Puluhan Pedagang Pasar Pagi Purwodadi Kembali Jualan di Tempat Lama

Pedagang menggelar lapak dagang di lokasi lama setelah sebelumnya mereka direlokasi di Pasar Pagi Grobogan, Kamis. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Puluhan pedagang Pasar Pagi Purwodadi kembali terlihat berjualan di lokasi lama, Kamis (23/2/2017). Yakni, di pinggir jalan Banyuono. Mereka

Dari pantauan di lapangan, sedikitnya ada 30 pedagang yang berjualan di tempat itu. Sebagian pedagang ada yang berjualan dengan lapak dan banyak juga yang lesehan dengan menggelar tikar plastik di tepi jalan.

Sebagian besar pedagang berjualan sayuran segar. Ada juga beberapa pedagang pisang, makanan kecil, ikan segar, dan daging ayam.

Berdasarkan keterangan pedagang, mereka sengaja nekat berjualan di situ lantaran kondisi di Pasar Pagi baru di jalan Gajah Mada dianggap masih sepi pembeli. Padahal, mereka sudah menempati lokasi baru sekitar 20 hari.

“Saya dapat jatah tempat di sana tapi masih sepi. Makanya, terpaksa pindah jualan lagi ke tempat lama,” ujar Suryati, salah seorang pedagang.

Di antara puluhan pedagang tersebut, ada juga yang mengaku berjualan di situ karena tidak dapat jatah tempat di pasar baru. Kondisi itu membuat mereka terpaksa berjualan di lokasi lama meski terkadang sempat dihalau Satpol PP.

“Kalau agak siangan sedikit biasanya ada petugas Satpol PP yang kesini. Kami diminta petugas segera mengemasi dagangan,” kata Sunar, pedagang lainnya.

Sebelum direlokasi, di sepanjang jalan Banyuono tersebut ditempati sekitar 400 pedagang. Kemudian, sekitar 500 pedagang lagi berjualan di bekas kawasan koplak dokar yang lahannya milik PT KAI.

Di sisi lain, kembalinya pedagang tersebut ternyata disambut gembira oleh banyak warga. Pasalnya, mereka tidak perlu repot jauh-jauh belanja ke Pasar Pagi atau ke Pasar Induk.

“Terlepas adanya larangan berjualan setelah relokasi, saya senang dengan adanya pedagang yang jualan lagi. Soalnya, saya bisa belanja di sini setelah ngantar anak sekolah. Saya agak takut kalau belanja ke pasar baru karena arus lalu lintasnya ramai dan banyak kendaraan besar. Kalau belanja di sini lebih dekat dari rumah,” kata Aminah, warga Jengglong, Purwodadi.

Editor : Akrom Hazami