Debat Publik Pilkada Pati Dikawal Ketat Polisi dengan Pengamanan Berlapis

Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo memimpin apel pengamanan debat calon tunggal Pilkada Pati, Sabtu (4/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo memimpin apel pengamanan debat calon tunggal Pilkada Pati, Sabtu (4/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Debat publik Pilkada Pati yang diikuti pasangan calon tunggal di Gedung DPRD Pati, Sabtu (4/2/2017), dikawal ketat polisi. Sampai-sampai, polisi melakukan pengamanan berlapis.

Sedikitnya ada 616 personel keamanan yang dikerahkan, disebar di berbagai titik untuk mengantisipasi adanya kemungkinan kerusuhan. Ratusan pasukan pengamanan debat publik calon tunggal tersebut terdiri dari 499 orang dari Polres Pati, 50 orang Brimob, 90 orang prajurit TNI AD, 35 orang Satpol PP, Linmas 30 orang, dan Dishub enam orang.

Kawasan alun-alun sendiri diblokade dengan pengamanan berlapis. Di sebelah utara, polisi memblokade arus masuk ke alun-alun di depan Gereja Isa Almasih, kemudian berlapis di pertigaan sebelah utara DPRD Pati.

Pada saat debat terbuka berlangsung, tidak semua orang bisa masuk. Hanya tamu undangan yang berjumlah 346 orang dari berbagai pihak yang bisa memasuki kawasan tersebut. Pengamanan berlapis untuk mengantisipasi adanya kemungkinan kerusuhan.

“Sesuai instruksi dari Komisioner Kompolnas, kami diminta untuk melakukan pengamanan Pilkada Pati sebaik mungkin. Lebih baik melakukan pencegahan secara preventif, ketimbang mengobati ketika sudah terjadi kerusuhan,” kata Kompol Sundoyo.

Debat publik yang berlangsung sekitar 1,5 jam tersebut selesai dengan aman. Salah satu yang dikhawatirkan, antara lain kemungkinan ada gerakan dari relawan kotak kosong yang berpotensi memicu konflik dengan Timses Haryanto-Saiful Arifin. Dia berharap, pelaksanaan tahapan pilkada bisa berlangsung aman dan tertib hingga berakhirnya pilkada.

Editor : Kholistiono