancarkan air jernih sepanjang waktu tanpa mengenal musim kemarau, terbilang fenomena alam yang cukup mengherankan.

“Saya mencoba mencuci muka di sini, airnya memang segar dan menyejukkan. Kalau mitosnya bikin awet muda itu wajar, karena airnya bersumber dari mata air Pegunungan Kendeng yang alami, di tengah hutan yang dikelilingi pohon-pohon besar,” kata Rokhim.

Sayangnya, akses jalan menuju situs peninggalan Empu Supo sulit untuk dilalui. Pengunjung mesti jalan kaki atau menggunakan sepeda motor trail, karena harus melalui jalan sempit berbatu dengan hutan di sekitarnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →