Antisipasi Info Hoax, Guru dan Wali Murid SD Al Firdaus Purwodadi Dapat Tips dan Trik Keren

Paur Humas Polres Grobogan Aiptu Teddy Hernomo saat menyampaikan sosialisasi cara bijak menggunakan medsos pada wali murid dan guru SD Al Firdaus Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ratusan guru dan wali murid SD Al Firdaus Purwodadi mendapat pembekalan khusus terkait penggunaan media sosial (medsos) dari Polres Grobogan, Sabtu (25/2/2017). Acara pembekalan disampaikan Paur Humas Polres Grobogan Aiptu Teddy Hernomo tersebut.

“Seperti kita ketahui, medsos ini sudah digunakan oleh berbagai kalangan. Mulai anak-anak sampai orang tua sudah akrab dengan dunia medsos,” kata Teddy.

Hadirnya medos di satu sisi memang banyak sekali manfaatnya. Seperti menambah teman, memperluas jaringan, dan mencari berbagai informasi.

Namun, disisi lain, banyak pula hal-hal negatif yang ada di balik medsos tersebut. Misalnya, banyak berita tidak benar atau hoax yang sering muncul dalam medsos.

“Keberadaan medsos memang seperti dua mata pisau. Banyak manfaat dan juga ada dampak negatifnya. Hal inilah yang harus jadi perhatian kita bersama,” jelasnya.

Untuk menekan dampak negatif, salah satu hal yang perlu dilakukan adalah memberikan pemahaman tentang keberadaan media sosial tersebut. Termasuk peraturan perundangan yang mengatur masalah tersebut.

Kemudian, hal-hal yang perlu dihindari dalam penggunaan media sosial juga perlu disampaikan. Misalnya, hati-hati berteman dengan akun atau grup yang tidak dikenal, menampilkan konten yang tidak sesuai dengan etika, dan menghujat seseorang.

Selain itu, butuh pula dukungan pengawasan dari orang tua terhadap aktivitas yang dilakukan anaknya menggunakan fasilitas internet. Baik lewat komputer, laptop atau ponsel pintar.

“Penting bagi orangtua untuk dapat memastikan keamanan anak-anaknya saat berinteraksi di media sosial. Jangan biarkan begitu saja ketika anak sudah asyik main internetan,” sambungnya.

Terkait pengawasan dari orang tua tersebut juga terdapat kendala. Banyak orang tua yang justru tidak paham dengan dunia internet termasuk medsos. Bahkan, banyak pula yang tidak menggunakan ponsel canggih seperti yang dipakai anaknya.

“Nah, hal ini juga jadi persoalan tersendiri. Untuk pengawasan, kita juga bisa minta bantuan saudara lainnya yang lebih paham atau guru di sekolahan. Pada prinsipnya upaya pengawasan dan memberikan pemahaman perlu terus dilakukan,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami