Pencoblosan Pilkada Jepara Usai, Bagaimana Hubungan Marzuqi dengan Subroto?

Ahmad Marzuqi (kiri) dan Subroto dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Pemungutan suara untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jepara 2017 sudah usai dua hari lalu. Dari hasil hitung cepat yang dilakukan KPU, Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Jepara nomor urut 2 Ahmad Marzuqi-Dian Kristiandi unggul atas lawannya, dengan mendapatkan perolehan suara 319. 837 atau 51.25 persen. Sementara Paslon nomor urut 1 Subroto-Nur Yahman mendapatkan 304.256 suara atau 48.75 persen.

Untuk diketahui, dua kandidat yang maju sebagai calon bupati, merupakan petahana. Marzuqi, saat ini masih menjabat sebagai Bupati Jepara, sedangkan Subroto, saat ini menjabat Wakil Bupati Jepara. Keduanya, bersaing di Pilkada 2017 ini.

Meski pencoblosan telah selesai dan hasil sementara sudah diketahui, namun, ternyata kedua calon bupati ini, hingga kini ternyata masih belum ada komunikasi. Keduanya juga tak ada rencana mengadakan pertemuan khusus, usai pelaksanaan pesta demokrasi ini.

Ahmad Marzuqi mengakui, sejak hari pemungutan suara hingga Jumat (17/2/2017) ini, belum ada berkomunikasi dengan rivalnya Subroto. Terakhir kali ia melakukan komunikasi beberapa hari lalu sebelum hari pencoblosan, dan itu pun melalui pesan singkat.

Ini Hasil Sementara Hitung Cepat KPU untuk Pilkada Jepara

“Ketika itu Pak Subroto menghubungi saya melalui telepon, tapi tidak sempat saya angkat, karena sedang sibuk. Ketika itu, saya sedang ziarah kubur. Kemudian saya balik telepon, tapi juga tak diangkat oleh Pak Subroto. Jadi akhirnya hanya lewat pesan singkat, saling minta maaflah,” kata Marzuqi.

Ketika masuk kantor, nantinya, dirinya juga tak ada agenda untuk melakukan pertemuan secara khusus dengan Subroto. “Kita ketemu hari Senin nanti, ketika masuk kantor. Ya biasa sajalah, tak ada agenda khusus,” imbuhnya.

Marzuqi Minta Pendukungnya Kawal Perolehan Suara Pilkada Jepara

Terpisah, Subroto juga menyampaikan, jika sejauh ini dirinya belum berkomunikasi dengan Marzuqi. “Komunikasi dengan Pak Marzuqi, terakhir sebelum pilkada berlangsung. Saya sampaikan bahwa kompetisi merupakan satu hal yang wajar,” katanya.  

Senada dengan Marzuqi, dirinya juga tak merencanakan pertemuan khusus. Kemungkinan untuk betemu saat di kantor secara bersama-sama menjalankan tugas. ”Kita nanti ketemunya di kantor saja, Senin (20/2/2017). Nanti senin kan apel. Saya biasa-biasa saja, karena pilkada bukan segalanya,” katanya.

Sementara itu, terkait dengan adanya gugatan atau tidak mengenai hasil pilkada, pihaknya belum bisa memberi keterangan secara gamblang. Ia ingin memantau terlebih dahulu. Ia mengakui adanya kejanggalan pada proses pilakda kemarin, namun, belum bisa menyebut satu persatu.

”Ya kita lihat saja nanti. Soalnya yang mengerjakan tim. Kalau saya kan hanya kontestan. Kalaupun saya menggungat, itupun untuk kepentingan rakyat, bukan kepentingan saya,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono