Sekeluarga Terbakar Akibat Gas Meledak di Kudus masih Dirawat

 Salah satu korban masih menjalani perawatan akibat gas yang meledak di Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Salah satu korban masih menjalani perawatan akibat gas yang meledak di Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sekitar lima orang mengalami luka bakar akibat gas elpiji 3 kilogram (kg) meledak, di Desa Lambangan, Gang 12, Kecamatan Undaan, Kudus, Kamis (2/2/2017) sore.  Saat ini, lima korban masih menjalani perawatan di Klinik Mardi Santosa dan RS Mardi Rahayu.

Kelima korban adalah Ramisih (47) alami luka bakar di wajah, tangan, kaki, perut dan punggung, luka bakar kulit melepuh di atas 60 % dan dirawat di Klinik Mardi Santosa Desa Kalirejo, Undaan.  Sodikin, suami Rumisih (48) mengalami luka bakar ringan di tangan dan kaki. Hanya berobat jalan dan tidak dirawat.

Korban selanjutnya, Eva Yuliyana (13) anak mereka mengalami luka bakar di muka, tangan, kaki. Luka bakar 40 % dan dirawat di Klinik Mardi Santosa, Lailatul Mutlifah (20) anak mereka mengalami luka bakar ditangan dan kaki. Hanya rawat jalan. Korban terakhir, Devan Awan Nugroho cucu mereka berusia 15 bulan di rujuk ke RS Mardi Rahayu. Luka bakar di tangan dan kaki. Luka bakar 20 %.

Info yang dihimpun, kejadian bermula tabung gas elpiji melanda atap dapur rumah dan mengakibatkan korban luka bakar serius, dari rumah milik keluarga Sodikin. Peristiwa terjadi sore pada sekitar pukul 16.00 WIB.

Kapolsek Undaan AKP Anwar dari hasil keterangan korban kepada polisi, kejadian tersebut menimpa sore hari kemarin.  Saat itu, Ramisih  baru membeli gas dan diletakkan dapur. Kemudian meminta tolong suaminya untuk memasang tabung gas. Namun karena gas tak ada karetnya, dia berniat mengganti karet, namun malah gas bocor dan tersambar api dari obat nyamuk di dekatnya.

Seketika api muncul, hingga cepat menyambar. Ironisnya, api juga menyambar anggota keluarga lainnya. “Hati-hati saat menyalakan gas, pastikan tak ada api yang menyala,” imbau Anwar.

Editor : Akrom Hazami