59 Koperasi di Kudus Bubar

MuriaNewsCom, Kudus –  Pemkab Kudus membubarkan sekitar 59 koperasi pada tahun ini. Alasan pembubaran karana tidak jelasnya koperasi, berikut pengurusnya.

Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, Usaha  Kecil dan Menengah Kabupaten Kudus Bambang TW mengatakan, jumlah koperasi yang dibubarkan 59 unit. Pembubaran puluhan unit koperasi sudah dilakukan akhir tahun lalu. Pembubaran dilakuan sesuai dengan prosedur yang sudah dijalankan.

“Kami sudah mencoba menghubungi koperasi yang bersangkutan tapi tidak ada hasil. Kami kemudian datang ke lokasi atau kantornya, tapi sama, tidak jelas. Lalu kami mencari pengurus koperasi namun kembali kami tidak menemukannya karena tidak ada. Jadi kami membubarkan koperasi tersebut,” kata Bambang TW di Kudus, kepada MuriaNewsCom, Senin (27/2/2017).

Faktor utama dibubarkan koperasi lebih kepada ketidakaktifan. Selain itu, aktivitas koperasi yang seperti pada umumnya, juga tidak tampak. Seperti halnya rapat anggota dan sejenisnya.

Pihaknya juga sedang mengawasi dengan ketat tiga koperasi lainnya. Pengawasan dilakukan lantaran dilihat kalau koperasi tersebut dinilai tidak sehat. Pengawasan secara intensif itu dilakukan selama tiga bulan, mulai awal Januari lalu hingga akhir Maret mendatang.

“Jika sampai waktu yang ditentukan tiga koperasi tidak juga membaik. Maka ketiga koperasi akan kami bubarkan pula. Namun jika mau berbenah, kami akan membantu sebisa kami,” ujarnya

Bantuan dari pihak Dinas yang bisa dilakukan misalnya mengenai SDM dalam koperasi. Jika merasa tak ada yang mampu maka pihak dinas memfasilitasi untuk memberikan pelatihan secara khusus.

Editor : Akrom Hazami

 

Asisten II Pemkab Grobogan Tutup Usia

Asisten II Pemkab Grobogan Dasuki meninggal dunia, Senin (27/2/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemkab Grobogan berduka. Hal ini menyusul meninggalnya Asisten II Dasuki, Senin (27/2/2017) sekitar pukul 05.45 WIB. Mantan Camat Purwodadi itu sebelumnya sempat dilarikan ke RS Panti Rahayu Purwodadi. Namun, ketika sampai di IGD, pejabat berusia 57 tahun itu diketahui sudah meninggal dunia.

Dari rumah sakit, jenazah disemayamkan di rumah duka di komplek RSS Sambak Indah, Purwodadi. Sekitar pukul 13.00 WIB jenazah dibawa menuju pemakaman di tempat kelahirannya di Desa Candisari, Kecamatan Purwodadi. Ratusan orang ikut mengantarkan jenazah hingga ke lokasi pemakaman umum tersebut.

Meninggalnya pejabat yang suka bercanda itu sangat mengejutkan banyak pihak. Mulai bupati, jajaran FKPD, koleganya dan para PNS, khususnya di lingkup Setda Grobogan serta wartawan.

Sebab sehari sebelumnya, Minggu (26/2/2017), mantan Kabag Kesra itu masih terlihat ikut mendampingi Bupati Sri Sumarni dalam tiga kegiatan. Yakni, jalan sehat di Kelurahan Grobogan, apel kebangsaan ansor dan banser di alun-alun yang dilanjutkan dengan menghadiri acara pelantikan pengurus PCNU Grobogan di pendapa kabupaten.

Saat mengikuti kegiatan, Dasuki terlihat sangat sehat dan sempat guyonan dengan sejumlah wartawan. Bahkan, Dasuki yang juga pengurus Kwarcab Grobogan sempat pula menyapa panitia dan peserta pesta siaga di halaman setda.

“Terus terang, saya tadi sempat tidak percaya saat menerima kabar duka ini. Makanya, saya langsung menuju rumah sakit untuk memastikan kebenaran kabar itu. Soalnya, kemarin Pak Dasuki seharian sama saya menghadiri beberapa acara dan kelihatan sangat sehat,” ujar Sri Sumarni.

Menurut Sri, sebelum pamitan usai menghadiri acara pelantikan pengurus PCNU, Dasuki sempat menyampaikan pesan. “Saya diminta untuk menjaga kesehatan. Itu pesan terakhirnya yang disampaikan kemarin,” katanya. 

Editor : Akrom Hazami

 

Penetapan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pati Dijadwalkan pada 8 Maret 2017

Paslon tunggal Pilkada Pati Haryanto-Saiful Arifin berjalan bersama, usai mengikuti agenda penajaman visi-misi di Kantor DPRD Pati beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati menjadwalkan penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati Haryanto-Arifin pada 8-10 Maret 2017 mendatang.

Penetapan itu segera dilakukan, menyusul hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU, paslon Haryanto-Arifin mendapatkan 519.675 suara dan kotak kosong 177.762 suara. Artinya, Haryanto-Arifin telah memenangkan Pilkada Pati 2017.

“Kalau tidak ada sengketa perselisihan hasil pemilihan di Mahkamah Konstitusi (MK), penetapan paslon terpilih dijadwalkan pada 8-10 Maret 2017,” ujar Komisioner KPU Pati Supriyanto kepada MuriaNewsCom, Senin (27/2/2017).

Setelah penetapan calon terpilih dan penyampaian pengusulan pengangkatan, tugas KPU dalam pilkada serentak akan selesai. Selanjutnya, paslon akan dilantik setelah jabatan petahana, Haryanto sebagai Bupati Pati 2012-2017 selesai pada 7 Agustus 2017.

Sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 164 A ayat 2 UU Nomor 10 Tahun 2016, pelantikan secara serentak dilaksanakan pada akhir masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati periode sebelumnya yang paling akhir. Karena itu, kemungkinan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Pati terpilih dilakukan setelah 7 Agustus 2017.

“Pelantikan itu tergantung dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo atau Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Sebab, tugas kami sudah berakhir setelah penetapan paslon terpilih,” imbuh Supri.

Saat dikonfirmasi, Saiful Arifin mengaku belum mendapatkan pemberitahuan terkait dengan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Pati periode 2017-2022. “Saya malah belum tahu. Kemungkinan Agustus 2017. Saya ikut saja pada aturan dan mekanisme dari Mendagri atau Gubernur,” tutur Arifin.

Editor : Kholistiono

Hebat! 11 Tahun Berturut-turut Tim Smansa Purwodadi jadi Jawara Lomba Baris Berbaris 

 

Tim SMAN 1 (Smansa) Purwodadi berhasil memperpanjang rekor ajang lomba tata upacara bendera (TUB) dan baris berbaris (BB) . (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tim SMAN 1 (Smansa) Purwodadi berhasil memperpanjang rekor ajang lomba tata upacara bendera (TUB) dan baris berbaris (BB) yang digelar Disporabudpar Grobogan. Untuk kesebelas kalinya, tim Smansa Purwodadi berhasil jadi juara umum dalam lomba yang rutin digelar tiap tahun tersebut.

Gelar juara kesebelas diraih dalam hari terakhir lomba TUB dan BB yang digelar di GOR Simpang Lima Purwodadi, akhir pekan lalu. Dalam lomba ini, tim Smansa kembali dinobatkan sebagai juara umum, seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Ini merupakan sebuah prestasi yang membanggakan dan cukup sulit untuk bisa diulang bahkan disamai. Selama 11 tahun berturut-turut, anak-anak berhasil menjadi juara dalam lomba TUB dan PBB,” cetus Kepala Smansa Purwodadi Amin Hidayat, Senin (27/2/2017).

Lomba TUB dan BB tingkat SMA/SMK/MA itu ada sekitar 20 sekolah yang ikut ambil bagian. Dari hasil penampilan yang disuguhkan, tim Smansa berhasil meraih predikat terbaik dari semua kriteria.

Yakni, pemimpin terbaik, pembawa Pancasila terbaik, pembaca pembukaan UUD 45 terbaik, dirigen terbaik, dan protokol terbaik. Kemudian, predikat terbaik juga disabet untuk pengibar bendera, pemimpin barisan dan, pengatur upacara.

“Baik nomor TUB dan PBB kita dapat juara I dan dinobatkan sebagai juara umum. Selaku kepala sekolah, saya merasa salut dan bangga dengan perjuangan anak-anak,” jelasnya.

Meski berhasil meraih juara, Amin meminta anak didiknya tidak puas diri. Sebaliknya, mereka diminta segera berlatih lebih keras lagi untuk menghadapi lomba serupa di tingkat eks Karesidenan Semarang yang akan digelar dalam waktu dekat.

Amin menambahkan, digelarnya lomba TUB dan BB tersebut dinilai cukup positif karena memiliki banyak manfaat. Antara lain, untuk meningkatkan kedisiplinan generasi muda, menumbuhkan semangat cinta tanah air, menumbuhkan semangat kebangsaan. Kemudian, melalui lomba itu diharapkan bisa mengembangkan sikap kepemimpinan serta meningkatkan kualitas TUB dan BB di sekolah.

Editor : Akrom Hazami

 

Di Hadapan ASN, Wabup Rembang Bicara Soal Good Governance dan Clean Government

Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto bicara soal good governance dan clean government di hadapan ASN. (Istimewa)

MuriaNewsCom,Rembang – Di hadapan ratusan aparatur sipil negara (ASN), Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto menyampaikan, jika pemerintahan yang dipimpinnya bersama Bupati Rembang  Abdul Hafidz sudah berjalan satu tahun. Selama itu pula, menurutnya, banyak evaluasi, masukan, kritik, dan saran yang telah diterima.

Untuk mewujudkan Rembang sebagai kabupaten yang menerapkan prinsip-prinsip good governance dan clean government, Bayu menilai, ASN merupakan salah satu kunci penting. Sesuai implementasi UU Nomor 5 tahun 2015 tentang ASN dan UU Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, ASN merupakan garda terdepan dalam rangka untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

“Pemerintahan yang sudah berjalan satu tahun ini, memberikan saya banyak pelajaran tentang arti koordinasi, arti pentingnya sebuah jabatan yang tentunya harus memiliki komitmen dan ada konsekuensinya,”ujarnya, saat memimpin apel di lingkungan Setda Rembang, Senin (27/2/2017).

Menurutnya, dalam beberapa pekan terakhir ini, pihaknya melakukan evaluasi kinerja laporan kegiatan APBD yang akan segera dijalankan. Bahkan pembahasan dilakukan sampai pukul 23.00 WIB.

“Ini merupakan bentuk usaha agar APBD bisa segera terealisasi dan dijalankan sesuai aturan, sesuai dengan manfaatnya. Saya melihat yang di LPj itu, yang namanya cakupan serapan masih dalam kuantitasnya saja, tapi kualitasnya masih belum. Saya ingin outputnya semua sesuai dengan isu yang berkembang, sesuai situasi perkembangan yang ada di Rembang. Kita harus peka,” tegasnya.

Dalam hal ini, katanya, bagian Humas harus mampu melakukan komunikasi publik dalam rangka menyampaikan program-program pemkab dengan baik. Pembangunan sudah baik, jika tersampaikan tidak maksimal nanti juga dianggap orang tidak maksimal atau tidak menyerap aspirasi.

Dalam kesempatan itu, Bayu juga berharap, semua ASN netral dan profesional. Situasinya sudah di era keterbukaan dan ketatnya pengawasan serta tegasnya penegakan hukum. Ia berharap semua bebas dari korupsi, olusi, dan nepotisme (KKN).

Pada 2016 lalu, katanya, telah memberikan pembelajaran yang baik,serapan anggaran sudah berjalan dengan baik. Untuk itu, tahun 2017 ini, anggaran diharapkan bisa terserap dengan lebih baik lagi. Untuk itu, menurutnya perlu membangun sistem yang baik untuk dijalankan dari tingkatan atas sampai bawah agar kinerja bisa maksimal.

“Selama satu tahun saya belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan birokrasi, karena menjadi pejabat publik tidak itu mudah. Harus paham, harus belajar regulasi dan segala macem. Dan yang menjabat di posisi baru harus segera berbenah,”tuturnya.

Dalam agenda sidak, dirinya tidak bermaksud mencari kesalahan. Tetapi bertujuan untuk mengevaluasi kinerja supaya sistem bisa berjalan dengan baik. Senioritas, eselon, kepangkatan memang ada di birokrasi. Namun Wabup juga ingin mencari orang-orang yang layak untuk dipromosikan sesuai dengan kompetensi dan unjuk prestasi.

“Untuk memaksimalkan kinerja ASN adalah bagian dari tugas saya. Saya tidak masalah ketika dicap Pak Wakil Bupati suka marah. Kalau salah ya memang harus saya benarkan. Saya juga menerima kritikan. Dan harapan saya, mari kita wujudkan bersama-sama Rembang bangkit menuju masyarakat yang madani,”imbuhnya.

Dan satu catatan lagi selain disiplin, tertib administrasi dan keuangan, pihaknya juga ingin capaian di lima tahun ini tercapai dan sukses. “Menatap tahun 2018, sudah dimulai e-budgeting dan e-planning termasuk e-retribusi, maka ASN juga harus menyesuaikan diri,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Pamflet Bernada Kampanye Tentangnya Beredar di Kudus, Sumiyatun Kaget

Sejumlah pamflet Sumiyatun terpasang di salah satu sudut di Kabupaetn Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Banyaknya pamflet bertuliskan Sumiyatun Menuju 2018 di beberapa sudut di Kudus, mendapatkan tanggapan dari yang bersangkutan. Dikonfirmasi, Sumiyatun mengaku kaget dengan banyaknya pamflet tentang dirinya. Dia mengaku tak tahu menahu tentang asal usul pamflet itu.

“Tiba-tiba saja muncul pamflet semacam itu. Jumlahnya juga sangat banyak dan tak tahu maksudnya itu apa. Saya sendiri juga sampai kaget mendengar dan melihatnya,” kata Sumiyatun kepada MuriaNewsCom di Kudus, Senin (27/2/2017).

Dia mengetahui keberadaan pamflet sejak beberapa hari yang lalu. Saat mengetahui adanya pamflet yang mengkampanyekan dirinya, Sumiyatun langsung berkordinasi dengan Bupati Kudus Musthofa. Konsultasi tersebut bermaksud untuk mencari solusi mengatasi keberadaan pamflet.

Kata dia yang juga Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup, Musthofa menyikapi hal tersebut dengan enteng. Bupati tak terlalu mempersoalkan hal tersebut, dan meminta dia untuk membiarkannya.

“Sementara biarkan saja dulu, mungkin itu perbuatan orang yang iseng saja dengan cara menempelkan pamflet semacam itu,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca jugaBeredar Pamflet Sumiyatun Menuju 2018 Tertempel di Beberapa Sudut di Kudus

Jambret Spesialis Incar Tas Perempuan di Rembang Dihadiahi Timah Panas

Cahya Adi Prasetya (25), warga Desa Sumbergirang RT 1 RW 1,Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. Cahyadi dibekuk polisi karena berulang kali melakukan aksi penjambretan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Tim Opsnal Satreskrim Polres Rembang membekuk pelaku jambret yang selama ini biasa beraksi di kawasan wilayah hukum Polres Rembang. Pelaku adalah M. Cahya Adi Prasetya (25), warga Desa Sumbergirang RT 1 RW 1,Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang.

