Air Tak Juga Surut, Warga Nyerah untuk Bertahan di Rumah dan Pilih Mengungsi

Situasi posko pengungsian yang dipusatkan di Balai Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, Sabtu (11/2/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Air yang menggenangi pemukiman warga di sebagian wilayah di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, hingga kini tak ada tanda-tanda surut. Bahkan, genangan air semakin meninggi.

Hal tersebut membuat ratusan warga menyerah untuk tetap bertahan di rumah dan lebih memilih untuk mengungsi. Sebab, rumah mereka sudah tak aman lagi ditempati karena air tak kunjung surut.

Seperti halnya Aminah (21) warga Dukuh Tanggulangin, Desa Jati Wetan. Dia bersama dengan keluarga memilih mengungsi karena banjir yang makin tinggi. Rumah yang tak lagi aman, membuat mereka khawatir jika semakin parah.

“Saya datang bersama keluarga Jum’at (10/2/2017) sore kemarin. Kami memilih mengungsi karena banjir makin tinggi. Jadi sudah tak bisa apa-apa lagi di rumah,” katanya kepada MuriaNewsCom, Sabtu (11/2/2017).

Dikatakan, saat memilih mengungsi kemarin, ketinggian air sudah sampai perut orang dewasa. Tingginya air tersebut diukur dari dalam rumah, sehingga selain mengungsi dia tak punya pilihan lain.

Ratusan Warga di Desa Jati Wetan Kudus Mengungsi Akibat Banjir

 

Padahal, pagi harinya kedalaman air hanya sampai pada paha orang dewasa. Namun secara drastis air kembali tinggi, yang membuat keluarganya memilih untuk mengungsi ke Balai Desa Jati Wetan. “Rumah sudah tak bisa ditempati. Barang berharga juga kami bawa, karena air makin tinggi. Bahkan informasi tadi, air kini juga semakin tinggi lagi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, dirinya bersama keluarga datang ke pengungsian dengan berjalan kaki. Sebab, waktu itu belum ada petugas yang siaga mengantarkan pengungsi menuju ke posko.

Editor : Kholistiono