Pendemo Bubarkan Diri Setelah Ditemui Anggota KPU Jepara

Komisioner KPU Jepara Anik Sholihatun saat menemui pendemo di Jalan Yos Sudarso dengan pengawalan polisi.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Puluhan warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Transparansi menggelar aksi demonstrasi di Jalan Yos Sudarso atau lebih tepatnya berada di sebelah utara Kantor KPU Jepara Rabu (22/2/2017) siang.

Setelah menggelar orasi sekitar 20 menit, puluhan demonstran ini kemudian ditemui oleh salah satu komisioner KPU Jepara Anik Sholihatun. Di hadapan pendemo, Anik menyampaikan terimakasih atas partisipasi warga yang telah mengawal rekapitulasi.

“Terkait salah satu isi dari tuntutan pendemo mengenai penarikan formulir C6 oleh KPU, itu sudah diatur dalam PKPU Nomor 14 tahun 2016. Kemudian, sebenarnya 53.632 lembar C6 itu sebenarnya itu bukan ditarik, tapi ditahan. Kalau ditarik, itu dapat diartikan bahwa formulir C6 yang sudah diberikan ke warga ditarik kembali. Tapi ini, formulir itu belum diberikan, masih ditahan, lantaran ada  pemilih sudah ada meninggal, merantau, pindah alamat, tidak dikenal, tidak dapat ditemui dan lain lain,” ungkapnya.

Di sisi lain, dalam penahanan formulir C6 itu juga untuk mengamankan supaya tidak disalahgunakan oleh orang lain. Selain itu, ia juga mengutarakan bahwa sebelum hari pencoblosan, sudah dilakukan rapat koordinasi dengan berbagai pihak.

Baca juga : Puluhan Warga Demo, Tuntut Pilkada Jepara Diulang

“Sebelum kegiatan pemungutan suara, jauh-jauh hari juga sudah dilakukan rapat koordinasi dengan berbagai pihak. Termasuk dengan masing-masing tim sukses pasangan calon,” ujarnya.

Dia menambahkan, sampai detik ini dari pihak panwas juga tidak ada laporan terkait adanya permasalahan- permasalahan pilkada. Sehingga, menurutnya pelaksanaan pilkada berjalan dengan baik.

Untuk diketahui, dalam aksinya, pendemo menilai, pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) tidak netral. Untuk itu, mereka menuntut agar pelaksanaan pilkada diulang dan menuntut agar komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara diganti.

Selain menuntut pilkada ulang, demonstran juga menyebut jika penarikan formulir C6 atau formulir untuk pemberitahuan untuk memberikan suara kepada pemilih oleh KPU Jepara bermasalah.

Editor : Kholistiono