Kejar Pencuri Truk Miliknya, Warga Wates Undaan Ini Tewas

Sejumlah kerabat ikut melayat korban Busono (45) warga Desa Wates, RT 1 RW 6, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Nasib nahas menimpa Busono (45) warga Desa Wates, RT 1 RW 6, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Korban tewas saat mengejar pencuri truk miliknya, Rabu (22/2/2017) dini hari.

Info yang dihimpun dari Rifai, paman korban, kejadian nahas pada pukul 03.00 WIB. Ketika asyik tertidur, korban mendengar suara mesin truknya menyala. Korban langsung bangun dan mendapati truknya dikendarai pencuri. Truk pun melaju keluar dari rumah korban.

“Padahal mobil truknya saat parkir itu, kepala truk sudah masuk ke garasi rumah. Hanya badan atau bak truk saja yang di luar rumah. Karena tempatnya tidak muat,” kata Rifai di rumah duka.

Korban seketika mengambil sepeda motornya warna hitam, guna mengejar pencuri. Truk melaju ke arah perkotaan Kudus. Aksi kejar-kejaran pun terjadi. Korban tancap gas maksimal agar bisa mengejar truknya.

Sesampainya di kawasan Tanjungkarang, Jati, atau tepatnya di dekat PT Colombo, korban berhasil mendekati truk. Saat korban berniat menyalip truk, pencuri bereaksi. Pencuri membanting kemudi truk ke kanan. Korban pun terpojok dan menabrak pohon di depan pabrik itu.

Korban pun terpental hingga dua meter dan tubuhnya menabrak papan pabrik di lokasi kejadian. Sementara itu, pencuri bablas meninggalkan korban.

Sepeda motor yang dikendarai korban rusak akibat terserempet truk di Kudus. (ISTIMEWA)

 

Sejumlah warga sekitar segera melarikan korban ke Rumah Sakit Mardi Rahayu. Sejumlah warga yang mengenalinya juga memberi tahu keluarga. Medis menyatakan, korban mengalami luka patah pada kaki kanan, dan paha. Serta kepala bagian kiri mengalami luka.

Nyawa korban tak terselamatkan, sekitar pukul 04.00 WIB. Kapolsek Undaan AKP Anwar membenarkan adanya informasi kejadian. Selanjutnya korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Sementara kasus pencurian masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Editor : Akrom Hazami