Pelaku ditangkap polisi di kediamannya pada Senin (27/2/2017). Pada saat penangkapan, pelaku sempat melakukan perlawanan, sehingga, polisi terpaksa harus memberikan hadiah timah panas kepada tersangka.

Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Ibnu Suka mengatakan, pengungkapan kasus ini, berawal dari penyelidikan tim terhadap pelaku yang ternyata sudah seringkali melakukan aksinya di wilayah Rembang. Terkahir, katanya, pelaku  menjambret tas perempuan pada 29 Januari 2017 lalu.

Berdasarkan keterangan pelaku di hadapan polisi, pelaku mengaku tak hanya sekali menjambret. “Pada Oktober 2016 lalu, pelaku ini menjambret seorang perempuan di Jalan Pemuda depan Stadion Krida Rembang. Pelaku mendapatkan HP Lenovo A6000 dan uang tunai Rp 450 ribu,” ujar AKP Ibnu Suka.

Masih di bulan yang sama, pelaku kembali beraksi di depan cucian mobil Jl. Cokro Kembang. Korbannya juga seorang perempuan, dan menggondol dompet pelaku yang  berisi uang tunai sebanyak Rp 250 ribu. Kemudian di November 2016, di Jl. Dr. Wahidin Rembang, pelaku juga beraksi. Korbannya, lagi-lagi perempuan.

“Selanjutnya pada  bulan Desember 2016,  pelaku juga beraksi di Pasar Pentungan, Jl Demang Waru Rembang. Korban seorang perempuan dan mendapatkan tas yang berisi berisi HP Apple 5 dan uang tunai Rp 200 ribu. Pelaku kembali berulah pada bulan yang sama, di depan RSUD Rembang,” imbuhnya.

Menurutnya, pelaku tergolong nekat menjalankan aksinya. Pasalnya tempat kejadian perkara mayoritas berada di tengah kota. Terlebih, sasarannya yakni seorang perempuan.

“Saat ini pelaku masih kita mintai keterangan. Sehingga nantinya bisa dikembangkan lagi kasusnya. Sejumlah barang bukti yang kita amankan yakni berupa dua buah ponsel merk Samsung dan sepeda motor Vixion merah P 1244 SS,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Dapat Komplain dari Warga, Penampungan Air Resapan Sampah di TPA Sulang Akan Dikuras

Kolam penampungan air resapan sampah yang ada di TPA Landoh, Kecamatan Sulang, Rembang. Penampungan air ini rencananya akan dikuras, karena mendapat komplain dari warga. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Penampungan air resapan sampah di tempat penampungan air (TPA) Landoh, Kecamatan Sulang, Rembang, rencananya bakal dikuras. Hal ini menyusul adanya komplain dari warga terkait melubernya air tersebut dan mencemari beberapa sumur warga.

Hadi Suyikno ,salah satu petugas yang ada di TPA Landoh mengatakan, pengurasan air resapan TPA tersebut akan dilakukan setelah dibuatkan kolam penampungan air terlebih dahulu.”Kita akan membuat kolam penampungan sementara terlebih dahulu. Sebab bila kolam penampungan dikuras atau dibersihkan,  maka airnya akan dibuang ke kolam sementara itu dahulu,” katanya.

Dari pantauan MuriaNewsCom, kolam penampungan resapan air yang akan dikuras tersebut ada sebanyak 4 unit, yang berjarak sekitar 10 meter dari TPA.

“Kolam penampungan air yang akan dikuras itu sedalam kurang lebih 5 meteran. Nah setelah ada penampungan air sementara, maka air resapan sampah yang ada di 4 penampungan itu bisa dipindahkan ke penampungan sementara,” ungkapnya.

Menurutnya, penampungan sementara, akan dibuatkan di area TPA seluas 6 hingga 7 meter dan sedalam 6 meter. Sebab, penampungan sementara itu akan bisa meresap air sampah ke dalam tanah dan tidak bisa mengendap.

Editor : Kholistiono

 

Beredar Pamflet Sumiyatun Menuju 2018 Tertempel di Beberapa Sudut di Kudus

Pengguna jalan melintas dekat titik yang tertempel pamflet bergambar Sumiyatun menuju Wujudkan Kudus Bersih dan Indah. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Di sejumlah titik di Kudus banyak tersebar pamflet Sumiyatun menuju 2018. Pamflet tersebut tertempel pada sejumlah bagian di beberapa tembok, tiang listrik hingga jembatan di Kudus.

Pamflet bertuliskan Wujudkan Kudus Bersih dan Indah. Dalam pamflet juga tertulis relawan moncong putih berbentuk stempel. Selain itu pamflet juga dilengkapi dengan foto Sumiyatun, yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup.

Seperti halnya di kawasan sekitar kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus. Di tembok tepi jalan itu, tertempel pamflet dengan jumlah yang cukup banyak. pamflet terpasang dengan teratur.

Wawan, warga sekitar menyebutkan kalau pamflet sudah terpasang beberapa hari yang lalu. Tak hanya di sana, pamflet juga terpasang di sejumlah tempat di kawasan perkotaan. “Banyak pamflet semacam ini, tidak tahu siapa yang memasang. Mungkin memasangnya waktu tengah malam jadi tidak diketahui orang,” ucapnya kepada MuriaNewsCom di Kudus, Senin (27/2/2017).

Berdasarkan pantauan, pamflet terpasang di Kecamatan Dawe, yaitu di tepi jembatan. Pamflet terpasang di Kaliwungu yaitu di kawasan pabrik Polytron HIT Kaliwungu di sejumlah tiang listrik.

Editor : Akrom Hazami

 

Kakek Tewas Terpanggang dengan Posisi Duduk di Grobogan

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Grobogan – Kisah memilukan menimpa Misran, warga Kelurahan Kunden RT 2 RW 8, Kecamatan Wirosari, Minggu (26/2/2017). Betapa tidak, kakek berusia 67 tahun tersebut ditemukan tewas saat bangunan gubug yang ditempatinya terbakar.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa kebakaran tersebut berlangsung menjelang magrib, sekitar pukul 17.30 WIB. Kebakaran tersebut kali pertama diketahui dua tetangga terdekat, yakni Kasmin dan Warso.Saat itu, kedua orang yang sedang mengobrol di teras rumah melihat ada kepulan asap tebal. Selanjutnya, kedua orang itu bergegas menuju sumber asap. 

Ternyata asap diketahui berasal dari rumah bagian belakang milik Poniran yang dulunya dipakai kandang sapi. Keduanya kemudian berupaya sebisanya untuk menyiramkan air ke arah kobaran api. Setelah dibantu banyak warga, api akhirnya berhasil dipadamkan. Setelah api dijinakkan, terjadilah kehebohan. Pasalnya, saat memeriksa ke dalam gubug, warga mendapatkan ada sosok orang yang dalam posisi duduk di kursi dengan kondisi tubuh terbakar. 

Setelah diteliti, orang tersebut adalah Misran, ayah dari Poniran yang selama ini memang menempati bekas kandang sapi untuk tempat tinggalnya. Saat itu, kondisi korban diketahui sudah meninggal. Selanjutnya, warga melaporkan peristiwa itu pada pihak kepolisian.

“Saat warga memadamkan api tidak diketahui adanya korban di dalam gubug. Keberadaan korban baru diketahui setelah api padam. Korban meninggal dengan kondisi duduk di kursi,” kata Kapolsek Wirosari AKP Zainuri.

Dijelaskan, saat kejadian Poniran dan istrinya tidak ada di rumah. Korban baru dua bulan di rumah anak semata wayangnya tersebut.  “Korban asli Cilacap dan pernah mengalami gangguan jiwa sejak 2004. Sebelum kesini, korban pernah dirawat di RSJ Cilacap,” katanya.

Berdasarkan pemeriksaan tim medis dan olah TKP, Zainuri memastikan tidak ada unsur penganiayaan dan percobaan bunuh diri dalam kejadian tersebut. Korban sebelumnya sempat membakar serbuk gergaji untuk menghangatkan badan dan kemudian tertidur lelap dikursi tanpa mengetahui kalau gubugnya terbakar.

“Setelah dibawa ke rumah sakit untuk divisum, jenazah korban kita serahkan pada keluarganya untuk dimakamkan,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Mahasiswa UMK Kembangkan Frame Kacamata Berbahan Baku Kayu Skateboard

Frame kacamata berbahan baku kayu skateboard tampak diperlihatkan oleh mahasiswa UMK. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Sungguh kreatif yang dilakukan oleh Farid Hidayat (21), mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK), yang sejak lima bulan terakhir, mulai mengembangkan atau memproduksi frame kacamata berbahan baku kayu skateboard.

Mahasiswa UMK angkatan 2015 ini, memang memiliki darah sebagai pengusaha mebel, karena ia lahir dari orang tua yang menjalankan usaha di bidang perkayuan (mebel). Dari pengalaman bergelut dengan usaha orang tuanya itulah, ia kemudian mencoba hal yang baru, kendati masih berkutat dengan kayu sebagai bahan baku produknya.

‘’Alhamdulillah, dari beberapa produk yang sudah jadi, tiga sudah terjual. Dua kacamata dibeli oleh orang Bali, dan satu lagi dibeli oleh orang Malaysia. Untuk harga promosi, Saya patok Rp 800 ribu,’’ ujarnya.

Dia mengemukakan, untuk bahan baku frame kacamata yang diproduksinya, didapatkan dari relasinya dari berbagai kota. ‘’Kebanyakan bahan baku, Saya dapat dari teman di Semarang, Yogyakarta, dan Bali,’’ lanjutnya.

Farid Hidayat mengemukakan, sudah banyak orderan untuk produk kacamata yang dibuatnya itu. Hanya saja, menurut alumnus SMPN 2 Pecangaan dan SMAN 1 Pecangaan ini, tenaga produksi masih sangat terbatas.

‘’Dalam sepekan, rata-rata hanya bisa menyelesaikan dua kacamata, dan paling cepat maksimal tiga buah, karena ini murni hand made. Salah satu yang membuat produk ini mahal, selain bahan bakunya, juga karena murni hand made itu,’’ jelasnya.

Ke depan, putra pasangan (alm) Adi Ahmadi dan Siti Fatimah itu, akan mencoba membuat produk sejenis, namun dengan bahan baku berbeda. ‘’Suatu saat, Saya akan mencoba memproduksi frame kacamatan dengan kayu jati atau sonokeling. Untuk memberikan pilihan pada pelanggan,’’ katanya.

Editor : Akrom Hazami

Kerusakan Pilar Jembatan Karanglangu Grobogan Bakal Segera Ditangani

Tampak tiang penyangga jembatan yang tergerus banjir di Desa Karanglangu, Kedungjati, Minggu (26/2/2017) sore. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Hampir putusnya salah satu pilar penyangga jembatan di Desa Karanglangu, Kecamatan Kedungjati akan segera ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Grobogan. Rencananya, kondisi pilar jembatan akan ditangani secara darurat terlebih dahulu.

Kepala Dinas PUPR Subiyono menyatakan, pilar jembatan akan ditangani secara darurat. Nantinya, pilar akan disangga dengan batang kayu. Tujuannya supaya fondasi jembatan tidak melengkung.

“Dalam minggu ini, penanganan darurat akan kita kerjakan. Dana penanganan darurat kami harapkan bisa diambil dari pos tak terduga pada bagian kebencanaan,” ungkapnya.

Menurutnya, setelah dapat kabar kerusakan pilar jembatan, pada Minggu (26/2/2017) sore, dia dan beberapa stafnya langsung meninjau lokasi. Kebetulan, posisi sungai saat itu sedang surut sehingga bisa memeriksa hingga kondisi fondasi jembatan.

“Dari peninjauan lokasi, kerusakan memang cukup parah sehingga harus segera ditangani. Untuk menjaga umur jembatan, truk sementara dilarang melintas. Kalau mobil pribadi dan sepeda motor masih boleh jalan,” tegas mantan Kadinas Pengairan itu.

Disinggung soal perbaikan jembatan secara permanen, Subiyono menyatakan, untuk saat ini belum bisa dilakukan. Sebab, dana perawatan jalan dan jembatan yang ada dinilai tidak mencukupi untuk memperbaiki tiang penyangga tersebut.

“Untuk perbaikan permanen akan kita usulkan anggarannya pada perubahan ABPD mendatang. Sementara, penanganan darurat dulu,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Diterjang Banjir Bandang, Jembatan Desa Karanglangu Grobogan Terancam Ambrol

Salah satu pilar jembatan yang melintasi Sungai Bancak di Dusun Kleben, Desa Karanglangu, Kecamatan Kedungjati, Grobogan, rusak setelah diterjang banjir bandang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Akses transportasi warga Desa Karanglangu, Kecamatan Kedungjati mulai tersendat sejak Minggu (26/2/2017). Hal ini menyusul terkikisnya salah satu pilar penyangga jembatan yang menghubungkan Dusun Kleben dan Dusun Karanglangu.

Lantaran terkikisnya cukup parah hingga pilar nyaris putus, kendaraan yang membawa muatan dilarang melintas. Sebab, dikhawatirkan bisa memperparah kerusakan jika kendaraan berat menyebrangi jembatan tersebut.

“Demi keamanan, untuk sementara kendaraan berat (bermuatan) saya larang melintas. Ini, untuk menghindari agar jembatan tidak ambrol karena pilar yang terkikis air sangat parah kondisinya,” ungkap Kepala Desa Karanglangu Slamet Agus Kanugroho.

Menurut Slamet, terkikisnya salah satu pilar jembatan diketahui Minggu (26/2/2017) pagi. Diperkirakan, pilar terkikis akibat diterjang air sungai yang mengalir deras pada dini harinya.

“Malam minggu kemarin memang turun hujan sangat deras sejak sore hingga jelang dini hari. Kondisi itu menjadikan sungainya penuh air dan alirannya sangat deras sekali,” jelasnya.

Jembatan tersebut memiliki panjang 90 meter dengan lebar 3,8 meter. Ketinggian jembatan dari dasar sungai sekitar 15 meter. Sungai Bancak yang ada di bawah jembatan berhulu dari wilayah Salatiga dan bermuara ke Sungai Tuntang.

Keberadaan jembatan tersebut dinilai sangat penting bagi warga setempat. Sebab, jembatan itu jadi akses yang menghubungkan Desa Karanglangu menuju Desa Repaking Kecamatan Wonosegoro, Boyolali dan Desa Bantal Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang.

Slamet menambahkan, jembatan tersebut merupakan bangunan peninggalan zaman Belanda. Informasi yang didapatkan, terakhir ada perawatan jembatan sekitar tahun 1980.

“Jadi, ini memang jembatan kuno dan sempat dirawat tahun 1980. Setelah itu belum ada perawatan lagi. Kami berharap kondisi jembatan yang rusak segera ditangani dinas terkait,” harapnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

FKJ PMII Jepara Gelar Pemilihan Duta Genre Tingkat Pelajar

Acara pembukaan Pemilihan Duta Genre se-Kabupaten Jepara tingkat pelajar, di Gedung Pringgitan, Pendapa Kabupaten pada Minggu (26/2/2017). (Istimewa)

MuriaNewsCom,Jepara – Forum Kajian Jender (FKJ) yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia(PMII) Cabang Jepara menyelenggarakan Pemilihan Duta Genre se-Kabupaten Jepara tingkat pelajar, di Gedung Pringgitan, Pendapa Kabupaten pada Minggu (26/2/2017).

Ketua FKJ PMII Jepara Uswatun Hasanah, mengatakan, remaja merupakan bagian potensi bagi pembangunan bangsa di masa depan. Di sisi lain, remaja juga rentan terhadap berbagai permasalahan seperti nikah muda, perilaku seks pra nikah, penyalahgunaan narkotika, psikotropika, zat aditif (Napza) dan penularan HIV/AIDS serta penyakit menular seksual lainnya.

“Dengan hadirnya Pemilihan Duta Genre ini, dalam rangka promosi program genre, dan berharap peserta pemilihan Duta Genre tahun 2017 memperoleh sosok motivator yang akan membantu dalam mensosialisasikan program genre di lingkungan sekolah. Nantinya, diharapkan bisa mengurangi kenakalan remaja di Kabupaten Jepara,” Ujar Uswatun, seperti dalam rilis yang diterima MuriaNewsCom.

Menurutnya, peserta yang mengikuti kegiatan ini harus mengikuti tiga tahapan. Yakni, tes tertulis, presentasi penyuluhan dan penampilan bakat. Dari tahap itulah, dewan juri dapat menilai seberapa besar pemahaman terhadap substansi materi yang diuji,.

Dewan juri yang memberikan penilaian Lomba Duta Genre, di antaranya M Nur Faizin dari Duta Mahasiswa Genre Tahun 2015, Agus Wijayanto dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Jepara, dan Dziaul Anwar (seniman Jepara).

“Dengan terpilihnya duta pelajar, diharapkan dapat menjadi figur motivator bagi remaja sebayanya, serta mampu membantu sosialisasi program genre di lingkungan sekolah. Meningkatnya jumlah remaja yang memiliki pengetahuan, sikap dan prilaku dalam upaya pendewasaan usia penikahan sudah saatnnya berperan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Tim Voli Kedungdoro Rembang Sukses Kalahkan Legok

Laga persahabatan antara tim voli Kedungdoro, Rembang (kuning) Vs Legok, Sumber (hitam) yang berlangsung di Stadion Krida Rembang, kemarin.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Tim voli putra Kedungdoro sukses mengalahkan tim Legok, Kecamatan Sumber, dalam laga persahabatan yang digelar di Stadion Krida Rembang pada Minggu (26/2/2017) sore.

Permainan antara kedua tim ini berlangsung sangat sengit. Kedungdoro, yang mengenakan kostum kuning pada laga ini, sempat tak berkutik pada set pertama. Kedungdoro harus mengakui keunggulan Legok di set in, dengan skor 22-25.

Tak mau berlarut-larut dalam kekalahan, Kedungdoro kemudian mencoba bangkit dengan semangat dan kekuatan yang dimiliki. Dan, ternyata tak sia-sia perjuangan Kedungdoro, yang akhirnya mampu menundukkan Legok pada set kedua, yakni dengan skor 25-21.

Pun demikian, pada set ketiga dan keempat, Legok tak mampu membendung ketangguhan Kedungdoro. Skor 25-23 untuk kemenangan Kedungdoro di set ketiga, dan set keempat dengan skor 25-21. Legok, kemudian baru bisa memenangkan pertandingan kembali di set kelima dengan skor 25-14.

Saat dikonfirmasi MuriaNewsCom, pelatih tim voli Kedungdoro Joko Sartono mengatakan, pertandingan persahabatan ini sering dilakukan. Hal tersebut, sebagai salah satu cara untuk mengasah kemampuan pemain.”Secara berkala, kita adakan laga persahabatan. Baik tim kami yang datang ke tempat lawan ataupun sebaliknya, kita main di kandang,” ujarnya.

Sementara itu, pelatih tim voli Legok Daryanto mengutarakan, permainan yang disuguhkan dalam laga tersebut cukup memukau. Terlebih di babak terakhir, katanya, timnya bisa mencuri poin yang cukup telak, meski pada akhirnya harus mengakui keunggulan Kedungdoro.

“Pengalaman ini sangat menarik. Yakni bila permainan lawan sangat trengginas di awal, pastinya, di babak terahir akan lemas. Dan itu akan kita jadikan pelajaran juga, bahwa permainan itu harus los, slow dan lepas. Jangan sampai semangat di awal dan lemas di belakang. Ya meskipun kita kalah, namun kita sudah dapat pengalaman itu,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Kades Diminta Paham Aturan Pengelolaan Dana Desa

Bupati Rembang Abdul Hafidz. Bupati meminta kepada seluruh kades untuk bisa memahami aturan dalam pengelolaan dana desa. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz mengimbau kepada kepala desa supaya dapat merencanakan, menggunakan dan melaporkan anggaran desa serta kegiatan-kegiatan desa dengan baik.Sebab, alokasi anggaran dari pemerintah ke desa dari tahun  ke tahun selalu ditingkatkan.

Terkait anggaran yang cukup besar, kades diharapkan bisa memahami aturan-aturan yang ada, agar tidak terjerumus pada persoalan yang tidak diinginkan. Karena, dana tersebut harus dipertanggungjawabkan penggunaannya.

“Kades harus memahami seluruh rangkaian kegiatan pengelolaan keuangan desa, mulai dari tahap perencanaan , pelaksanaan,penatausahaan, pelaporan hingga pertanggungjawaban,” ujar Abdul Hafidz.

Dia melanjutkan, ada tiga  prinsip dasar keuangan desa yang dianut dalam Undang-undang Desa. Pertama, desa mempunyai hak untuk memperoleh alokasi dari pemerintah karena desa menjalankan fungsi-fungsi pemerintahan, pembangunan dan masyarakat.

Kedua, melakukan prinsip Money Follows Function yaitu uang digunakan untuk kepentingan pembiayaan jalannya, fungsi-fungsi tersebut berdasarkan perencanaan di desa. Perencanaan harus melibatkan dan memberdayakan masyarakat.

“Ketiga, yaitu tidak ada mandat tanpa uang. Oleh karena itu, melalui sosialisasi ini, nantinya ada pemahaman terhadap semua langkah dan tindakan yang diperlukan untuk mewujudkan tertib administrasi pengelolaan dana desa, terutama mengenai tata cara atau prosedur transfer dana desa.Dengan demikian, nantinya dapat diimplementasikan dan dipertanggungjawabkan dengan baik. Desa harus melibatkan masyarakat, tidak boleh kades menjalankan tugas-tugas pemerintahan seenaknya sendiri, tetap harus sesuai dengan baik,”ujarnya.

Perlu diketahui, untuk tahun 2017 ini, Pemerintah Kabupaten Rembang akan mendapatkan dana desa, ADD, dan lainnya yang berjumlah sekitar Rp 380 miliar lebih. Yakni, untuk alokasi dana desa sebesar Rp 86,3 miliar lebih, Dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah sebesar Rp 6,4 miliar lebih, Bantuan Keuangan (Bankeu) yang bersumber dari APBD Kabupaten Rembang sejumlah Rp 46 miliar lebih dan masih bantuan daerah dari Pemprov Jateng sebanyak Rp 10,8 miliar lebih.

Dia menambahkan, dengan diberikannya Alokasi Dana Desa (ADD), dana desa  dan Dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah serta bantuan keuangan dari APBD Provinsi Jawa Tengah Kabupaten Rembang  yang bersumber dari APBN ini, diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Editor : Kholistiono

Mahalnya Biaya Seleksi Perangkat Desa

Kholistiono
cak.kholis@yahoo.co.id

DALAM beberapa hari terakhir ini, isu mahalnya biaya seleksi calon perangkat desa, khususnya di Kabupaten Pati kembali mengemuka. Meskipun pada dasarnya, isu ini sudah menjadi rahasia umum.

Mencuatnya kembali isu tersebut, setelah Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah menyoroti praktik seleksi calon perangkat desa yang dinilai tidak sesuai lagi dengan semangat tata kelola pemerintahan yang baik.

Di DesaTambakromo,Kecamatan Tambakromo, Pati, misalnya. Biaya seleksi perangkat desa di tempat ini mencapai Rp 375 juta. Untuk menempati posisi staf, kasi atau kaur keuangan, calon perangkat desa harus mengeluarkan biaya Rp 45 juta plus biaya pendaftaran Rp 2 juta.

Dana yang terkumpul untuk seleksi calon perangkat desa sebanyak Rp 375 juta  itu, setelah proses seleksi selesai, sisa dana digunakan untuk pembangunan balai desa. Inilah yang salah kaprah, karena, dana itu dipungut untuk proses seleksi perangkat desa, bukan untuk pembangunan desa.

Apresiasi setidaknya perlu kita berikan kepada Ombudsman yang telah melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten, terkait aturan seleksi perangkat desa, meskipun hal itu pada dasarnya sudah terlambat. Namun demikian, kemauan untuk tetap melakukan pengawasan terhadap tata kelola pemerintahan agar berjalan pada tujuan dan aturan, perlu kita dukung.

Pemerintah daerah telah diingatkan, agar membuat peraturan bupati (perbup) tentang seleksi calon perangkat desa. Ada aturan seleksi perangkat desa di Pati yang tidak tuntas yang mengakibatkan gejolak di masyarakat pada saat penjaringan calon perangkat desa beberapa waktu lalu. Dalam Perda Kabupaten Pati Nomor 2 tahun 2015 tentang Perangkat Desa menyebutkan, sumber dana seleksi calon perangkat desa diambil dari APBD dan sumber lain yang sah. Klausul tersebut terlalu umum, sehingga menyebabkan panitia seleksi mengambil dana dari calon terlalu besar.

Di sisi lain, dengan mahalnya biaya seleksi yang dibebankan kepada calon menjadi sebuah bentuk kemunduran dalam mewujudkan good government maupun good governance.  Indikasinya, pemerintah cenderung mengedepankan kuantitas, bukan kualitas. Sebab, mereka yang memiliki kualitas tapi tidak memiliki biaya untuk mengikuti seleksi perangkat desa, secara sendirinya akan mundur untuk ikut  bersaing.

Kemudian, mahalnya biaya seleksi calon perangkat desa ini, tak bisa dipungkiri membuka pintu lebar untuk praktik pungutan liar (pungli) maupun korupsi. Panitia seleksi maupun perangkat desa, sangat memungkinkan untuk mengambil celah melakukan pungli dari calon. Pun demikian, calon yang nantinya jadi perangkat desa, juga tidak dipungkiri untuk melakukan praktik korupsi. Sebab, biaya yang telah dikeluarkan untuk mengikuti seleksi cukup banyak, sehingga keinginan untuk mengembalikan modal dengan cara yang tidak benar, dimungkinkan terjadi. Apalagi, jika dilihat dari gaji yang diterima oleh perangkat desa, bisa dikatakan cukup minim.

Untuk itu, perlu kita tunggu action dari pemerintah untuk segera mengusulkan kepada DPRD mengenai aturan seleksi calon perangkat desa yang lebih detail dan mengedepankan azas tata kelola pemerintahan yang baik. Sehingga, ke depan tidak ada lagi praktik-praktik pungli ataupun korupsi yang memanfaatkan celah sistem atau aturan yang kurang sempurna.

Yang tak kalah penting adalah peran masyarakat untuk terus ikut melakukan kontrol terhada jalannya roda pemerintahan, baik mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten dan seterusnya.(*)

MI Sunniyyah dan SDN 01 Nambuhan Berhasil Pertahankan Juara Pesta Siaga

Para peserta pesta siaga sedang unjuk kebolehan di hadapan dewan juri. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sunniyyah 01 Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo, dan SDN 01 Nambuhan, Kecamatan Purwodadi, Grobogan, kembali mengukuhkan diri menjadi yang terbaik dalam ajang Pesta Siaga tingkat Kwarcab Grobogan, Minggu (26/2/2017).

Dalam pesta siaga yang digelar di halaman Setda Grobogan tersebut, MI Sunniyyah berhasil menjadi juara di kelompok putra. Sedangkan SDN 01 Nambuhan berjaya di bagian putri. Pada pelaksanaan pesta siaga tahun 2016, kedua sekolah ini juga meraih prestasi yang sama.

Untuk juara II di bagian putra diraih SDN 01 Nambuhan dan juara III ditempati SDN 03 Tanggungharjo, Kecamatan Grobogan. Kemudian, SDN 01 Karangrejo, Kecamatan Gabus meraih juara II dan SDN 03 Temon jadi juara III di kelompok putri.

“Pelaksanaan pesta siaga kali ini berjalan lancar dan meriah. Kemampuan para peserta dari utusan kwarran memang merata. Kepada para pemenang saya ucapkan selamat dan bagi yang belum berhasil supaya tetap semangat serta tidak kecil hati,” kata Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro.

Dijelaskan, dalam pesta siaga  yang dibuka anggota Mabiran Sri Hartatik tersebut, ada 38 barung yang ikut ambil bagian. Masing-masing kecamatan mengirimkan dua barung, putra dan putri. Pesta siaga merupakan salah satu agenda tahunan pramuka yang digelar oleh Kwarcab Grobogan.

“Untuk peserta Juara I-III putra dan putri nantinya akan mewakili Kwarcab Grobogan untuk berlaga ditingkat Binwil (eks-Karesidenan) Semarang. Pesta siaga tingkat binwil akan digelar di Kendal pada 26 Maret mendatang,” imbuh Icek.

Editor : Ali Muntoha

Bahctiar Nasir Ajak Warga Muhammadiyah Grobogan Jihad Ekonomi, Begini Caranya

Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Bahctiar Nasir menyampaikan ceramah dalam pengajian akbar Pemuda Muhammadiyah Grobogan, Minggu (26/2/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ustad Bachtiar Nasir mengajak warga Muhammadiyah Grobogan, untuk menggerakkan semangat jihad ekonomi. Hal itu disampaikan Bachtiar dalam pengajian akbar Pemuda Muhammadiyah Grobogan, Minggu (26/2/2017).

Menurut Bachtiar, untuk melakukan jihad ekonomi tersebut tidak perlu muluk-muluk. Bisa dimulai dengan membentuk kelompok kecil dengan mendirikan koperasi atau mengaktifkan lagi koperasi yang sudah dimiliki.

“Caranya bisa lewat koperasi. Aktifkan lagi koperasinya dan yang belum masuk anggota segera daftar,” kata anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah itu.

Kemudian, warga juga diminta untuk ikut menghidupkan koperasi tersebut. Salah satu caranya dengan membeli kebutuhan yang diperlukan di koperasi atau unit usaha yang ada di dalamnya.

“Kalau belanja di koperasi harganya mungkin bisa mahalan sedikit, ya gak apa-apa. Sebab, sebagian keuntungan nanti digunakan untuk kepentingan bersama,” jelasnya.

Selain Bachtiar Nasir, ada satu pembicara lainnya yang hadir dalam pengajian dengan tema ‘Merajut Ukhuwah dan Ekonomi Umat untuk Indonesia yang Berkemajuan’ yang dilangsungkan di SMA Muhammadiyah Purwodadi tersebut. Yakni, Ketua Pengurus Wilayah Pemuda Muhhamadiyah Jawa Tengah Zainudin Ahpandi.

Editor : Ali Muntoha

Hujan Sebentar Jalanan Kudus Tergenang, Dewan Minta Bupati Tegur Bawahannya

Jalan Kiai Telingsing Kudus tergenang air cukup tinggi saat hujan mengguyur kurang dari satu jam, Minggu (26/2/2017). (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Hujan yang mengguyur Kabupaten Kudus, Minggu (26/2/2017) siang membuat sejumlah ruas jalan di daerah ini tergenang. Akibat genangan air ini, banyak pengendara yang akhirnya memutar arah, khawatir kendaraan mereka mogok.

Salah satu ruas jalan yang tergenang yakni di Jalan Kiai Telingsing, Kudus. Genangan air ini sangat dikeluhkan. Banyak yang menuding ada yang tidak beres dengan sistem drainase di tempat ini. Pasalnya jalan tersebut langsung tergenang meski hujan turun tak lebih dari satu jam.

Sorotan ini juga dilontarkan Anggota Fraksi PKB DPRD Kudus, Nur Khabsin. Ia mengaku cukup kesal dan menyayangkan masih ada jalan di Kudus yang tergenang air saat hujan. Khabsin menyebut mengetahui sendiri genangan air di Jalan Kiai Telingsing tersebut.

“Hujan turun sekitar pukul 13.30 WIB. Saat saya mau melintas di Jalan Kiai Telingsing terjadi genangan. Banyak kendaraan balik arah. Kondisi ini sangat memprihatinkan,” katanya pada MuriaNewsCom.

Menurut dia, genangan di jalan ini bukan kali pertama terjadi, dan sudah sangat sering. Seharusnya pihak-pihak terkait segera tanggap melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan.

“Genangan seperti ini harusnya sudah tidak terjadi lagi. Mestinya dari kejadian-jehadian sebelumnya sudah diatasi, tapi ini terulang lagi saat hujan,” ujarnya.

Ia mengaku sangat kecewa dengan kinerja dinas yang menangani masalah ini. Oleh karenanya pihaknya mendesak Bupati Kudus Musthofa untuk menegur bawahanya, terutama Dinas PUPR.

“Saya minta bupati ada perhatian khusus dan menegur bawahannya dalam hal ini Dinas PU PR untuk segera mengatasi genangan di jalan tersevut,” desaknya.

Khabsin menduga ada masalah dengan infrastruktur drainase di jalan itu, sehingga menjadi pemicu banjir. Hal ini terlihat dari ada salah satu titik jalan yang cekung.

“Ada titik jalan yang “ledok”, sementara sebelah utara dan selatan jalannya lebih tinggi. Sehingga agar banjir atau genangan tak kembali terulang dua masalah itu harus segera ditangani,” tegasnya.

Editor : Ali Muntoha

Street Soccer Bersama Sukun di CFD Kudus Berlangsung Seru

Dua tim bertanding dalam street soccer yang digelar SMPN 3 Kudus bersama Sukun Spirit of Sport, Minggu (26/2/2017). (istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Even Street Soccer bertajuk “I Love Street Soccer Spegaku Competition” yang digelar SMPN 3 Kudus bersama Sukun Spirit of Sport di arena car free day (CFD) Kudus, Minggu (26/2/2017) pagi tadi berlangsung seru. Empat tim bertanding dengan suka cita di hadapan ratusan warga yang memadati Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.

Empat tim yang bertanding yakni SMP 1 Kudus, SMP 2 Kudus, SMP 1 Gebog, dan SMP 2 Jati. Antusias warga menyaksikan even yang sangat jarang digelar itu juga cukup tinggi.

Sejak dimulai pertandingan hingga akhir, ratusan warga tak beranjak. Apalagi tiap tim juga membawa supporer mereka, sehingga suasana semakin semarak.

Panitia kegiatan, Cucun Sulistya mengatakan, even street soccer pagi tadi berlangsung sangat sukses. Animo masyarakat sangat tinggi, bahkan penonton mendesak agar kegiatan seperti ini sering digelar.

“Tadi banyak yang meminta agar even seperti ini juga digelar untuk tingkat lebih tinggi. Misal untuk tingkat SMA dan masyarakat umum. Animo masyarakat tadi cukup besar,” katanya.

Ia mengatakan, digelarnya even ini memang ditujukan untuk memasyarakatkan street soccer ke masyarakat Kudus, selain untuk mengenalkan kelas olahraga SMPN 3 Kudus. Beberapa waktu lalu even yang sama juga digelar bahkan menghadirkan bintang sepak bola nasional Cristian Gonzale, Ferry A Saragih, dan Esteban Viscarra.

Sementara itu dalam turnamen perdana street soccer di arena CFD pagi tadi, tim SMP 1 Gebog keluar sebagai juara. Sementara peringkat kedua diraih SMP 2 Jati, dan peringkat ketiga SMP 2 Kudus. Dalam even ini juga dipilih best suporter yang diraih SMP 1 Gebog.

“Pemenang mendapat trophy dan uang pembinaan. Juara mendapat pembinaan Rp 300 ribu, peringkat 2 Rp 200 ribu, peringkat 3 Rp 100 ribu, dan best supporter mendapat uang pembinaan Rp 200 ribu,” ujarnya.

Cucun meyebut, melihat antusias dan animo masyarakat yang sangat tinggi teradap street soccer, ke depan pihaknya juga berkeinginan untuk menyelenggarakan even seperti ini lagi.

Editor : Ali Muntoha

Apel Seribu Banser dan Ansor Grobogan, Siap Lawan Ormas Pengusung Khilafah

Anggota Banser Grobogan mengikuti Apel Kebangsaan di Alun-alun Purwodadi, Minggu (26/2/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sekitar 1.000 anggota Banser dan GP Ansor Grobogan mengikuti apel kebangsaan yang dilangsungkan di Alun-alun Purwodadi, Minggu (26/2/2017). Apel tersebut dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas.

Dalam apel itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni bertindak menjadi inspektur upacara. Ikut mendampingi, Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning, Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto dan Dandim 0717/Purwodadi Letkol Jan Peter Gurning.

Menurut Yaqut, apel tersebut digelar dalam rangka mengingatkan para sahabat Ansor dan Banser untuk tetap setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kadernya akan terus memperjuangkan sistem pemerintahan saat ini dari wacana organisasi yang mengusung khilafah.

“Apel ini merupakan bagian dari kaderisasi anggota untuk tetap menjadi organisasi yang mendukung sistem pemerintahan berdasarkan demokrasi. Kami akan terus melawan dan berhadap-hadapan dengan organisasi seperti itu,” ujarnya.

Seusai kegiatan, peserta apel kemudian meunju pendapa kabupaten untuk menghadiri agenda lainnya. Yakni, pelantikan Penguris Cabang NU Grobogan dilanjutkan dengan pengajian.

Editor : Ali Muntoha

 

Roifhatul, Siswi Juara Catur Porsema Kudus yang Bikin Kamu Terkagum dengan Kemampuannya

Sang juara lomba catur pada Porsema Kudus, Roifhatul Amaliyah (16), siswi kelas X, MA NU Al-Hidayah, Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Satu dari sekian banyak perlombaan yang ditampilkan dalam ajang Porsema tahun ini, adalah lomba catur. Pada lomba catur tersebut, dimenangkan oleh Roifhatul Amaliyah (16), siswi yang baru duduk di kelas X.

Siswa MA NU Al-Hidayah, Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog itu tak mampu mengungkapkan rasa harunya. Dia membeberkan rahasianya jadi juara. Yakni menanamkan dalam diri soal keyakinannya jadi juara. Tepatnya sejak dia mengikuti lomba.

“Senang sekali dapat memenangkan pertandingan itu. Ini merupakan hal yang saya inginkan selama ini, yakni dapat keluar sebagai juara,” kata Roifhatul di Kudus, kepada MuriaNewsCom, Sabtu (25/2/2017)

Kemenangan tersebut dipersembahkan untuk kedua orang tuanya, dan juga kepada madrasah. Menurutnya, selama pertandingan, dia melakoni beberapa permainan.

Dari sekian pertandingan yang dijalankan, paling berat dirasakan saat pertandingan final, melawan MA NU Mualimat Kudus. Dia mengakui kepandaian lawan dalam catur. Pada partai final, pertandingan harus diulang dari awal lagi karena hasilnya remis di pertandingan awal.

“Di pertandingan final sangat lama, bahkan awalnya remis. Tapi setelah diulang kembali, Alhamdulillah saya  akhirnya menang meskipun berat dan lama,” ujarnya.

Bagi siswi asli Getassrabi itu, menjadi juara catur juga pernah diraih sebelumnya. Bedanya, pada waktu itu skalanya tingka kecamatan. Yaitu di Kecamatan Gebog saja.  “Kalau dulu waktu MI pernah ikut lomba catur, tapi hanya tingkat kecamatan dan menang, tingkat kabupaten kalah. Lalu coba lagi saat MTs, tapi hanya masuk harapan pertama di tingkat kabupaten,” ungkap dia.

Roifhatul mengaku juga dalam memenangkan pertandingan juga melakukan ikhtiar lahir batin. Di antaranya juga diberi doa khusus oleh kiai sekolah. “Jadi selama lomba berlangsung harus terus dibaca doanya. Dan Alhamdulillah bisa menang dan sama sekali tidak mengganggu konsentrasi saya saat ikut lomba,” pungkasnya.

Menurutnya, tak hanya dari madrasah saja, doa juga diajarkan oleh pamannya. Dia juga melatih kemampuan bermain catur semenjak masih duduk di bangku MI kelas 5.

Editor : Akrom Hazami

 

Marzuqi Bakal Gandeng Partai Politik yang Tak Mendukungnya di Jepara

Calon Bupati Jepara Ahmad Marzuqi saat diwawancarai MuriaNewsCom di wilayah setempat, Sabtu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Calon Bupati Jepara Ahmad Marzuqi berjanji bakal menggandeng semua partai politik yang tidak mendukungnya. Terutama pada pilkada, kemarin. Saat diwawancarai MuriaNewsCom di Jepara, Sabtu (25/2/2017), Marzuqi mengaku siap menggandeng semua partai politik di wilayah setempat.

“Selalu berkomunikasi dengan seluruh elemen yang ada. Baik itu semua pendukung, atau juga partai politik lainnya. Sebab membangun Jepara itu tidak bisa hanya perorangan saja. Melainkan harus semuanya bersatu supaya Jepara bisa lebih maju,” kata Marzuqi.

Pertarungan pilkada yang digelar pada Rabu (15/2/2017) lalu, paslon 1 Subroto-Nuryahman didukung 9 partai politik. Adalah PPP, Gerindra, Nasdem, PKB, Golkar, PAN, PKS, Demokrat dan Hanura. Sedangkan paslon 2 Ahmad Marzuqi dan Dian Kristiandi hanya didukung satu partai saja. Yakni PDI P.

“Yang sudah ya sudah. Marilah kita sama sama memikirkan masa depan Jepara. Supaya nantinya bisa sama sama membangun Jepara dengan baik dan hasilnya pun bisa maksimal. Sebab kita harus mengerjakan pekerjaan, yang hasilnya ditunggu warga Jepara,” ungkapnya.

Disinggung mengenai hasil rekapitulasi yang menunjukan bahwa paslon 1 Subroto Nuryahman mendapatkan 304.259 suara atau sekitar 48.75 persen, dan paslon 2 Ahmad Marzuqi mendapatkan 319.837 suara atau sekitar 51.25 persen, ia enteng menanggapi.

“Itu merupakan kemenangan warga Jepara. Maka marilah kita bisa saling membangun Jepara dengan baik, rukun dan bisa saling memberikan kontribusi,” tambahnya.

Termasuk bila nanti ada gugatan hasil pilkada, Marzuqi menyerahkan sepenuhnya ke tim. Dia hanya berpesan dan berharap kepada seluruh warga Jepara, supaya bisa saling hidup rukun, hidup damai.

“Ini hanya kompetisi, dan marilah kita bisa hidup rukun. Baik di media sosial maupun lainnya. Sebab Jepara ini membutuhkan kedamaian untuk menuju Jepara maju,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Antisipasi Info Hoax, Guru dan Wali Murid SD Al Firdaus Purwodadi Dapat Tips dan Trik Keren

Paur Humas Polres Grobogan Aiptu Teddy Hernomo saat menyampaikan sosialisasi cara bijak menggunakan medsos pada wali murid dan guru SD Al Firdaus Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ratusan guru dan wali murid SD Al Firdaus Purwodadi mendapat pembekalan khusus terkait penggunaan media sosial (medsos) dari Polres Grobogan, Sabtu (25/2/2017). Acara pembekalan disampaikan Paur Humas Polres Grobogan Aiptu Teddy Hernomo tersebut.

“Seperti kita ketahui, medsos ini sudah digunakan oleh berbagai kalangan. Mulai anak-anak sampai orang tua sudah akrab dengan dunia medsos,” kata Teddy.

Hadirnya medos di satu sisi memang banyak sekali manfaatnya. Seperti menambah teman, memperluas jaringan, dan mencari berbagai informasi.

Namun, disisi lain, banyak pula hal-hal negatif yang ada di balik medsos tersebut. Misalnya, banyak berita tidak benar atau hoax yang sering muncul dalam medsos.

“Keberadaan medsos memang seperti dua mata pisau. Banyak manfaat dan juga ada dampak negatifnya. Hal inilah yang harus jadi perhatian kita bersama,” jelasnya.

Untuk menekan dampak negatif, salah satu hal yang perlu dilakukan adalah memberikan pemahaman tentang keberadaan media sosial tersebut. Termasuk peraturan perundangan yang mengatur masalah tersebut.

Kemudian, hal-hal yang perlu dihindari dalam penggunaan media sosial juga perlu disampaikan. Misalnya, hati-hati berteman dengan akun atau grup yang tidak dikenal, menampilkan konten yang tidak sesuai dengan etika, dan menghujat seseorang.

Selain itu, butuh pula dukungan pengawasan dari orang tua terhadap aktivitas yang dilakukan anaknya menggunakan fasilitas internet. Baik lewat komputer, laptop atau ponsel pintar.

“Penting bagi orangtua untuk dapat memastikan keamanan anak-anaknya saat berinteraksi di media sosial. Jangan biarkan begitu saja ketika anak sudah asyik main internetan,” sambungnya.

Terkait pengawasan dari orang tua tersebut juga terdapat kendala. Banyak orang tua yang justru tidak paham dengan dunia internet termasuk medsos. Bahkan, banyak pula yang tidak menggunakan ponsel canggih seperti yang dipakai anaknya.

“Nah, hal ini juga jadi persoalan tersendiri. Untuk pengawasan, kita juga bisa minta bantuan saudara lainnya yang lebih paham atau guru di sekolahan. Pada prinsipnya upaya pengawasan dan memberikan pemahaman perlu terus dilakukan,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami