Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Warga Pati Diminta Perkuat 4 Pilar Kebangsaan untuk Hadapi Pemecah Belah Bangsa



Reporter:    /  @ 11:15:27  /  6 Maret 2017

    Print       Email

Anggota DPR RI Firman Soebagyo (tengah berbaju kuning) berfoto bersama sejumlah tokoh di Pati, seusai sosialisasi MPR RI di di Aula KPRI, Desa Plaosan, Kecamatan Cluwak, Pati, Minggu (5/3/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Warga Pati didorong untuk memperkuat pemahaman empat pilar kebangsaan untuk menghadapi upaya sejumlah pihak yang ingin memecah belah bangsa Indonesia. Hal itu disampaikan Legislator DPR RI Dapil III Jawa Tengah, Firman Soebagyo dalam Sosialisasi MPR RI,Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika di Aula KPRI, Desa Plaosan, Kecamatan Cluwak, Pati, Minggu (5/3/2017).

“Ancaman untuk bangsa saat ini bukan dalam bentuk perang, tetapi bentuk-bentuk baru berupa ideologi, teror, hingga narkoba. Kalau tidak diantisipasi bersama, bukan tidak mungkin Indonesia akan mudah dipecah belah, sehingga kelompok-kelompok radikal akan mudah masuk,” ujar Firman.

Dalam beberapa waktu terakhir, juga ditemukan banyak kaos, bendera dan lambang-lambang komunisme yang bermunculan. Masyarakat menyebutnya sebagai sebuah gerakan komunis baru di Indonesia. Kondisi itu, menurut Firman, mesti menjadi perhatian bersama karena paham komunis dilarang undang-undang.

Karena itu, ia mengajak kepada warga Pati untuk bersama-sama menangkal paham-paham yang tidak sesuai dengan UUD 1945 dengan cara memahami apa itu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, setiap warga wajib menangkal paham yang tidak sesuai ideologi bangsa, tidak hanya pemerintah, polisi dan TNI, tetapi juga civil society.

“Dengan keterbatasan pemerintah, polisi dan TNI, masyarakat harus bersama-sama bertanggung jawab untuk menjaga pertahanan dan keamanan bangsa dari ancaman yang mencoba merongrong NKRI. Itu bisa dilakukan, dari mulai tingkat desa hingga tingkat nasional. Gerakan terorisme sekarang tidak lagi bersenjata, tetapi dengan teror yang merusak bangsa, seperti narkoba, tembakau gorila, ideologi yang tidak sesuai Pancasila, dan sebagainya,” kata Firman.

Sementara itu, Pasi Intel Kodim 0718/Pati Kapten Inf Yahudi membenarkan adanya upaya dari para pihak yang ingin melemahkan dan memecah belah NKRI. Konflik Ambon dan Sumatera, serta ancaman narkoba yang terstruktur dan masif adalah satu di antaranya upaya untuk melemahkan NKRI.

“Jangan dianggap di Pati tidak ada kasus narkoba. Tahun ini saja, sudah ada sekitar 45 kasus narkoba. Itu jelas upaya untuk melemahkan generasi muda bangsa agar tidak memiliki daya saing di bidang sumber daya manusia (SDM),” ungkapnya.

Selama ini, kata dia, Kabupaten Pati sudah dikenal sebagai daerah di pesisir utara Jawa yang masyarakatnya hidup dalam toleransi. Miniatur NKRI yang ada di Pati itulah yang diharapkan selalu terjaga dengan baik untuk menghadapi upaya-upaya pemecah belah bangsa.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →