Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Dianggarkan Rp 200 Juta, Pilar Jembatan Desa Karanglangu Grobogan Akan Diperbaiki Permanen



Reporter:    /  @ 20:00:07  /  2 Maret 2017

    Print       Email

Alat berat didatangkan ke Desa Karanglangu untuk mendukung perbaikan pilar jembatan yang hampir jebol diterjang banjir. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ambrolnya salah satu pilar penyangga jembatan di Desa Karanglangu, Kecamatan Kedungjati, akan ditangani secara tuntas. Rencananya, perbaikan pilar bakal dikerjakan secara permanen.

“Kerusakan cukup parah dan akan kita perbaiki permanen nantinya. Untuk perbaikan permanen akan dialokasikan dana sekitar Rp 200 juta,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Grobogan Subiyono pada wartawan, Kamis (2/3/2017).

Menurut Subiyono, sebelum dilakukan perbaikan permanen, pihaknya akan melakukan penanganan darurat terlebih dahulu. Yakni, membuat tiang penyangga yang ditempatkan di sebelah selatan pilar jebol.

“Hari ini material dan alat berat untuk mendukung penanganan darurat sudah kita datangkan ke lokasi. Tiang besi nanti akan kita bikin seperti stager (tangga) untuk menahan landasan jembatan agar tidak melengkung. Besi untuk tiang penyangga sedang dipotong-potong sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Penanganan darurat dengan alokasi dana sekitar Rp 40 juta, ditarget selesai dalam sepekan. Dengan catatan, debit air sungai di bawah jembatan tidak meluap. Setelah stager terpasang dengan kokoh, pilar yang nyaris jebol akan dirobohkan.

Selanjutnya baru akan diteruskan dengan penanganan secara permanen. Yakni, membuat satu pilar penyangga baru dengan konstruksi beton. Posisi pilar baru akan ditempatkan sekitar satu meter dari pilar lama yang hampir ambrol diterjang banjir beberapa hari lalu. Titik pembuatan pilar baru sudah disesuaikan dengan konstruksi bangunan yang sudah ada.

“Jadi, untuk perbaikan permanen harus didahului penanganan darurat. Jembatan harus dikasih tiang penyangga besi supaya aman,” sambungnya.

Seperti diberitakan, akses transportasi warga Desa Karanglangu, Kecamatan Kedungjati mulai tersendat sejak Minggu (26/2/2017). Hal ini menyusul terkikisnya salah satu pilar penyangga jembatan yang menghubungkan Dusun Kleben dan Dusun Karanglangu.

Lantaran terkikisnya cukup parah hingga pilar nyaris putus, kendaraan yang membawa muatan terpaksa dilarang melintas. Sebab, dikhawatirkan bisa memperparah kerusakan jika kendaraan berat menyebrangi jembatan yang melintasi sungai Bancak tersebut.

Kepala Desa Karanglangu Slamet Agus Kanugroho menyatakan, terkikisnya salah satu pilar jembatan diketahui Minggu pagi. Diperkirakan, pilar terkikis akibat diterjang air sungai yang mengalir deras pada diniharinya.

“Jembatan tersebut memiliki panjang 90 meter dengan lebar 3,8 meter. Ketinggian jembatan dari dasar sungai sekitar 15 meter. Sungai Bancak yang ada di bawah jembatan berhulu dari wilayah Salatiga dan bermuara ke Sungai Tuntang.

Keberadaan jembatan tersebut dinilai sangat penting bagi warga setempat. Sebab, jembatan itu jadi akses yang menghubungkan Desa Karanglangu menuju Desa Repaking Kecamatan Wonosegoro, Boyolali dan Desa Bantal, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang.

Lantaran terkikisnya cukup parah hingga pilar nyaris putus, kendaraan yang membawa muatan terpaksa dilarang melintas. Sebab, dikhawatirkan bisa memperparah kerusakan jika kendaraan berat menyebrangi jembatan yang melintasi sungai Bancak tersebut.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →