Hutan Rusak, Lahan Kritis di Pati Capai 17.636 Hektare

Kawasan lereng Pegunungan Muria di Kecamatan Gembong yang ditanami jagung. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kawasan lereng Pegunungan Muria di Kecamatan Gembong yang ditanami jagung. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Alih fungsi hutan menjadi lahan garapan dan pertanian membuat hutan di Pati semakin terancam. Dari total lahan seluas 149.120 hektare, 17.636 di antaranya masuk dalam kategori lahan kritis.

Bila tidak segera diantisipasi, kondisi tersebut dikhawatirkan semakin memperparah keberadaan hutan, serta menambah lahan kritis pada tahun-tahun berikutnya. “Butuh peran aktif dari masyarakat untuk melakukan rehabilitasi lahan agar lahan kritis tidak semakin bertambah,” ujar Kepala Balai Pengelola Hutan (BPH) Wilayah II Pati, Raharjo, Rabu (8/2/2017).

Dari data yang ia peroleh, sebagian besar lahan kritis di Pati berada di kawasan Pegunungan Muria. Kategori kritis sendiri dibagi menjadi tiga, yakni lahan sangat kritis mencapai 180 hektare, lahan kritis 3.742 hektare, dan lahan agak kritis mencapai 13.714 hektare.

Menurutnya, hutan adalah rumah bagi manusia dan makhluk hidup. Bila keberadaan hutan semakin terdesak oleh aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan pertanian baru, bencana alam dipastikan tidak akan bisa dihindari lagi.

“Rehabilitasi sangat penting dan itu butuh partisipasi aktif dari masyarakat. Sebab, dampak rusaknya lahan berakibat pada bencana alam yang pada akhirnya masyarakat sendiri yang terkena dampak,” ucap Raharjo.

Tahun ini, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah menyediakan 2,5 juta bibit pohon yang siap ditanam di berbagai daerah yang lahannya kritis. Dia berharap, masyarakat bisa ikut berperan mencanangkan rehabilitasi dengan menanam bibit di lahan-lahan yang rusak.

“Kami juga siap menyediakan bibit untuk ditanam di berbagai wilayah yang mengalami lahan kritis. Nanti, masyarakat bisa meminta bantuan berupa pendampingan dari penyuluh kehutanan di masing-masing kecamatan,” tandas Raharjo.

Editor : Kholistiono