Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Kesadaran Tertib Berlalu Lintas di Rembang Masih Rendah



Reporter:    /  @ 20:59:28  /  8 Maret 2017

    Print       Email

Simulasi penanganan kecelakaan oleh petugas kesehatan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan saat terjadi kecelakaan, Pemerintah Kabupaten Rembang menjalin kerja sama dengan Polres Rembang. Pemkab melalui Dinas Kesehatan bersama Polres menggelar Apel bersama Quick Respon Ambulance, di depan Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Rabu (8/3/2017).

Bupati Rembang Abdul Hafidz menjelaskan, apel bersama tersebut sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan penanganan kecelakaan yang tepat, cepat dan akurat. Melihat kasus laka lantas yang cukup tinggi, menurutnya perlu peran serta tenaga medis untuk ditingkatkan.

“Setidaknya, dengan reaksi yang cepat dan penanganan yang tepat, korban laka lantas bisa segera mendapat pertolongan. Sehingga dampaknya dapat mengurangi tingkat fatalitas terhadap korban,”ujarnya.

Abdul Hafidz mengakui, jika kerusakan jalan di beberapa titik turut andil menyumbang tingginya angka kecelakaan. Tingginya curah hujan akhir – akhir ini juga semakin memperparah kerusakan jalan.

Oleh karenanya, kesadaran berlalu lintas dengan aman perlu ditingkatkan, untuk menekan angka kecelakaan. Soal kerusakan jalan, masyarakat diminta tetap bersabar, karena segala bentuk perbaikan harus melalui mekanisme perencanaan yang matang.

Sementara itu Kapolres Rembang AKBP Sugiarto mengungkapkan, kesadaran masyarakat Rembang untuk mengutamakan keselamatan dalam berkendara masih kurang. Masih sering dijumpai pengendara sepeda motor tidak memakai helm.

“Padahal salah satu fungsi helm adalah untuk memperkecil kemungkinan cidera kepala parah ketika mengalami kecelakaan. Untuk itu pihaknya berupaya berkoordinasi dengan pemkab, Dinas Kesehatan maupun puskesmas, bagaimana kita responsif terhadap kejadian laka untuk menekan fatalitas korban. Kalau di dalam laka lantas ada istilah hilang tidak pernah kembali dan rusak tidak bisa kembali sempurna,” tegasnya.

Kabupaten Rembang merupakan daerah yang memiliki panjang jalan pantura paling panjang yakni sekitar 65 km. Hal ini, menuruntya juga harus mendapat perhatian dari masyarakat, karena potensi kecelakaan dijalur pantura lebih tinggi.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan simulasi penanganan terhadap korban kecelakaan. Petugas dari Dinas Kesehatan dan Satlantas Polres Rembang sigap dalam menolong korban.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →