Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Gus Aang Instruksikan PPP Rebut Tujuh Kursi DPRD Pati di Pileg 2019



Reporter:    /  @ 13:00:49  /  4 Maret 2017

    Print       Email

Ketua Fraksi PPP MPR/DPR RI Muhammad Arwani Thomafi menginstruksikan kepada kader PPP Pati untuk bisa merebut tujuh kursi pada Pileg 2019. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Pati optimis bisa merebut minimal enam hingga tujuh kursi di DPRD Pati pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 mendatang. Optimisme itu muncul, setelah Ketua Fraksi PPP MPR/DPR RI Muhammad Arwani Thomafi datang ke Pati dan memberikan semangat dalam sebuah orasi politik di Gedung Haji Gunungwungkal, Pati, Jumat (3/3/2017).

“Kiprah PPP di bawah naungan para kiai dan ulama sangat luar biasa. Kita selalu meminta pertimbangan ulama. Di Pati, kiai banyak. Pondok pesantren juga banyak. Mestinya, hasilnya juga linier dengan para tokoh dari kiai di Pati. Kami optimis, PPP akan segera bangkit dan jaya,” kata Ketua DPC PPP Pati Suwito, Sabtu (4/3/2017).

Sementara itu, Arwani yang akrab disapa Gus Aang mengaku serius untuk membangkitkan kembali PPP di Kabupaten Pati dan merebut enam hingga tujuh kursi di DPRD. Ada tiga hal yang akan dilakukan agar tokoh dari PPP bisa tampil sebagai pemimpin di Kabupaten Pati.

Pertama, ia meminta kepada pengurus DPC PPP Pati untuk segera memastikan struktur kepengurusan tingkat ranting hingga Pengurus Anak Cabang (PAC) agar betul-betul terisi. “Di satu desa, minimal ada tujuh kader aktif, terdiri dari tokoh agama, pemuda dan tokoh perempuan,” ungkap putra almarhum KH Thoyfur tersebut.

Selama ini, struktur kepengurusan PPP di tingkat PAC dan ranting diakui masih belum tertata dengan baik. Padahal, struktur kepengurusan di tingkat desa dan kecamatan diakui sangat menentukan dalam upaya merebut kursi legislatif.

Kedua, Gus Aang meminta agar PPP Pati segera membentuk badan otonom (banom) dari tingkat kabupaten. Keberadaan banom dinilai memiliki peran vital. Selain punya kontribusi kepada masyarakat juga diharapkan bisa ikut menyukseskan partai.

Ketiga, kaderisasi bagi anggota parpol wajib dilakukan. Proses kaderisasi akan mengutamakan pelatihan dengan porsi yang lebih banyak. Dia sadar, perebutan kekuasaan menjadi hal penting agar bisa menjadi penentu kebijakan bagi kemaslatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita harus ikut berperan sebagai pengambil kebijakan, harus punya rencana untuk menjadi pemimpin. Parpol tujuannya untuk merebut kekuasaan. Sama halnya PPP, tujuannya adalah kekuasaan. Namun, kekuasaan itu harus didasari dengan niat untuk ibadah, mengabdi kepada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat,” seru Gus Aang.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →